Kembali Perkasa dengan Mengonsumsi Obat Kuat Pria

Obat kuat pria

Obat kuat pria ;  Biasanya bagi pria yang harus mengonsumsi obat kuat sebelum bercinta, sedang menderita Disfungsi Ereksi (DE) yang membuatnya tidak mampu ereksi atau mempertahankan kemampuan ereksinya sehingga sulit melakukan penetrasi ke dalam vagina.

 

Go Dok – Menjaga fungsi organ vital tentunya penting untuk memastikan kualitas aktivitas seksual demi menjaga keharmonisan hubungan berumah tangga. Nah, bagi para suami, apakah selama ini sudah mampu memuaskan sang istri? Apakah selama ini Anda harus selalu mengonsumsi obat kuat pria atau viagra sebelum bercinta?

Biasanya bagi pria yang harus mengonsumsi obat kuat sebelum bercinta, sedang menderita Disfungsi Ereksi (DE) yang membuatnya tidak mampu ereksi atau mempertahankan kemampuan ereksinya sehingga sulit melakukan penetrasi ke dalam vagina.

Sebelum mengonsumsinya terlalu banyak, mari kita kenali dulu apa saja jenis beserta efek obat kuat pria sehingga dapat mempengaruhi hubungan seksual Anda. Yuk, kita simak bersama!

Bagaimana cara kerja obat kuat pria terhadap hubungan seksual?

Pada dasarnya, obat kuat pria bekerja dengan cara membuat otot menjadi lebih rileks sambil meningkatkan asupan suplai aliran darah ke area penis Anda, sehingga terjadi pembesaran pada penis.

Dalam kondisi normal, rangsangan seksual mengarah pada produksi dan pelepasan nitrat oksida di penis. Nitrat oksida kemudian mengaktifkan sebuah enzim bernama guanylate cyclase yang memicu produktivitas cyclic guanosine monophosphate (cGMP). Nah, cGMP inilah yang mengatur aliran suplai di dalam pembuluh darah menuju penis.

Memang, para pria dengan DE mengaku kembali mendapatkan kehidupan seks yang lebih baik setelah mengonsumsi obat kuat.

Lalu, apa saja jenis obat kuat pria beserta efek sampingnyai?

Sildenafil (Viagra, Revatio)

Obat generik Sildenafil ini lebih populer ditemukan dengan nama Viagra di apotek. Selain mampu mengobati DE atau impotensi pada pria obat ini juga dijual dengan nama Revatio yang banyak digunakan untuk mengobati hipertensi arteri pulmonal. Sildenafil hanya tersedia sebagai tablet oral dan harus diminum sekitar satu jam sebelum bercinta.

Cara kerja Sildenafil adalah dengan menghambat enzim yang disebut phosphodiesterase-5 (PDE5) dalam menghancurkan cGMP. Dengan begitu, penis bisa mendapat dan menampung suplai darah yang lebih banyak sehingga kemampuan ereksi menjadi lebih lama.

Seperti pada obat umumnya, Sildenafil dapat menimbulkan efek samping berupa gejala alergi seperti gatal-gatal, sulit bernafas, pembengkakan pada wajah, bibir, ataupun lidah.

Alprostadil (Caverject, Edex, Muse)

Bagi Anda yang sedang menderita Disfungsi Ereksi, bisa juga menggunakan Alprostadil untuk mendapatkan kembali kemampuan ereksi. Penggunaannya dapat dilakukan dengan cara menyuntikannya langsung ke penis beberapa menit sebelum bercinta.

Agar kualitas bercinta lebih maksimal, Anda dapat menggunakannya hingga tiga kali dalam seminggu, lho. namun, Anda perlu waspada terhadap efek samping dari obat ini seperti kemerahan dan iritasi di area yang mendapat suntikan.

Avanafil (Stendra)

Avanafil merupakan obat oral yang digunakan untuk mengobati DE, dan harus diminum 15 menit sebelum berhubungan seks. Awas, jangan mengonsumsinya lebih dari satu kali per hari karena dapat menyebabkan tekanan darah rendah.

Efek samping lainnya yang dapat muncul dari penggunaan obat kuat pria ini di antaranya kemerahan pada wajah, telinga yang berdenging, penglihatan yang kabur, atau perubahan dalam menangkap warna merah dan hijau.

Tadalafil (Cialis)

Meminum Tadalafil 30 menit sebelum bercinta mampu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke area penis, untuk mengembalikan kemampuan ereksi Anda. Efek dari obat ini termasuk lama, karena dapat bertahan hingga 36 jam, lho.

Vardenafil (Levitra, Staxyn)

Vardenafil akan bekerja optimal jika dikonsumsi 60 menit sebelum melakukan hubungan suami istri. Walaupun sama-sama berasal dari golongan Vardenafil, ada perbedaan cara mengonsumsi obat ini. Jika Levitra bisa diminum dengan air, Staxyn merupakan obat hisap yang akan larut sendiri jika diletakan pada lidah.

Testosteron

Pada dasarnya testosteron adalah hormon seksual yang terdapat di dalam tubuh laki-laki. Sayangnya, kadar testosteron akan menurun seiring bertambahnya usia, yang dapat mengakibatkan Disfungsi Ereksi, menurunkan gairah seksual, jumlah sperma yang berkurang, serta kenaikan berat badan.

Obat dengan kandungan testosteron dapat dibeli menggunakan resep dokter untuk mengobati DE, baik dalam bentuk obat minum, salep, maupun injeksi. Namun, testosteron memiliki risiko yang cukup tinggi karena dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Karena risiko inilah, Food and Drug Administration (FDA) hanya menganjurkan penggunaan obat ini bagi Anda yang benar-benar memiliki kadar testosteron yang rendah. Jika kadar testosteron Anda terlalu tinggi, dokter akan menghentikan pengobatan Anda atau menurunkan dosis obat ini.

Sejumlah efek samping dapat muncul dari penggunaan obat ini, seperti timbulnya jerawat, pertumbuhan prostat atau payudara, retensi cairan yang menyebabkan pembengkakan, maupun gangguan napas saat tidur (sleep apnea).

Walaupun brand Viagra sudah sangat populer di kalangan pria yang gemar mengonsumsi obat kuat pria, sebenarnya masih banyak golongan obat lainnya yang juga bisa digunakan bagi Anda yang mengalami Disfungsi Ereksi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter demi bisa meningkatkan kualitas hubungan seksual dengan pasangan Anda. Selamat mencoba!

Baca juga:

Ingin tips sehat seputar seks? Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk konsultasikan seputar tipsnya dengan dokter Go Dok, GRATIS! Download aplikasinya di sini.

TP/PJ/MA

Referensi