Keloid ; Gejala, Penyebab dan Penanganan

keloid

 

 

Keloid biasanya tampak kencang, berkilau, dan halus serta selalu melampaui batas luka asli. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sesak, atau bahkan pergerakan gerak yang terbatas jika terjadi di dekat sendi, seperti lutut atau pergelangan kaki.

 

Go Dok – Pernahkah Anda terluka, lalu di masa penyembuhannya, justru malah tumbuh daging yang menonjol di area bekas lukanya? Kondisi ini disebut dengan keloid. Penasaran? Yuk, simak gejala, penyebab dan penanganan keloid di bawah ini!

Mengenal Keloid

Ketika terluka, umumnya tubuh akan menimbulkan jaringan parut di atas luka untuk memperbaiki dan melindungi struktur kulit. Dalam beberapa kasus, jaringan parut tumbuh melampaui batas luka asli sehingga terbentuk keloid. Meskipun tidak berbahaya, keloid bisa menjadi salah satu permasalahan kosmetik yang cukup berpengaruh.

Individu yang memiliki kulit berwarna gelap berisiko 15x lebih tinggi untuk mengalami keloid. Usia rata-rata muncul keloid pertama kali adalah 10-30 tahun.

Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sesak, atau bahkan pergerakan gerak yang terbatas jika terjadi di dekat sendi, seperti lutut atau pergelangan kaki. Selain itu, karena ukurannya yang cenderung besar maka keloid dapat bergesekkan dengan pakaian sehingga menyebabkan iritasi.

Penyebab

Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan terbentuknya keloid, yaitu :

Faktor Risiko

Sebenarnya keloid dapat terjadi pada tipe kulit apapun namun keloid lebih beresiko timbul pada orang yang :

  • Memiliki riwayat keloid dalam keluarga
  • Usia < 30 tahun, terutama remaja atau usia pubertas
  • Wanita hamil
  • Warna kulit lebih gelap.

Bila memiliki faktor risiko di atas, sebaiknya menghindari tindakan yang dapat menyebabkan luka.

Gejala

Keloid biasanya tampak kencang, berkilau, dan halus serta selalu melampaui batas luka asli. Warna, bentuk, dan ukuran bekas luka bisa berubah seiring waktu. Pada beberapa pasien, mengeluhkan adanya rasa gatal atau sensasi terbakar di sekitar bekas luka. Keloid awalnya tampak sebagai kulit kemerahan; dapat berwarna lebih gelap atau lebih terang dari kulit sekitarnya, tidak disertai dengan tumbuhnya rambut atau jaringan dan kelenjar normal lainnya.

Keloid lebih cenderung timbul di bagian tubuh yang rentan terluka seperti pada lengan, punggung, telinga, kaki bagian bawah, dada tengah, dan leher. Konsistensi keloid tidak dapat dipastikan; bisa saja lunak maupun keras. Sebagian besar keloid cenderung tumbuh perlahan selama berbulan-bulan sampai satu tahun,meluas ke area sekitar luka namun jarang menembus jaringan subkutan.

Diagnosis

Keloid berbeda dengan bekas luka hipertrofik (bekas luka yang tidak menebal). Bekas luka hipertrofik lebih sering terjadi daripada keloid, dan banyak orang yang salah menduga.

Namun, keloid dapat didiagnosis oleh dokter atau dokter spesialis kulit. Diagnosis dibuat berdasarkan pada lokasi, tampilan bekas luka, dan bagaimana perkembangannya dari waktu ke waktu. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya mengenai riwayat medis lainnya untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit atau kondisi lain. Biopsi kulit dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dan untuk menyingkirkan diagnosis tumor ganas.

Penanganan

Saat ini, tidak ada cara yang benar-benar efektif untuk mengobati keloid atau mencegah pembentukannya. Dalam kasus keloid yang sudah terbentuk sangat besar atau bekas keloid yang sudah lama, akan dianjurkan operasi pengangkatan bekas luka. Namun, 45% sampai 100% individu akan mengalami kekambuhan jika operasi tidak dikombinasikan dengan pengobatan lain (misalnya radiasi, suntikan steroid, dll), dan bekas luka baru bisa saja terbentuk lebih besar dan lebih menonjol daripada bekas luka sebelumnya. Jika memiliki riwayat pembentukan keloid dan ingin  dioperasi, diskusikan dengan dokter bedah mengenai strategi apa pun untuk mencegah pembentukannya kembali.

Pilihan selanjutnya untuk pengobatan dan pencegahan keloid adalah suntikan steroid langsung ke bekas luka. Steroid membantu mencegah peradangan dan meningkatkan kerusakan kolagen. Kandungan ini membantu proses bekas luka menjadi lebih menipis. Selain itu, tindakan ini juga dapat mengurangi rasa sakit/nyeri yang berhubungan dengan bekas luka.

Pilihan penanganan berikutnya adalah terapi laser. Terapi laser digunakan untuk mengobati berbagai jenis masalah kulit, termasuk keloid. Hal ini sering dikombinasikan dengan suntikan steroid untuk memberikan hasil terbaik.

Perban gel silikon adalah alternatif penanganan yang tak kalah populer, walaupun hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa perban ini efektif dalam mencegah jaringan parut abnormal pada orang-orang yang berisiko tinggi terkena keloid. Pilihan penanganan lainnya untuk keloid adalah terapi radiasi, cryo surgery, interferon therapy.

Komplikasi

Pada kondisi ini  bisa saja terjadi komplikasi. Hal ini tergantung dari bentuk dan lokasi keloid itu sendiri. Keloid dapat menyebabkan tekanan psikologis –terutama secara kosmetika karena tampak sangat mencolok. Keloid juga bisa mengganggu pergerakan, terutama jika lokasinya berada di sendi. Namun, sangat kecil kemungkinannya keloid bisa berkembang menjadi kanker.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.

AQ/PJ/MA

Referensi