Kehamilan Ektopik atau Hamil di Luar Kandungan

kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi saat janin tumbuh di luar rahim. Penyebab hamil di luar kandungan salah satunya karena hormon yang tidak seimbang. Sedangkan, gejala kehamilan ektopik sendiri yaitu penderahan yang tidak normal pada vagina.

 

Go Dok Pasangan suami istri mana sih yang tidak mengingkan kehadiran sang buah hati dalam kehidupannya? Masalahnya, selama proses kehamilan berlangsung, mulai dari pembuahan sampai proses melahirkan, apa saja bisa terjadi. Termasuk salah satunya kelainan hamil di luar kandungan. Sayangnya, belum semua calon ibu mengenal kelainan dalam fase kehamilan ini, padahal risiko yang terjadi bisa sangat fatal, lho. Maka dari itu, bagi para calon ibu, yuk, sama-sama mengenal hamil di luar kandungan.

Mengenal kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan

Sebelumnya, bagi Anda yang baru mendengar kelainan ini, jangan sampai berpikir kalau si janin berada di luar perut si ibu, ya! Tenang saja, calon bayi ini tetap berada di dalam perut, kok. Hamil di luar kandungan, atau biasa disebut kehamilan ektopik, terjadi saat janin tumbuh di luar rahim. Seperti yang sudah Anda ketahui, saat seorang wanita berada dalam masa subur, ovarium melepaskan sel telur untuk dibuahi oleh sperma di saluran tuba. Kemudian, sel telur yang telah dibuahi tetap berada di tempat yang sama selama 3-4 hari sebelum berpindah ke rahim sebagai tempat baru hingga bayi lahir.

Sayangnya, tak semua sel telur berhasil melakukan perpindahan dari saluran tuba ke rahim. Nah, sel telur yang tak berhasil berpindah inilah yang disebut hamil diluar kandungan (rahim). Seperti yang Anda duga, kondisi ini tidak menguntungkan bagi sang bayi dan ibunya. Bahkan, ada beberapa kasus yang berujung pada kematian.

Nah, penting kan, bagi Anda untuk mengenal kehamilan ektopik? Yuk, bekali juga informasi tentang penyebab dari kelainan kehamilan yang satu ini. Dengan mengetahui penyebab dari suatu kelainan, maka Anda dapat melakukan pencegah lebih dini, kan?

Penyebab hamil di luar kandungan

Nah, sampai saat ini, penyebab jelas dari kehamilan ektopik masih belum diselidiki secara menyeluruh. Namun tenang saja, ada beberapa kondisi yang memiliki hubungan erat dengan kehamilan di luar kandungan ini, yakni :

  • Bekas luka pada saluran tuba atau leher rahim
  • Hormon yang tidak seimbang
  • Kelainan genetika
  • Situasi medis yang bisa memengaruhi  bentuk dan kondisi saluran tuba pada khususnya dan sistem reproduksi pada umumya.
Gejala hamil di luar kandungan

Pada kebanyakan kasus, kehamilan ektopik memiliki runtutan yang sama dengan kehamilan normal. Anda mungkin belum menyadari adanya gejala pada beberapa minggu awal usia kehamilan.

Bagi Anda yang belum tahu, pendarahan vagina dengan intensitas di luar normal dan nyeri pinggul merupakan gejala pertama yang dirasakan oleh pasien hamil ektopik. Tidak berhenti sampai di situ, kedua gejala ini biasanya diikuti dengan rasa mual dan muntah, sakit perut, mudah lelah, dan sakit di leher atau bahu.

Penanganan hamil di luar kandungan

Jika Anda mengalami gejala di atas, segera temui dokter. Selanjutnya, sang dokter akan mencari tahu gejala yang sedang Anda alami, memeriksa perut Anda, melakukan tes kehamilan atau melakukan prosedur tes ultrasonic untuk memastikan kondisi rahim dan saluran tuba.

Jika sang dokter menyimpulkan bahwa Anda sedang hamil di luar kandungan, dia akan memberikan Anda beberapa pilihan untuk menangani kondisi ini dan merencanakan kehamilan selanjutnya.

Nah, terdapat dua penanganan yang bisa dilakukan pada kehamilan ektopik, melalui obat-obatan dan prosedur operasi. Bila belum ada kerusakan pada saluran tuba dan usia kehamilan masih muda, dokter akan memberikan obat-obatan yang mampu menghentikan pertumbuhan sel-sel janin.

Di sisi lain, ketika pengobatan dirasa kurang efektif. Prosedur operasi yang disebut laparoscopy akan dilakukan untuk mengangkat janin yang berada di luar kandungan. Operasi dimulai dengan menyayat sedikit bagian di bawah perut Anda dan menutupnya kembali setelah janin terangkat. Namun, jika saat operasi saluran tuba Anda rusak dan mengeluarkan terlalu banyak darah, saluran tuba tersebut harus ikut diangkat bersama sang janin. Jika ini terjadi, skenario terburuknya adalah, kemungkinan Anda akan sulit untuk hamil kembali.

Kini, Anda telah mengenal hamil di luar kandungan. Jika Anda merasakan gejala seperti yang disebutkan diatas, pastikan untuk segera menemui dokter, ya! Jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan mengganggu kehamilan Anda.

Baca juga: 

Dapatkan tips-tips kesehatan lainnya dari Tim dokter, langsung dari Smartphone. Yuk, Download aplikasi Go Dok.

RZ/TP/PJ/MA

Referensi