Kanker Getah Bening si Perusak Sistem Autoimun

kanker getah bening

Kanker getah bening atau limfoma merupakan penyakit yang menyerang sel-sel di dalam sistem kekebalan tubuh. Sel-sel tersebut sebagian besar berada pada kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan bagian tubuh lainnya.

 

Go DokAnda pasti sudah familiar dengan bagian tubuh yang disebut getah bening? Bagian tubuh yang satu ini memegang peranan sangat penting ketika tubuh sedang membentengi diri dari serangan racun dan virus sebagai bentuk system kekebalan tubuh.

Tahu dong pentingnya system kekebalan bagi tubuh, yaitu untuk melawan serang racun, virus, serta bakteri jahat yang dapat menganggu system tubuh. Nah, getah bening, sebagai salah satu agen dalam system kekebalan tubuh, bisa saja mengalami infeksi yang disebut Limfoma atau lebih dikenal dengan kanker getah bening.

Mengingat pentingnya jaringan ini, penting untuk memahami serba serbi mengenai kanker getah bening, termasuk apa saja yang bisa menjadi penyebab kemunculan penyakit mematikan ini. Simak terus artikel di bawah ini, ya!

Pengertian kanker getah bening

Sebenarnya, tubuh memiliki sebuah jaringan yang dinamakan pembuluh getah bening dan kelenjar getah bening. Pembuluh getah bening berfungsi seperti pembuluh darah. Bedanya, pembuluh getah bening tidak membawa darah, melainkan membawa cairan encer yang disebut dengan getah bening.

Getah bening sendiri bertugas mengumpulkan cairan, bahan limbah, serta menyerap semua virus dan bakteri yang ada pada jaringan tubuh dan aliran darah sebagai bentuk sistem autoimun dalam tubuh.

Limfoma atau kanker getah bening merupakan penyakit yang menyerang sel-sel di dalam sistem kekebalan tubuh. Sel-sel tersebut sebagian besar berada pada kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan bagian tubuh lainnya.

Setidaknya ada 2 jenis kanker getah bening atau Limfoma, yaitu Limfoma Hodgkin yang menyerang satu kelenjar getah bening secara berurutan, dan Limfoma non-Hodgkin yang menyerang kelenjar getah bening yang berbeda dan  secara acak.

Penyebab Kanker Getah Bening

Sejauh ini, sejumlah penelitian belum menemukan dengan pasti apa saja faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena  kenker getah bening. Namun, jika Anda termasuk ke dalam kategori di bawah ini, ada baiknya mulai rutin memeriksakan kondisi kesehatan dan menjaga asupan makanan agar terhindar dari kanker getah bening.

  • Bagi Anda yang masih berada pada usia 15 hingga 40 tahun rentan terkena Limfoma jenis Hodgkin
  • Nah, jika orangtua Anda sudah berada pada usia 60-an atau lebih, perlu waspada karena dirinya rentan terkena Limfoma jenis non-Hodgkin
  • Kaum perempuan lebih rentan terkena Limfoma jenis Hodgkin dibandingkan laki-laki
  • Anda yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misal karena mengidap HIV/ AIDS, atau dilahirkan dengan memiliki penyakit kekebalan tubuh seperti rheumatoid arthritis, sindrom Sjögren, lupus, atau penyakit celiac disease
  • Telah terinfeksi virus seperti Epstein-Barr, Hepatitis C atau Leukemia sel T manusia (HTLV-1)
  • Memiliki saudara yang punya limfoma, terutama bagi Anda yang memiliki kembar identic, memperbesar risiko terkena kanker getah bening
  • Pernah terkena paparan cairan kimia untuk kebutuhan agrikultur, seperti zat benzena untuk membunuh serangga dan gulma
  • Seseorang yang memiliki ras Amerika kulit putih lebih rentan terkena Limfoma jenis non-Hodgkin dibandingkan dengan orang dengan ras Afrika-Amerika dan Asia-Amerika.

Pada umumnya, setiap kanker dapat terjadi ketika pertumbuhan sel abnormal berlebih yang berkembang dan menyebar sehingga menganggu fungsi organ di dalam tubuh. Jika sel kanker berkembang ke dalam sistem limfatik, mereka dapat menyebar dengan mudah dari tempat asalnya ke jaringan dan organ lain, termasuk di luar sistem.

Itulah beberapa hal tentang penyakit limfoma atau kanker getah bening yang perlu untuk diketahui. Sedikit tambahan, Limfoma juga sering menyebar ke organ hati, sumsum tulang, serta paru-paru.

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

GA/TP/PJ

Referensi