Jenis Pemeriksaan yang Bisa Dilakukan Saat Medical Check Up

medical check up

Medical Check Up memang sebaiknya dilakukan secara berkala agar Anda dapat mengetahui ancaman penyakit yang sedang mengintai. Prosedur perawatan kesehatan yang satu ini akan mengecek kondisi tubuh Anda secara lengkap, mulai dari kondisi kadar gula darah sampai fungsi organ seksual.

Go DokKesehatan itu mahal harganya. Maka dari itu, penting untuk terus menjaga kesehatan. Selain menjaga pola makan dan mengaktifkan tubuh dengan rutin berolahraga, penting untuk memeriksa kondisi kesehatan secara berkala melalui prosedur Medical Check Up.

Memang, masyarakat kita masih terbiasa untuk mengunjungi dokter ketika telah terserang sakit. Padahal, segala macam penyakit bisa saja dicegah sebelum berkembang dan menjadi parah di dalam tubuh. Dengan rutin melakukan Medical Check Up, potensi penyakit yang lebih parah pun bisa diketahui lebih dini.

Mungkin, sebagian besar orang menganggap Medical Chek Up hanya lazim dilakukan bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Padahal, mereka yang masih berusia muda, baik pria dan wanita, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, agar dapat mendeteksi adanya indikasi penyakit yang berbahaya yang sedang mengintai tubuh, agar virus atau bakteri berbahaya cepat pula dimusnahkan di dalam tubuh.

Medical Check Up merupakan rangkaian uji kesehatan yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang secara menyeluruh. Oleh karena itu, tindakan tersebut penting dilakukan untuk mendeteksi suatu penyakit agar dapat dicegah atau bahkan diobati sedini mungkin.

Bagi Anda yang berencana melakukan medical check up, berikut macam-macam pemeriksaan yang umum dilakukan:

1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik yang utama dilakukan berupa pengecekan Body Mass Indek (BMI) atau indeks masa tubuh dengan membandingkan tinggi dan berat badan Anda. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan kondisi tubuh Anda, apakah sudah ideal, terlalu kurus, atau bahkan termasuk dalam golongan overweight atau obesitas.

Selain itu, dalam pemeriksaan fisik Anda juga akan diperiksa hitungan denyut nadi, perhitungan frekuensi napas, pemeriksaan kulit, hingga pemeriksaan organ genital (kemaluan) dan dubur.

2. Pemeriksaan Radiologi

Jenis pemeriksaan ini menggunakan sinar X atau sinar radioaktif untuk memberikan informasi mengenai suatu penyakit lewat foto/gambar/imaging.

3. Pemeriksaan Elektrodiagram

Pemeriksaan EKG (elektrodiagram) dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung. Jenis tindakan yang dilakukan antara lain merekam aktivitas listrik dari jantung, dan pada batas tertentu mengidentifikasi jika ada peredaran darah yang tidak normal.

4. Pemeriksaan laboratorium

Umumnya, dalam pemeriksaan laboratorium, Anda akan diberikan beberapa pilihan pemeriksaan berikut ini:

  • Pemeriksaan hemotologi yang dilakukan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas dari sel darah merah, sel putih, trombosit, dan berbagai hal mengenai sel serta organ pembentuk darah.
  • Pemeriksaan urin terdiri dari pemeriksaan warna, pH, protein/albumin, gula, bilirubin, darah.
  • Pemeriksaan tinja terdiri dari pemeriksaan warna dan konsistensi
5. Pemeriksaan fungsi paru

Pemeriksaan fungsi dimaksudkan untuk memeriksa apakah ada gangguan paru-paru atau tidak. Sedangkan jenis tindakan yang dilakukan meliputi mengukur volume paru, mekanisme paru, dan kemampuan difusi paru.

Saat memeriksa fungsi paru, akan diketahui pula berapa jumlah pernapasan yang terjadi selama satu menit. Normalnya, seorang dewasa akan bernapas sebanyak 16 sampai 20 kali dalam semenit.

6. Pemeriksaan kolesterol

Bagi Anda yang senang mengonsumsi makanan berlemak, seperti jeroan dan daging kambing, jangan lewatkan untuk memeriksa kadar kolesterol Anda saat Medical Check Up. Salah satu penyakit yang dipicu oleh kadar kolesterol jahat yang tinggi di antaranya serangan jantung dan stroke.

Kadar kolesterol Anda bisa dikatakan normal jika berada pada level di bawah 200 mg/dL. Selain itu, pastikan juga tekanan darah Anda berada pada level normal, yaitu pada 120/80 agar jauh dari ancaman penyakit hipertensi maupun hipotensi.

7. Pemeriksaan gula darah (diabetes)

Tentunya Anda tidak mau, kan harus menjalani usia tua dengan diabetes? Makanya, segera periksa kadar gula darah Anda melalui prosedur Medical Check Up! Satu hal yang harus diperhatikan adalah, Anda disarankan untuk berpuasa minimal 8 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Berikut hasil dari pemeriksaan kadar gula darah yang harus diperhatikan:

  • Gula darah normal berada pada level 70-100 mg/dL
  • Pra Diabetes pada level 100-125 mg/dL
  • Diabetes pada level lebih dari 126 mg/dL
8. Pemeriksaan organ vital perempuan

Bagi sebagian besar wanita, kanker serviks mungkin menjadi ancaman nyata yang paling menakutkan. Namun tenang saja, dengan rutin melakukan Medical Check Up, Anda bisa mengurangi risiko terkena penyakit mematikan yang satu ini.

Berikut jenis pemeriksaan yang diberikan khusus bagi wanita:

  • Mammogram untuk memeriksa adanya potensi kanker payudara, dengan mengecek apakah ada benjolan di sekitar payudara
  • Pap smear tes untuk mengecek adanya potensi kanker serviks atau Human Papilloma Virus di dalam organ intim Anda. Sangat disarankan untuk melakukan tes pap smear sebanyak 3 tahun sekali bagi Anda yang berusia 21 sampai 30 tahun. Bagi Anda yang berusia di atas itu, bisa melakukan tes ini sebanyak 5 tahun sekali.

Jika Anda mulai sering merasakan pusing yang berlangsung lama, sering buang air kecil, napas yang pendek, atau nyeri pada uluhati yang diiringi rasa kesemutan, ada baiknya untuk segera memulai Medical Check Up sedini mungkin.

Jika Anda merasa kesulitan untuk menemukan paket Medical Check Up yang sesuai dengan kebutuhan Anda, tidak usah khawatir! Kini, situs dan aplikasi kesehatan Go Dok menyediakan ragam paket Medical Check Up sesuai kebutuhan Anda. Tentunya, dengan penawaran harga yang sangat menarik. Tunggu apalagi, ayo mulai hidup sehat sekarang juga!

 

Baca juga:

JJ/TP

Referensi