Jenis Narkoba Beserta Efek dan Bahayanya

jenis narkoba

Terdapat berbagai jenis narkoba yang harus dihindari sejak dini karena penggunaannya dapat menyebabkan seseorang yang sehat menjadi hilang akal, berhalusinasi, menderita gangguan otak, pernapasan, organ bahkan menyebabkan kematian. Apa saja jenis narkoba yang dimaksud?

 

Go Dok Tentunya Anda sudah tak asing lagi dengan istilah Narkoba, alias Narkotika dan Obat-obatan Terlarang. Istilah ini dipopulerkan guna menyebut beragam zat, pil, obat yang ilegal untuk dikonsumsi lantaran memiliki kandungan adiktif di luar batas wajar. Penggunaannya dapat menyebabkan mereka yang sehat menjadi hilang akal, berhalusinasi, menderita gangguan otak, pernapasan, organ, bahkan menyebabkan kematian. Nah, menilik bahayanya, tentu Anda harus waspada dan menghindari berbagai ragam jenis narkoba sejak dini.

Berikut ragam jenis narkoba yang  yang harus Anda ketahui dan hindari sejak dini!

1. Kokain

Kokain merupakan jenis stimulan tubuh yang bersifat sangat adiktif, dan terbuat dari tanaman Coca. Obat terlarang ini tersebar dalam berbagai varian bentuk, mulai dari jenis bubuk yang dapat dihisap langsung melalui hidung atau disuntikkan ke dalam peredaran darah, hingga jenis kristal yang dapat dijadikan semacam rokok dan diserap tubuh melalui mulut dan masuk ke peredaran darah Anda melalui paru-paru.

Efek dan bahayanya : Saat jenis narkoba ini memasuki peredaran darah, otak Anda akan bereaksi dengan melepaskan dopamine dan menciptakan perasaan melayang dan euforia yang kuat. Efek ini sangat intens, namun hanya berlangsung dalam waktu singkat, yang menyebabkan pengguna kokain mengonsumsinya berkali-kali guna mempertahankan efek tersebut. Bahaya dari kokain termasuk meningkatnya detak jantung, tekanan darah tinggi, peningkatan suhu tubuh, sakit perut, mual, kehilangan selera makan, malnutrisi, kerusakan jantung, serangan jantung, kehilangan daya penciuman, mimisan, serta kematian. Pada ibu hamil, bahayanya termasuk keguguran, berat badan rendah dan cacat saat lahir pada bayi, serta bayi lahir prematur.

2. Marijuana

Marijuana, alias Ganja merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sejenis daun kering, bunga, batang, maupun biji dari tanaman Cannabis sativa, yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak dapat menyebabkan Anda berhalusinasi. Sejatinya, tanaman ini juga dapat bertindak sebagai stimulan dan menimbulkan depresi serta euforia. Kebanyakan pengguna Ganja mengonsumsi tanaman ini dengan cara merokoknya, meskipun bisa pula dicampur pada makanan atau minuman.

Efek dan bahayanya : Marijuana mengandung zat kimiawi bernama THC, yang memengaruhi berbagai bagian otak Anda dalam menciptakan efek “high” yang dialami penggunanya, seperti perubahan dalam suasana hati, sensasi yang dirasakan tubuh, perubahan dalam pemikiran, dan ingatan. Jika digunakan terus menerus secara rutin, tanaman ini dapat memengaruhi perkembangan otak dan menyebabkan turunnya IQ pengguna secara drastis. Penggunaan dalam jangka waktu tertentu bisa menyebabkan Anda kecanduan, dan menderita berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan, meningkatnya detak jantung, serangan jantung, depresi, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri.

3. Heroin

Heroin merupakan suatu jenis opioid, yang mengandung zat adiktif cukup tinggi, dan hadir dalam bentuk bubuk dengan warna putih, cokelat tua, hingga hitam. Jeni narkoba ini dapat digunakan dengan cara dirokok, dihisap langsung melalui hidung, atau disuntikkan ke dalam aliran darah. Dalam banyak kasus, pengguna heroin memanfaatkan pula pita elastis atau karet guna membuat pembuluh darah mereka membesar. Hal ini akan membantu mereka dalam menyuntikkan heroin ke dalam pembuluh darah yang sebenarnya telah rusak akibat penggunaan heroin sebelumnya.

Efek dan bahayanya : Penggunaan heroin memiliki efek langsung dalam kehidupan penggunanya, dan efek utamanya adalah kecanduan. Hal ini akan mengisolasi pengguna dari lingkungan keluarga, lingkungan kerja, maupun lingkungan sosialnya. Pengguna yang telah kecanduan heroin juga akan susah untuk fokus dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Heroin merupakan jenis opioid kuat yang bisa menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh, seperti hati, jantung, dan ginjal. Penggunaan heroin juga dapat merusak sistem imun, menyebabkan serangan jantung, tersumbatnya pembuluh darah, dan stroke. Pada ibu hamil, penggunaan heroin dapat menyebabkan keguguran, berat badan bayi yang rendah, serta kemungkinan bayi yang lahir juga menderita kecanduan pada heroin.

4. Ekstasi

Ekstasi merupakan suatu obat stimulan yang biasanya dijual dalam bentuk tablet, namun kadang juga dijual dalam bentuk permen karet atau bubuk yang dikonsumsi dengan cara dihisap langsung melalui hidung. Obat terlarang ini jika digunakan dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan Anda kecanduan dan ketergantungan.

Efek dan bahayanya : Efek dari penggunaan ekstasi adalah membuat Anda merasa waspada, menunjukkan kesenangan berlebih terhadap setiap hal, dan merasakan setiap musik serta warna-warna lebih  intens dari biasanya. Anda juga akan merasa gelisah, was-was, bingung, dan paranoid. Penggunaan ekstasi dalam jangka panjang dapat memengaruhi daya ingat, menimbulkan depresi, serta kegelisahan berlebih, dan masalah pada suhu tubuh.

5. Methamphetamines (Meth)

Meth, alias sabu-sabu, merupakan suatu bubuk putih yang digunakan pecandunya dengan cara ditelan langsung, dirokok, dihisap langsung melalui hidung, atau disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Bubuk terlarang ini terbuat dari kombinasi pseudoephedrine, yang merupakan suatu zat yang umum terdapat di dalam obat pilek, dan bersifat sebagai stimulan bagi tubuh.

Efek dan bahayanya : Sabu-sabu dapat menciptakan efek “high” seketika, yang dapat memudar dengan cepat, sehingga penggunanya seringkali mengonsumsi jenis narkoba ini berulang-ulang. Hal ini menyebabkan kecanduan ekstrem pada pengguna, dengan efek yang serupa pada pengguna kokain, seperti peningkatan aktivitas pernapasan, detak jantung tidak beraturan, tekanan darah tinggi, hingga meningkatnya suhu tubuh secara drastis. Penggunaan jangka panjang secara berulang dapat menyebabkan penurunan berat badan secara ekstrim, luka-luka pada kulit, dan masalah gigi yang parah. Tak hanya itu, sabu-sabu juga dapat menyebabkan Anda menderita kegelisahan, kebingungan, insomnia, halusinasi, delusi, serta paranoid. Pada wanita hamil, penggunaan meth dapat menyebabkan keguguran spontan, berat badan rendah dan cacat pada bayi saat lahir, serta kemungkinan bayi yang lahir juga menderita kecanduan yang sama dengan ibunya.

Nah, itulah 5 ragam jenis narkoba yang paling sering Anda temui di Indonesia. Kenali jenis, efek, dan bahayanya, lalu hindari kelimanya sejak dini, ya! Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Atasi permasalahan kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya jawab seputar penanganannya dengan Tim Dokter Go Dok. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi