Isoniazid ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Isoniazid

 

 

Isoniazid merupakan antibiotik yang digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri dan mencegah bakteri menyebar ke bagian tubuh lainnya. Obat ini biasa digunakan untuk pengobatan dan pencegahan tuberkulosis (TB).

Nama Generik

Isoniazid

Merek Dagang

Beniazide; Decadoxin;; Erabutol; Plus; INH 400 Ciba; INH Ciba; Inh-Ciba; Inoxin Forte; Niaxid; Niazitol; Pehadoxin; Pehadoxin Forte; Pulmolin; Pulna; Pyravit; Restibi Z; Restibi ZE; Rifastar; Rifazid; Rimactazid; Rimactazid Paed; Rimcure 3-FDC; Rimcure Paed; Rimstar 4-FDC; Selenemo; Suprazid; Suprazid Forte; TB Vit 6; Tibiq 1; Tibiq 2; Tibiq 3.

Pengertian

Isoniazid merupakan antibiotik yang digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri dan mencegah baktri menyebar ke bagian tubuh lainnya. Obat ini biasa digunakan untuk pengobatan dan pencegahan tuberkulosis (TB).

Obat ini tersedia dalam bentuk tunggal atau dalam obat kombinasi dosis tetap (FDC) dengan berbagai obat TB lainnya khususnya rifampicin.

Golongan

Anti Tuberkulosis, Isonicotinic Acid (Asam Isonikotinik)

Golongan Obat

K (Obat Keras)

Sediaan

  • Tablet 100 mg
  • Tablet 300 mg
  • Tablet 400 mg
  • Sirup 100 mg/5 mL.

Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (tablet dan sirup)

  • Tuberkulosis aktif
    • Dosis dewasa, fase intensif: 300 mg (sekitar 5 mg/kg) per oral / IM sekali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari per minggu selama 8 minggu (40 dosis); diberikan dalam kombinasi dengan rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) per oral/IV sekali sehari atau 5 hari/minggu; pyrazinamide 1000 mg (40 hingga 55 kg), 1500 mg (56 hingga 75 kg), atau 2000 mg (76 hingga 90 kg) secara oral sekali sehari atau 5 hari/minggu; dan etambutol 800 mg (40 hingga 55 kg), 1200 mg (56 hingga 75 kg), atau 1600 mg (76 hingga 90 kg) per oral sekali sehari atau 5 hari / minggu
    • Dosis dewasa, fase lanjutan, rejimen sekali sehari: 300 mg (sekitar 5 mg/kg) per oral/IM sekali sehari selama 4 bulan (126 dosis); diberikan dalam kombinasi dengan rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) secara oral/IV sekali sehari
    • Dosis dewasa, fase lanjutan, rejimen 3 kali seminggu: 900 mg (sekitar 15 mg/kg) per oral/IM 3 hari/minggu selama 4 bulan (54 dosis); diberikan dalam kombinasi dengan rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) secara oral/IV 3 hari/minggu, pada hari yang sama isoniazid didiberikan
    • Dosis anak < 15 tahun dan ≤40 kg, Fase intensif: 10 hingga 15 mg/kg per oral/IM sekali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari/minggu selama 8 minggu (40 dosis); diberikan dalam kombinasi dengan rifampisin 10 hingga 20 mg/kg per oral/IV sekali sehari atau 5 hari/minggu, pirazinamid 30 sampai 40 mg/kg secara oral sekali sehari atau 5 hari/minggu, dan etambutol 15 hingga 25 mg/kg secara oral sekali sehari atau 5 hari/minggu
    • Dosis anak < 15 tahun dan ≤ 40 kg, fase lanjutan, rejimen harian: 10 hingga 15 mg/kg per oral/IM sekali sehari selama 4 bulan; berikan kombinasi dengan rifampisin 10 hingga 20 mg/kg per oral/IV sekali sehari
    • Dosis anak, ≥15 tahun atau > 40 kg, Fase intensif: 300 mg (sekitar 5 mg/kg) per oral/IM sekali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari per minggu selama 8 minggu (40 dosis); berikan dalam kombinasi dengan rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) per oral/IV sekali sehari atau 5 hari/minggu; pyrazinamide 1000 mg (40 hingga 55 kg), 1500 mg (56 hingga 75 kg), atau 2000 mg (76 hingga 90 kg) secara oral sekali sehari atau 5 hari/minggu; dan etambutol 800 mg (40 hingga 55 kg), 1200 mg (56 hingga 75 kg), atau 1600 mg (76 hingga 90 kg) secara oral sekali sehari atau 5 hari/minggu
    • Dosis anak, ≥15 tahun atau > 40 kg, Fase lanjutan: 300 mg (sekitar 5 mg/kg) per oral/IM sekali sehari selama 4 bulan (126 dosis); berikan dalam kombinasi dengan rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) secara oral/IV sekali sehari
    • Dosis anak, ≥15 tahun atau > 40 kg, Fase lanjutan, rejimen 3 kali seminggu: 900 mg (sekitar 15 mg/kg) per oral/IM 3 hari/minggu selama 4 bulan (126 dosis); berikan dalam kombinasi dengan rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) per oral/IV 3 hari/minggu, pada hari yang sama isoniazid diberikan.
  • Tuberkulosis tidak aktif
    • Dosis dewasa: 5 mg/kg (maksimal, 300 mg) per oral sekali sehari selama 9 bulan ATAU 15 mg/kg (maksimal, 900 mg) per oral dua kali seminggu sebagai terapi yang diamati langsung selama 9 bulan
    • Dosis dewasa: (Alternatif) 15 mg/kg (dibulatkan hingga 50 atau 100 mg; maksimal, 900 mg) secara oral sekali seminggu dalam kombinasi dengan rifapentin secara oral sekali seminggu selama 12 minggu (dosis rifapentin: 300 mg (10 hingga 14 kg ), 450 mg (14,1 hingga 25 kg), 600 mg (25,1 hingga 32 kg), 750 mg (32,1 hingga 49,9 kg), atau 900 mg (50 kg atau lebih besar)); diberikan hanya sebagai terapi yang diamati langsung
    • Dosis anak: 10 hingga 20 mg/kg (maksimal 300 mg) per oral sekali sehari selama 9 bulan ATAU 20 hingga 40 mg/kg (maksimal 900 mg) per oral dua kali seminggu sebagai terapi yang diamati langsung selama 9 bulan
    • Dosis anak ≥12 tahun (dosis alternatif): 15 mg/kg (dibulatkan hingga 50 atau 100 mg; dosis maksimal 900 mg) secara oral sekali seminggu dalam kombinasi dengan rifapentin secara oral sekali seminggu selama 12 minggu (dosis rifapentin: 300 mg (10 hingga 14 kg), 450 mg (14,1 hingga 25 kg), 600 mg (25,1 hingga 32 kg), 750 mg (32,1 hingga 49,9 kg), atau 900 mg (50 kg atau lebih)); berikan hanya sebagai terapi yang diamati langsung.

Kontraindikasi

Isoniazid sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Penyakit hati akut
  • Riwayat reaksi merugikan parah terhadap isoniazid seperti demam karena obat, menggigil, atau radang sendi
  • Riwayat isoniazid terkait kerusakan hati atau kerusakan hati yang diinduksi obat
  • Hipersensitivitas Isoniazid dan komponen pembuat produk lainnya.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika Anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Isoniazid yang buruk:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam; gatal-gatal; merah, bengkak, melepuh, atau kulit mengelupas dengan atau tanpa demam; mengi; sesak di dada atau tenggorokan; kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara; suara serak yang tidak biasa; atau pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda-tanda gula darah tinggi seperti kebingungan, merasa mengantuk, lebih haus, lebih lapar, buang air kecil lebih sering, kulit memerah, bernafas cepat, atau napas yang berbau seperti buah
  • Tanda-tanda lupus seperti ruam di pipi atau bagian tubuh lainnya, mudah terbakar sinar matahari, nyeri otot atau sendi, nyeri dada atau sesak napas, atau bengkak di lengan atau kaki
  • Rasa terbakar, kesemutan, atau kesemutan yang tidak normal
  • Perubahan penglihatan
  • Demam atau menggigil
  • Nyeri atau pembengkakan sendi
  • Masalah atau kehilangan memori
  • Suasana hati berubah
  • Kejang
  • Memar atau pendarahan apa pun
  • Merasa sangat lelah atau lemah
  • Perubahan dalam berpikir jernih dan dengan logika.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas Anda:

  • Perut kembung dan muntah

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila Anda mengonsumsi Isoniazid. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memdiberikan penjelasan mengenai efek samping obat Isoniazid.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba dan penelitian pada ibu hamil menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain).

Pemberian Isoniazid pada ibu menyusui, cocok (kompatibel) terhadap bayi. Risiko efek obat pada bayi yang menyusui minimal.

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap Isoniazid atau bagian lain dari obat ini
    • Jika Anda alergi terhadap obat-obatan seperti ini, obat-obatan lain, makanan, atau zat lain. Katakan kepada dokter Anda tentang alergi dan tanda-tanda apa yang Anda miliki, seperti ruam; gatal-gatal; gatal; sesak napas; mengi; batuk; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan; atau tanda-tanda lainnya
    • Jika Anda memiliki efek samping yang sangat buruk ketika mengonsumsi isoniazid di masa lalu, seperti masalah hati, demam karena obat, menggigil, atau radang sendi
    • Jika Anda memiliki masalah hati saat mengkonsumsi beberapa obat lain di masa lalu.
  • Bicarakan dengan dokter Anda sebelum Anda minum anggur
  • Konsumsi vitamin B6 (pyridoxine) seperti yang diperintahkan oleh dokter Anda
  • Jika Anda memiliki gula darah tinggi (diabetes), Anda harus memperhatikan gula darah Anda dengan cermat
  • Lakukan pemeriksaan mata seperti yang telah diberitahukan oleh dokter Anda
  • Beberapa makanan dan minuman seperti keju dan anggur merah, bila diminum dengan obat ini, dapat menyebabkan efek yang sangat berisiko seperti tekanan darah tinggi yang tiba-tiba. Untuk menghindari masalah ini, dapatkan daftar makanan yang harus dihindari selama Anda mengonsumsi obat ini
  • Katakan kepada dokter Anda jika Anda hamil atau merencanakan kehamilan. Anda perlu membicarakan manfaat dan risiko menggunakan obat ini saat Anda hamil
  • Katakan kepada dokter Anda jika Anda menyusui. Anda perlu membicarakan risiko apa pun pada bayi Anda.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Isoniazid telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Isoniazid. Obat tersebut antara lain:

  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Levodopa
    • Acetaminophen
    • Carbamazepine
    • Glimepiride
    • Domperidone
    • Amiodarone
    • Tegafur
    • Piperaquine
    • Eliglustat.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Meperidine
    • Enflurane
    • Phenytoin
    • Warfarin
    • Diazepam
    • Disulfiram
    • Aminosalicylic Acid
    • Valproic Acid
    • Sevoflurane
    • Cycloserine
    • Alprazolam
    • Estazolam
    • Lomitapide
    • Clopidogrel
    • Vaksin BCG Hidup.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat ringan)
    • Theophylline
    • Antacids
    • Prednisolone
    • Prednisone.

Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembap. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk sediaan sirup simpan pada suhu ruangan atau lemari es. Buang sisa sirup bila tidak digunakan setelah 4 minggu.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini

RE/PJ/MA

Referensi