Intususepsi; Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Intususepsi

 

 

Intususepsi merupakan sebuah kondisi ketika dinding usus yang saling tumpang tindih dan menekan satu sama lain. Penyakit ini umumnya menyerang anak kecil karena adanya perubahan menu makanan pada bayi berusia kurang dari 9 bulan, dari makanan cair menjadi makanan padat.

Mengenal Intususepsi

Intususepsi adalah keadaan di mana suatu bagian usus masuk ke dalam rongga usus yang lainnya dan merupakan penyebab tersering terjadinya sumbatan karena terdapat dinding usus yang saling tumpang tindih dan menekan satu sama lain. Hal ini umumnya terjadi karena pergerakan usus yang berlebihan sehingga gerakan usus menjadi kacau dan tidak tersingkronisasi.

Umumnya penyakit ini menyerang anak-anak, tetapi ada beberapa kasus bahwa dewasa juga dapat terkena. Pada anak, hanya 5% yang ditemukan terdapat adanya kelainan di ususnya yang menjadi penyebab intususepsi, sedangkan 95% sisanya sampai saat ini penyebabnya tidak diketahui.

Kejadian intususepsi pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun cukup tinggi angkanya, yaitu 70% di mana puncak kejadian tertinggi umumnya di usia 5 dan 9 bulan kehidupan dengan perbandingan rasio penderita laki-laki lebih banyak dibanding perempuan yaitu 3 : 2. Intususepsi merupakan kondisi penyakit gawat darurat yang bila dibiarkan atau tidak ditangani secara cepat dapat menjadi komplikasi yang serius.

Penyebab

Intususepsi yang terjadi pada anak, sampai saat ini masih belum dapat ditemukannya titik terang dan penjelasan yang memadai mengenai ada yang menjadi penyebabnya utama kejadian ini secara jelas. Tetapi berdasarkan penelitian didapatkan pada penderita yang berusia lebih dari dua tahun, umumnya disebabkan oleh penyakit lain yang memudahkan terjadinya intususepsi. Adapun penyakit-penyakit tersebut adalah polip, divertikel, tumor limfoma, dan hemangioma.

Intususepsi juga dapat terjadi pada orang dewasa, yang umumnya disebabkan oleh suatu tumor, baik tumor jinak maupun ganas, kejadian usus buntu, riwayat operasi di bagian perut sebelumnya, diare, dan riwayat benturan pada bagian perut.

Faktor resiko

Terdapat beberapa faktor yang turut pula menyebabkan intususepsi mudah terjadi dan faktor-faktor tersebut sangat sering ada disekitar kita. Adapun faktor-faktor tersebut adalah:

  1. Penggunaan obat penghambat pergerakan usus yang sering digunakan pada kasus diare anak.
  2. Pemberian makanan padat dan keras kepada bayi yang berusia kurang dari 4 bulan.
  3. Perubahan atau peralihan pola pemberian makanan cair ke makanan padat pada bayi usia 4 bulan sampai 9 bulan.
  4. Tradisi mengurut atau memijat perut bayi
Gejala

Intususepsi pada anak menunjukkan gejala seperti nyeri perut yang hilang timbul, biasanya berlangsung 15-20 menit. Di saat munculnya nyeri, umumnya anak akan mengangkat kedua tungkainya sampai ke perut.

Gejala khas yang muncul, yaitu adanya kotoran yang bercampur dengan lendir dan darah. Kedua gejala utama  ini dapat disertai pula gejala yang lainnya, yaitu perut kembung, muntah, diare, demam, dan kekurangan cairan  tubuh atau dehidrasi.

Diagnosis

Diagnosis medis oleh dokter umumnya tidak sulit karena dilihat dari kondisi anak yang sebelumnya baik, namun mengalami nyeri hebat yang semakin memburuk secara mendadak. Apabila dalam melakukan wawancara medis ditemukan keterangan berupa pemijatan pada bagian perut dan pemberian makanan padat tidak tepat waktu (umumnya dibawah 4 bulan), maka kemungkinan intususepsi bisa saja terjadi.

Pada pemeriksaan fisik terdapat gejala khas yang muncul, yaitu adanya benjolan keras berbentuk seperti sosis dan dapat bergerak-gerak pada bagian perut yang dapat dirasa dengan jelas oleh tangan. Selain itu, terdapat pula lendir bercampur dengan darah pada kotoran yang apabila tidak muncul maka akan diperiksa dengan cara mencolokkan jari ke anus untuk mengecek ada tidaknya fenomena ini.

Pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen perut yang dilengkapi zat kontras dapat menunjukkan adanya sumbatan serta lokasi dari intususepsi. Adapun pemeriksaan lain yang dapat dilakukan, yaitu dengan ultrasonografi dan CT scan.

Penanganan

Pada pasien anak yang memiliki kecurigaan adanya intususepsi, maka harus segera dilakukan pemasangan selang lambung pada saat pertama. Hal ini sangat penting untuk mencegah masuknya cairan lambung ke paru-paru serta dapat dievaluasi jenis cairannya. Dilanjutkan dengan pemberian infus agar mencegah dehidrasi pada anak.

Penggunaan zat kontras dapat menjadi pilihan pertama dalam penanganan dan diagnosis. Tetapi umumnya hal ini sulit membuahkan hasil karena kecenderungan pasien sudah terlambat datang untuk bantuan medis dan harus dilakukan pembedahan di kamar operasi.

Adapun pencegahan agar hal ini tidak terjadi dapat dilakukan dengan cara tidak melakukan pemijatan ataupun urut pada perut anak serta sangat dilarang untuk pemberian makanan padat kepada anak di bawah usia 4 bulan.

Komplikasi

Seperti telah dijelaskan bahwa intususepsi dapat menyebabkan sumbatan di saluran pencernaan dan dari sumbatan ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi lanjutan berupa kekurangan cairan tubuh, muntah-muntah yang menjadikan elektrolit tidak stabil, kerusakan dinding usus yang bila sampai pecah akan menyebabkan infeksi luas dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Prognosis

Karena kondisinya begitu cepat dan sangat membahayakan, maka intususepsi termasuk kelompok penyakit gawat darurat yang harus segera dikenali secara cepat dan tepat. Jika terlambat diatasi maka akan timbul komplikasi berat dan menyebabkan kematian. Adapun bila sudah dilakukan penanganan secara cepat dan optimal sudah ditempuh, pasien dengan riwayat intususepsi sebelumnya dapat tekena kejadian yang sama untuk kedua kalinya selama periode perawatan.

 

Baca juga:

 

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung di smartphone Anda. Tunggu apalagi, segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

PJ/TP

Referensi