Intoleransi Laktosa ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah kumpulan gejala yang ditandai oleh satu atau lebih gejala seperti sakit perut, diare, mual, kembung setelah mengonsumsi laktosa atau makanan yang mengandung laktosa.

Mengenal Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah kumpulan gejala yang ditandai oleh satu atau lebih gejala seperti sakit perut, diare, mual, kembung setelah mengonsumsi laktosa atau makanan yang mengandung laktosa.

Laktosa adalah bagian gula yang terdapat pada susu dan produk susu mamalia (contoh sapi, kambing, kuda). Normalnya manusia tidak dapat menyerap laktosa sehingga usus kecil yang akan memproduksi enzim yang memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa sehingga dapat diserap tubuh.

Orang- orang yang mengalami intoleransi laktosa biasanya akan mengalami gejala gangguan pencernaan. Jumlah laktosa yang dapat menyebabkan gejala bervariasi di tiap orang bisa dengan minum 2 gelas susu muncul gejala atau dengan 2 sendok susu saja sudah muncul gejala.

Beberapa orang terkadang sering menyamakan antara intoleransi laktosa dan alergi susu sapi. Gejala kedua penyakit memang mirip akan tetapi sebenarnya mereka berbeda. Pada alergi susu sapi yang terjadi adalah alergi terhadap protein di susu sapi  sehingga baik sedikit atau banyak sama sama berbahaya.

Epidemiologi

  • Intoleransi laktosa sering terjadi pada orang orang Eropa Utara, Afrika barat dan Asia. 2-5% pada Eropa Utara (Skandinavia, Inggris dan Jerman), 17% Finlandia dan Jerman,  50% daerah Amerika Selatan dan Eropa, serta 90% pada daerah Asia Tenggara
  • Resiko antara laki laki dan perempuan sama
  • Intoleransi laktosa biasa terjadi pada usia remaja atau dewasa,  pada anak anak jarang terjadi pada usia kurang dari 5 tahun. Hal ini kadang salah diartikan oleh ibu-ibu ataupun dokter sehingga menyamakan antara intoleransi laktosa dan alergi susu sapi. Intoleransi laktosa dapat terjadi pada usia kurang dua tahun namun biasanya bersifat sementara dan tidak menunjukkan gejala yang menetap.

Penyebab

Laktosa yang tidak bisa diserap oleh tubuh harus dipecah dahulu menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim. Bila enzim menurun atau tidak ada maka laktosa tidak dapat diserap, ia akan pergi menuju ke usus besar dan berdiam di sana.

Laktosa yang berdiam itu membahayakan karena mengganggu kerja usus juga memproduksi gas dan asam dalam perut yang menyebabkan BAB cair, asam, berbusa dan berbau busuk. Keadaan ini menyebabkan perut terasa begah dan keinginan untuk selalu buang angin.

Gejala

Intoleransi laktosa kadang tidak bergejala atau malah menunjukkan banyak gejala. Berat atau ringan gejala yang diperlihatkan tergantung dari enzim yang ada di tubuh, jumlah laktosa yang kita minum atau makan, cara mengonsumsi, serta kecepatan tubuh dalam memproses makanan. Jadi bisa saja pada beberapa orang gejala muncul setelah 30 menit namun beberapa orang lain muncul setelah berjam-jam.

Beberapa gejala klinis yang diperlihatkan adalah

  1. Diare dari ringan hingga berat
  2. Mual dan Muntah
  3. Sakit Perut
  4. Perut terasa keras dan kaku
  5. Kembung
  6. Sering buang angin
  7. Kemerahan pada anus.

Diagnosis

Cara termudah mendiagnosis intoleransi laktosa adalah dengan tidak memakan makanan yang mengandung laktosa. Gejala akan timbul kembali apabila diberikan kembali makanan yang mengandung laktosa.

Selain itu diagnosis intoleransi laktosa juga ditegakkan dengan beberapa pemeriksaan penunjang, yaitu :

  1. Analisis tinja
    Cara ini merupakan uji diagnostik yang palingsederhana, prinsipnya adalah ditemukan asam dan bahan pereduksi dalam tinja setelah minum atau makan yang mengandung laktosa.
  2. Uji toleransi laktosa
    Uji ini bersifat kuantitatif dengan mengukur gula darah pada pasien yang telah mengonsumsi laktosa.
  3. Pemeriksaan radiologis minum barium-laktosa
    Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan memberi minum barium yang telah dicampur denganlarutan laktosa sebelumnya. Pemeriksaan ini sudah jarang dilakukan, karena adanya paparan terhadap radiasi.
  4. Ekskresi galaktosa pada urin
    Galaktosa adalah produk pecahan laktosa yang biasanya ditemukan di urin. Tes ini dilakukan untuk melihat banyak galaktosa di urin.
  5. Uji hidrogen napas
    Dasar metoda ini adalah mengukur kadar gas hidrogen yang dikeluarkan melalui  napas, sebagai hasil fermentasi laktosa. Makin banyak hidrogen yang terukur berarti makin banyak laktosa yang tidak diabsorpsi di usus halus.
  6. Biopsi usus dan pengukuran aktivitas laktase
    Metode ini merupakan pemeriksaan aktivitas laktase. Biopsi mukosa usus dapat dilakukan secara endoskopi atau peroral.

Penanganan

Penanganan yang paling penting pada penderita intoleransi laktosa adalah mengurangi atau menghindari makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada beberapa orang yang hanya membatasi makanan mereka ada juga yang harus menghindari makanan mengandung laktosa.

Makanan yang diperbolehkan/dianjurkan:

  • Susu olahan bebas laktosa (susu beras atau susu kedelai)
  • Sayuran hijau
  • Ikan salmon atau sarden
  • Jamur
  • Lemak ikan
  • Jus jeruk
  • Sereal
  • Coklat (bubuk kakao) .

Makanan yang harus dihindari/dibatasi

  • Susu (sapi, kambing, kuda)
  • Keju
  • Yoghurt
  • Es krim
  • Roti, biscuit, pancake, waffle
  • Keripik kentang atau jagung dalam bentuk snack.

Hati hati pada setiap makanan sebaiknya cek makanan atau label makanan apakah mengandung:

  • Susu
    • Lactosa
    • Whey
    • Curds
    Milk by-products
    Nonfat dry milk powder

Untuk obat-obatan tidak ada obat spesifik untuk mengatasi intoleransi laktosa hanya saja beberapa obat kadang diresepkan oleh dokter untuk mengobati gejala seperti diare, perut kembung, mual dan muntah. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi gejala intoleransi laktosa.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

JJ/MA

Referensi