Intoksikasi Alkohol ; Penyebab, Gejala dan Penanganan  

Intoksikasi alkohol 

Intoksikasi alkohol atau keracunan alkohol adalah sebuah kejadian yang berbahaya. Ini dapat terjadi bila seseorang minum alkohol dalam jumlah banyak; pada waktu yang singkat. Minum terlalu banyak dan terlalu cepat dapat mempengaruhi pernapasan, detak jantung, suhu tubuh, dan refleks muntah.

 

Mengenal Intoksikasi Alkohol

Intoksikasi alkohol atau keracunan alkohol adalah sebuah kejadian yang berbahaya. Ini  dapat terjadi bila seseorang minum alkohol dalam jumlah banyak; pada waktu yang singkat. Minum terlalu banyak dan terlalu cepat dapat mempengaruhi pernapasan, detak jantung, suhu tubuh, dan refleks muntah sehingga  berpotensi menyebabkan koma dan kematian.

Keracunan alkohol umum terjadi di masyarakat modern, terutama karena ketersediaan minuman ini tergolong di jual bebas di pasaran. Lebih dari 8 juta orang Amerika diyakini tergantung pada alkohol sehingga 15% dari populasi dianggap berisiko. Keracunan alkohol dapat terjadi ketika orang dewasa atau anak-anak secara tidak sengaja atau dengan sengaja meminum produk rumah tangga yang mengandung alkohol. Seseorang dengan keracunan alkohol membutuhkan penanganan medis dengan cepat dan tepat.

Penyebab

Alkohol adalah istilah umum untuk etanol, yang merupakan jenis alkohol khusus yang dihasilkan oleh fermentasi banyak bahan makanan. Jenis alkohol lain yang umumnya tersedia seperti metanol (umumnya bahan pembersih kaca), alkohol isopropil (alkohol gosok), dan etilena glikol (larutan antibeku mobil) sangat beracun ketika ditelan, bahkan dalam jumlah kecil.

Yang terjadi pada fungsi otak akibat alkohol adalah alkohol meningkatkan efek dari neurotransmitter alami tubuh termasuk GABA (asam butirat gamma amino). Neurotransmiter adalah zat yang secara kimia menghubungkan sinyal dari satu saraf ke saraf berikutnya yang memungkinkan sinyal mengalir di sepanjang jalur saraf. Neurotransmitter penghambat (GABA) mengurangi aliran sinyal ini di otak. Hal ini menjelaskan bagaimana alkohol menekan aktivitas mental dan fisik seseorang.

Seorang pria dapat dikatakan keracunan alkohol bila mengonsumsi lima atau lebih minuman beralkohol dalam waktu dua jam. Sedangkan untuk seorang wanita dapat dikatakan keracunan alkohol jika mengonsumsi setidaknya empat minuman dalam waktu dua jam. Satu minuman didefinisikan sebagai:

  • 355 mililiter bir biasa (sekitar 5 persen alkohol)
  • 237 – 266 mililiter minuman keras malt (sekitar 7 persen alkohol)
  • 148 mililiter anggur (sekitar 12 persen alkohol)
  • 44 mililiter dari minuman keras 80 (sekitar 40 persen alkohol).

Minuman campuran mungkin mengandung lebih dari satu porsi alkohol dan membutuhkan waktu lebih lama untuk di metabolisme di hepar (hati).

Faktor Risiko

Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko intoksikasi alkohol adalah:

  • Tinggi dan berat badan
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan
  • Penggabungan alkohol dengan obat lain
  • Persentase alkohol dalam minuman
  • Tingkat dan jumlah konsumsi alkohol
  • Tingkat toleransi seseorang terhadap alkohol.
Gejala

Tanda dan gejala intoksikasi alkohol termasuk:

  • Kebingungan
  • Muntah
  • Kejang
  • Pernapasan lambat (<8 napas per menit)
  • Pernapasan tidak teratur (jarak antaranapas satu dengan yang lain lebih dari 10 detik)
  • Kulit berwarna biru atau kulit pucat
  • Suhu tubuh rendah (hipotermia)
  • Tidak sadar dan tidak bisa dibangunkan.

Tindakan/pertolongan medis tidak perlu menunggu semua tanda atau gejala di atas terjadi.  Seseorang yang tidak sadar atau tidak dapat terbangun akibat keracunan alkohol, berisiko untuk mengalami kematian.

Diagnosis

Dokter akan menilai seseorang yang dicurigai keracunan alkohol melalui beberapa pertanyaan medis dan memberikan perawatan yang sesuai. Teman atau keluarga yang mendampingi orang yang mabuk (atau orang yang dicurigai mabuk) ke rumah sakit dapat memberikan informasi yang sangat penting mengenai kejadian baru-baru ini serta riwayat medis masa lalu.

Penilaian kondisi medis pada orang yang mabuk bisa sangat rumit, dokter perlu menilai status penyakit medis kronis orang tersebut ditambah efek dari penyakit akut dan cedera. Diagnosis dan pemeriksaan lebih lanjut seperti tes darah diperlukan untuk mendukung diagnosis ataupun menyingkirkan kondisi lain yang gejalanya mirip keracunan alkohol.

Jika terjadi upaya bunuh diri, elektrokardiogram dan pemeriksaan toksikologi dasar, termasuk pengukuran konsentrasi salisilat dan asetaminofen, menjadi penting. Selain itu, jika konsumsi alkohol beracun dicurigai, tingkat etanol serum dan elektrolit dasar, termasuk tingkat bikarbonat serum sangat penting. Dalam situasi seperti ini, kadar serum alkohol sangat membantu memilih terapi yang tepat.

Penanganan

Penanganan intoksikasi alkohol biasanya melibatkan perawatan suportif sementara tubuh dengan sendirinya menyingkirkan alkohol. Penanganan umum yang biasanya dilakukan:

  • Observasi tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, suhu tubuh)  dengan cermat
  • Mencegah masalah pernapasan atau tersedak
  • Terapi oksigen
  • Cairan diberikan melalui pembuluh darah (intravena) untuk mencegah dehidrasi
  • Pemberian glukosa (dextrose) untuk membantu mencegah komplikasi serius keracunan alcohol
  • Vitamin B (asam folat, piridoksin, tiamin) dapat membantu pada beberapa kasus untuk mengurangi dampak beracun dari metabolit alkohol.

Orang dewasa dan anak-anak yang tidak sengaja mengonsumsi metanol atau alkohol isopropil mungkin memerlukan hemodialisis (cuci darah) untuk mempercepat penghapusan alkohol dari aliran darah.

Komplikasi

Komplikasi yang parah dapat terjadi akibat intoksikasi alkohol, termasuk:

  • Alkohol dapat menyebabkan muntah. Seseorang dengan penurunan kesadaran berisiko muntah tersedak
  • Henti napas. Secara tidak sengaja menghirup muntahan ke paru-paru dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berbahaya atau fatal (sesak napas).
  • Dehidrasi berat. Muntah dapat menyebabkan dehidrasi berat, yang menyebabkan tekanan darah sangat rendah dan detak jantung cepat.
  • Tingkat gula darah seseorang mungkin turun cukup rendah untuk menyebabkan kejang.
  • Suhu tubuh seseorang mungkin turun sangat rendah sehingga menyebabkan serangan jantung.
  • Detak jantung tak teratur. Keracunan alkohol dapat menyebabkan jantung berdetak tidak teratur atau bahkan berhenti.
  • Kerusakan otak. Minum berat dapat menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki.
  • Setiap masalah di atas dapat menyebabkan kematian.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

 

AQ/PJ/MA

Referensi