Ini Dia Cara Kerja Pencernaan Saat Berpuasa

Cara kerja pencernaan

Cara kerja pencernaan saat berpuasa ; Beban kerja dari sistem pencernaan Anda akan berkurang dari biasanya. Saat berpuasa di bulan Ramadhan, sistem pencernaan akan bekerja seperti biasanya saat Anda makan sahur. 

 

Go Dok – Dengan datangnya bulan Ramadhan, maka umat Muslim menjadi wajib dalam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Nah, saat mulai menjalankan ibadah puasa, tubuh Anda mengalami beberapa perubahan. Salah satu perubahan yang terjadi pada tubuh Anda adalah kinerja dari sistem pencernaan saat berpuasa.

Cara kerja sistem pencernaan Anda di kala menjalankan ibadah puasa tentu saja berbeda dengan di hari-hari biasanya. Hal ini terutama disebabkan oleh berubahnya pola makan dan jadwal makan Anda sehari-hari. Nah, bagaimanakah kinerja pencernaan saat berpuasa? Untuk menjawabnya, yuk simak penjelasan lengkap berikut ini!

Cara kerja sistem pencernaan secara normal

Untuk memahami cara kera sistem pencernaan saat berpuasa, pertama-tama Anda harus memahami terlebih dahulu bagaimana cara kerja sistem pencernaan Anda dalam keadaan normal. Saat Anda tidak tengah menjalani puasa, tubuh dan sistem pencernaan Anda bereaksi dengan cara biasa jika Anda makan. Saat makanan masuk ke dalam tubuh, sistem pencernaan Anda akan memecah makanan menjadi glukosa untuk kemudian dijadikan energi bagi tubuh.

Lalu, bagaimana kinerja pencernaan saat berpuasa?

Tentunya saat Anda tengah berpuasa, beban kerja dari sistem pencernaan Anda akan berkurang dari biasanya. Saat berpuasa di bulan Ramadhan, sistem pencernaan akan bekerja seperti biasanya saat Anda makan sahur. Selama 8 jam setelah makan sahur, sistem pencernaan akan merubah makanan yang Anda makan saat sahur menjadi glukosa untuk energi tubuh. Setelah itu, tubuh Anda akan masuk ke dalam mode puasa, di mana usus telah selesai menyerap nutrisi dari makanan terakhir tersebut. Pada mode puasa ini, kadar gula darah Anda akan mulai menurun.

Jika dalam keadaan normal, glukosa tubuh Anda yang tersimpan di hati dan otot-otot (glycogen), akan menggantikan peran glukosa yang datang dari makanan. Glycogen inilah yang kemudian digunakan tubuh Anda untuk memberikan energi pada otak dan bagian tubuh lainnya. Sementara itu, pada saat ini, karena tidak perlu mencerna apapun (8 jam setelah sahur), sistem pencernaan Anda akan beristirahat dan melambatkan kinerjanya.

Saat puasa makanan berlanjut hingga sore hari, dan glycogen sudah habis digunakan oleh tubuh, maka tubuh akan mencari sumber energi lain, yang datang dari lemak tubuh. Penggunaan lemak sebagai sumber energi tubuh inilah yang akan mengurangi kadar lemak jahat dan kolesterol yang ada di tubuh Anda, sekaligus menurunkan berat badan.

Energi yang berasal dari lemak bisa bertahan lebih dari 24 jam, dan jika Anda terus berpuasa hingga berhari-hari (tanpa mengonsumsi makanan apapun), maka saat lemak tubuh habis, tubuh akan beralih dengan mulai menggunakan protein tubuh sebagai sumber energi. Saat tubuh mulai menggunakan simpanan protein, maka Anda akan memasuki mode kelaparan.

Meski begitu, tentu berpuasa di bulan Ramadhan tidak akan membuat Anda mencapai mode kelaparan. Pasalnya, Anda hanya berpuasa dari waktu subuh hingga senja, dan puasa yang Anda jalani diakhiri setiap harinya. Karenanya, energi yang dibutuhkan dan digunakan oleh tubuh bisa diganti dengan glukosa dari makanan sahur dan makanan berbuka.

Saat berbuka, sistem pencernaan yang kinerjanya melambat selama hampir seharian, akan kembali aktif untuk mencerna makanan. Meski begitu, pencernaan Anda tidak bisa mendadak sanggup mengolah dan mencerna makanan berat dalam jumlah besar. Sistem pencernaan Anda butuh waktu, dan karenanya Anda tidak dianjurkan untuk langsung makan berat. Mulailah berbuka dengan kurma, buah-buahan, atau makanan ringan lainnya, dan tunggulah 1 – 2 jam untuk mulai mengonsumsi makanan berat.

Apa pengaruh puasa bagi sistem pencernaan?

Sejatinya, berpuasa memberikan efek positif bagi kondisi sistem pencernaan Anda. Pasalnya, puasa memberi waktu pada sistem pencernaan Anda untuk beristirahat, sehingga dapat mengurangi risiko atau menyembuhkan masalah kesehatan pada pencernaan. Selain itu, puasa juga dapat menguatkan sistem pencernaan Anda. Hebat, bukan?

Nah, itu dia serba-serbi cara kerja sistem pencernaan saat berpuasa yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Atasi permasalahan kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya jawab seputar penanganannya dengan Tim Dokter Go Dok. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi

Fasting Healthily This Ramadan


https://www.medicalnewstoday.com/articles/295914.php
https://www.livestrong.com/article/506720-what-does-fasting-do-to-your-system/