Influenza (Flu) ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Influenza

 

Go DokPenyakit influenza pasti sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita, ya. Mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa pasti pernah mengalami hal ini. Lalu, seperti apa gejala dan penanganan influenza secara lengkap? Yuk, simak artikel berikut ini.

Mengenal Influenza

Penyakit influenza -biasa dikenal juga dengan istilah flu, sering rancu dengan common cold atau selesma. Kedua penyakit ini sama-sama menyerang sistem pernafasan dan memiliki gejala yang mirip seperti nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, batuk, dan sebagainya. Perbedaan antara kedua penyakit ini ialah terdapat pada virus penyebabnya. Selesma disebabkan oleh virus golongan rhinoviridae seperti coronavirus, respiratory syncytial virus, influenza, dan parainfluenza, sedangkan influenza disebabkan oleh virus influenza yang memiliki berbagai tipe, yaitu tipe A, B, dan C. Ketiga tipe virus influenza ini dapat ditemukan pada manusia, tetapi virus influenza tipe A juga dapat menginfeksi hewan dan lebih sering menyebabkan wabah (seperti H5N1, H1N1, H1N2, dan H1N3).

Penyebab dan cara penularan

Penyakit flu merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penularan lebih sering terjadi saat pergantian musim seperti musim pancaroba di Indonesia. Oleh sebab itu, penyakit ini sering dikenal dengan istilah seasonal flu. Seseorang dapat tertular flu bila terdapat kontak fisik dengan penderita flu lainnya seperti bersentuhan atau menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi dengan virus. Selain itu, penularan juga dapat terjadi dari udara akibat seseorang bersin atau batuk. Setelah virus menyebar ke bagian hidung atau tenggorokan, sistem imun tubuh akan melawan virus tersebut. Apabila sel darah putih dalam tubuh sudah mengenali tipe virus yang masuk, maka sistem imun akan mudah melawan virus tersebut. Apabila tipe virus tersebut belum dikenali, maka sistem imun akan melawan virus dan membentuk memori yang akan mengenali virus di kemudian hari. Namun, bila sistem imun tubuh lebih lemah dari virus, maka tubuh akan mengeluarkan tanda dan gejala flu seperti demam, hidung tersumbat atau pilek, nyeri tenggorok, dan sebagainya.

Gejala

Penyakit ini memiliki gejala antara lain:

  • Demam (menggigil/meriang)
  • Batuk
  • Nyeri tenggorokan
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Nyeri otot
  • Nyeri kepala
  • Lemas
  • Pada beberapa orang dapat terjadi muntah dan diare (lebih sering pada anak).
Diagnosis

Selain berdasarkan anamnesis gejala serta pemeriksaan fisik, diagnosis penyakit ini ditegakkan dengan pemeriksaan darah. Namun, pemeriksaan darah untuk penyakit ini hanya diperlukan bila terjadi wabah, penyakit yang lebih parah, atau terdapat komplikasi.  Influenza Diagnostic Test (RIDT). RIDT bekerja dengan mengenali antigen virus ya

Pemeriksaan darah yang dapat dilakukan salah satunya ialah Rapid yang memicu respon imun. Hasil pemeriksaan didapatkan 10-15 menit kemudian. Selain itu, terdapat rapid molecular assay yang mendeteksi materi genetik virus. Hasil didapatkan 15-20 menit dan lebih akurat dibandingkan dengan RIDT.

Standar diagnostik untuk virus influenza A dan B ialah dengan kultur virus dari nasofaring atau tenggorokan.

Penanganan

Penyakit flu biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Apabila daya tahan tubuh baik, maka penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya (biasanya gejala hilang hingga 3 hari). Istirahat, konsumsi buah dan sayur, serta meningkatkan konsumsi cairan dapat menjadi langkah pertama yang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus influenza. Selain itu, obat yang mengurangi gejala seperti obat penurun panas, batuk, atau pilek juga dapat digunakan.

Komplikasi

Penyakit ini biasanya akan sembuh sendiri selama beberapa hari (kurang dari seminggu). Namun, pada beberapa orang dapat terjadi komplikasi bahkan hingga menyebabkan kematian. Hal ini dapat bergantung dari tipe virus influenza yang menyerang tubuh atau pada pasien dengan risiko tinggi seperti usia >65 tahun, pasien dengan penyakit kronik (diabetes, penyakit jantung, asma), ibu hamil, dan anak-anak.

Komplikasi yang sering terjadi ialah pneumonia, bronchitis, sinusitis, dan infeksi telinga. Sebelum terjadi komplikasi penyakit yang dapat memperburuk keadaan kesehatan, perlu diketahui beberapa emergency warning sign pada penyakit influenza, seperti:

  1. Pada anak: nafas cepat atau sesak nafas, warna kulit membiru (sianosis), tidak mau minum, selalu ingin tidur, rewel, gejala awal yang sembuh kemudian muncul kembali dengan gejala demam dan batuk yang lebih parah, serta adanya demam dengan ruam.
  2. Pada dewasa: sesak nafas, nyeri bagian dada atau abdomen, pusing tiba-tiba, confusion(bingung terhadap lingkungan sekitar), muntah yang berat atau menetap, gejala demam dan batuk yang memberat.
  3. Pada bayi: tidak mau menyusu, sesak nafas, gejala dehidrasi berat.
Pencegahan

Penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Seperti yang diketahui bahwa virus ini sangat mudah bermutasi, sehingga tiap tahunnya terdapat vaksin baru untuk strain yang berbeda. Hal ini membuat vaksinasi influenza perlu dilakukan setiap tahun. Vaksinasi dapat dilakukan mulai dari usia 6 bulan ke atas. Vaksinasi influenza direkomendasikan untuk :

  • Wanita hamil
  • Usia ≥ 50 tahun
  • Seseorang dengan penyakit kronik.

Nah, setelah membaca artikel tadi, semakin jelas bukan seperti apa penyakit influenza itu?! Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Dapatkan tips-tips kesehatan lainnya dari Tim dokter, langsung dari Smartphone. Yuk, Download aplikasi Go Dok.

 

AM/PJ/MA

Referensi