Impotensi; Penyebab, Gejala, dan Penanganan

impotensi

 

 

Impotensi merupakan kondisi di mana seorang pria kehilangan kemampuan untuk mempertahankan ereksi ketika sedang melakukan hubungan seksual yang disebabkan oleh adanya gangguan pada aliran darah yang mengarah ke penis. Risiko terjadinya impotensi semakin besar seiring bertambahnya usia.

Mengenal Impotensi

Impotensi atau sering disebut sebagai disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang cukup kuat selama hubungan intim/hubungan seks berlangsung. Keadaan ini tentunya mengganggu aktivitas seksual penderitanya.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, sekitar 30 juta pria Amerika mengalami impotensi. Kemungkinan terjadinya impotensi meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, tidak berarti seseorang pasti mengalami impotensi seiring bertambahnya usia. Secara umum dapat disimpulkan semakin sehat tubuh, semakin baik pula fungsi seksualnya.

Penyebab

Secara fisiologi, ereksi adalah hasil dari peningkatan aliran darah ke penis. Aliran darah biasanya dirangsang oleh pikiran seksual atau kontak langsung pada penis. Ketika seorang pria menjadi bersemangat secara seksual, otot-otot di penisnya menjadi rileks.

Relaksasi ini menyebabkan peningkatan aliran darah melalui arteri penis. Darah ini mengisi dua kamar di dalam penis yang disebut corpora cavernosa. Saat ruangan-ruangan dipenuhi dengan darah, penis akan kaku.

Ereksi berakhir ketika otot berkontraksi dan darah yang terakumulasi dapat mengalir keluar melalui vena di penis. Sedangkan, impotensi dapat terjadi karena masalah pada setiap proses ereksi tersebut.

Faktor Resiko

Seiring bertambahnya usia, pencapaian ereksi mungkin memerlukan waktu lebih lama. Selain usia, berbagai faktor risiko dapat berkontribusi pada disfungsi ereksi, termasuk:

  • Kondisi medis, terutama diabetes atau penyakit jantung
  • Penggunaan tembakau, yang membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Perawatan medis tertentu, seperti pembedahan prostat atau pengobatan radiasi untuk kanker
  • Cedera, terutama jika terjadi kerusakan pada saraf atau arteri yang mengontrol ereksi
  • Obat-obatan, termasuk antidepresan, antihistamin dan obat-obatan untuk mengobati tekanan darah tinggi, nyeri atau prostat
  • Kondisi psikologis, seperti stres, kecemasan atau depresi
  • Penggunaan narkoba dan alkohol, terutama pada pengguna narkoba jangka panjang atau peminum berat
Gejala

Gejala yang muncul pada penderita impoten adalah bila seseorang berulang kali mengalami:

  • Sulit mencapai ereksi
  • Sulit mempertahankan ereksi selama melakukan aktivitas seksual
  • Minat seks menurun

Gangguan seksual lain yang terkait dengan impotensi termasuk:

Diagnosis

Bagi banyak pria, pemeriksaan fisik dan riwayat medis adalah semua yang diperlukan bagi seorang dokter untuk mendiagnosis disfungsi ereksi dan merekomendasikan perawatan. Pemeriksaan fisik yang dilakukan berupa pemeriksaan jantung dan paru-paru, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan testis dan penis.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan dubur untuk memeriksa prostat. Selain itu, jika dokter curiga ada kondisi kesehatan yang mungkin terlibat, mungkin diperlukan tes darah atau urin untuk mengesampingkan kondisi lain

Tes untuk kondisi yang mendasarinya mungkin termasuk:

  • Pemeriksaan fisik

Ini mungkin termasuk pemeriksaan seksama pada penis dan buah zakar dan memeriksa saraf untuk mengecek sensasi.

  • Tes darah

Tes ini diperlukan untuk memeriksa tanda-tanda penyakit jantung, diabetes, kadar testosteron rendah, dan kondisi kesehatan lainnya.

  • Tes urine (urinalisis)

Seperti tes darah, tes urin digunakan untuk mencari tanda-tanda diabetes dan kondisi kesehatan lain yang mendasarinya.

  • Ultrasound

Tes ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis. Ini dilakukan untuk mencari tahu masalah aliran darah. Tes ini kadang dikombinasi dengan menyuntikkan obat ke penis untuk merangsang aliran darah dan menghasilkan ereksi.

  • Tes psikologi

Dokter akan mengajukan pertanyaan untuk memeriksa apakah ada tanda depresi dan kemungkinan penyebab psikologis lain dari impotensi

Penanganan

Penanganan pada impotensi tergantung pada penyebab dan keparahan serta kondisi kesehatan yang mendasarinya. Dokter akan menjelaskan risiko dan manfaat dari setiap perawatan dan akan mempertimbangkan perawatan yang tepat. Pertimbangan dari pasangan juga berperan dalam pilihan pengobatan. Jenis pengobatan impotensi yang ada, diantaranya:

  1. Obat-obatan minum

Obat-obatan oral adalah pengobatan disfungsi ereksi yang sukses bagi banyak pria adalah sildenafil, tadalafil, vardenafil, avanafil.

Obat-obatan bervariasi dalam dosis, serta kemungkinan efek samping yang timbul termasuk hidung tersumbat, sakit kepala, perubahan visual, sakit punggung dan sakit perut. Dokter akan mempertimbangkan situasi khusus tiap pasien untuk menentukan obat mana yang mungkin bekerja paling baik.

  1. Obat lain

Obat lain yang bisa digunakan untuk mengobati impotensi adalah :

  • Alprostadil swa-injeksi. Dengan metode ini, akan menggunakan jarum halus untuk menyuntikkan alprostadil ke dalam pangkal atau sisi penis.
  • Supositoria uretra alprostadil. Terapi Alprostadil intraurethral melibatkan penempatan supositoria alprostadil kecil di dalam saluran kencing (uretra) penis.
  • Penggantian hormon testosteron. Beberapa pria memiliki disfungsi ereksi yang mungkin disebabkan oleh rendahnya kadar hormon testosteron. Dalam hal ini, terapi penggantian testosteron mungkin direkomendasikan sebagai langkah pertama atau diberikan dengan kombinasi terapi lain.
  1. Jika obat-obatan tidak efektif, dokter mungkin merekomendasikan perawatan lain seperti pompa (vakum) penis, operasi dan implan.
Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi akibat impotensi adalah:

  • Kehidupan seks yang tidak memuaskan
  • Stres atau kecemasan
  • Rasa malu atau rendah diri
  • Masalah hubungan
  • Ketidakmampuan untuk membuat pasangan menjadi hamil

 

Baca juga:

 

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi kesehatan Go Dok, di sini.

AQ/PJ/TP

Referensi