Ibuprofen ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Ibuprofen

Ibuprofen merupakan salah satu obat dalam golongan obat anti inflamasi non steroid. Obat ini digunakan untuk menurunkan demam dan mengatasi nyeri atau radang yang disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan seperti nyeri kepala, sakit gigi, nyeri punggung, nyeri sendi (artritis), kram saat haid, atau cedera dan luka kecil (minor).

 

Nama Generik

Ibuprofen

Merek Dagang

Aknil, Alaxan, Anafen, Anafen Forte, Arbupon, Arfen, Arthrifen, Arthrifen Forte, Arthrifen Plus, Axofen, Bigestan, Bimacyl, Bodrex Extra, Brufen, Brufen Forte, Bufect, Bufect Forte, Bufen, Bufenol, Bunofa, Dofen Forte, Dolofen F, Etafen, Etafen – 200, Ethifen ,Ethifen Forte, Farsifen, Farsifen 200, Farsifen Plus, Febryn, Fenatic, Fenida, Fenkid, Fenris, Flurofen, Hufagripp Tmp, Ibol, Ibrosic, Ibufen, Ibufenz, Ibufenz Forte, Ibukal, Ifen, Inolin, Insic, Inufen, Iprox, Iremax, Lexaprofen, Liflamal, Liflamal 200, Mecoprofen, Medicol Advance Rx, Mimsone, Mixagrip Rhema, Mofen, Mofen 200, Mofen Suspensi, Moris, Moris Forte, Neo Linucid, Neo Rheumacyl, Neo Rheumacyl Forte, Neo Rheumacyl Neuro, Neralgin, Neuralgin Headache, Neuralgin Obat sakit Kepala, Nofena, Nofena Kids, Novaxifen, Novaxifen 200, Novaxifen 400, OKB Galin, Oraprofen, Oraprofen Forte, Oskadon Extra, Ostarin, Ostarin forte, Pamol Migra, Pamol Plus, Paramex Nyeri Otot, Procold Obat Sakit Kepala, Profen, Profen Forte, Profenal, Prointi, Proris, Proris, Proris 200, Proris Flavoritz, Proris Forte, Prosic, Prosinal, Provinas, Pyremol Cap 38, Ratnacap, Remasal Pro, Remastop Remix Cap 38, Rhelafen, Rhelafen Forte, Ribunal, Ribunal Forte, Salfenal, Salfenal Forte, Spedifen, Sudrex Joint & Muscle Pain, Tamaprofen, Tiafen, Tiafen-400, Tifalsic, Tikaren, Trobuges, Ultradolore, Xepafen, Xepafen forte, Yariven, Zentarin, Zentarin Suspensi.

Pengertian

Ibuprofen merupakan salah satu obat dalam golongan obat anti inflamasi non steroid. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah hormon yang menyebabkan peradangan (inflamasi) dan nyeri pada tubuh. Ibuprofen digunakan untuk menurunkan demam dan mengatasi nyeri atau radang yang disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan seperti nyeri kepala, sakit gigi, nyeri punggung, nyeri sendi (artritis), kram saat haid, atau cedera dan luka kecil (minor). Ibuprofen hanya dapat digunakan oleh orang dewasa atau anak dengan usia lebih dari 6 bulan.

Golongan

Obat anti inflamasi non steroid (NSAID)

Sediaan
  • Suspensi 100 mg/5 mL
  • Suspensi 200 mg/5 mL
  • Tablet 200 mg
  • Tablet 400 mg
  • Tablet 600 mg
  • Tablet Salut Selaput 200 mg
  • Tablet Salut Selaput 400 mg
  • Kapsul 200 mg
  • Kapsul 400 mg
  • Supposutoria 125 mg.
Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (tablet, suspensi, kapsul)

  • Fibrosis Kistik
    • Dosis dewasa: awal 20-30 mg/kgBB 2 kali sehari, maksimal 1.600 mg/dosis; titrasi, sesuaikan hingga nilai puncak konsentrasi plasma 50-100 mcg/mL
    • Dosis anak: sama dengan dosis orang dewasa
  • Demam
    • Dosis dewasa: 200-400 mg PO setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, maksimal 1.200 mg/hari dan jangan digunakan lebih dari 10 hari tanpa petunjuk dokter
    • Dosis anak (6 bulan – 12 tahun): 5-10 mg/kgBB setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan, maksimal 4 dosis perhari
    • Dosis anak (>12 tahun): 200-400 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, maksimal 1.200 mg/hari, jangan konsumsi lebih dari 10 hari tanpa petunjuk dokter
  • Sakit kepala
    • Dosis dewasa: 200-400 mg PO setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, dosis maksimal, 1.200 mg dalam 24 jam
    • Dosis anak (suspensi, 6 bulan – 2 tahun): dosis bergantung pada berat badan dan usia, berikan setiap dosis oral dalam 6-8 jam sesuai dengan kebutuhan.
      • 5,4-7,7 kg atau 6-11 bulan: 50 mg/kgBB
      • 16-21,3 kg atau 12-23 bulan: 75 mg/kgBB
    • Dosis anak (tablet >12 tahun): 200-400 mg PO setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, dosis maksimal 1.200 mg/hari
  • Migren
    • Dosis dewasa: 400 mg satu kali sehari hingga 10 hari
  • Osteoartritis
    • Dosis dewasa: 1.200-3.200 mg/hari dibagi dalam 3 sampai 4 dosis, jangan konsumsi lebih dari 10 hari tanpa petunjuk dokter
  • Nyeri
    • Dosis dewasa: 200-400 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, maksimal 1.200 mg/hari, jangan konsumsi lebih dari 10 hari tanpa petunjuk dokter
    • Dosis anak (6 bulan – 12 tahun): 5-10 mg/kgBB setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan, maksimal 4 dosis per hari
    • Dosis anak (>12 tahun): 200-400 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, maksimal 1.200 mg/hari, jangan konsumsi lebih dari 10 hari tanpa petunjuk dokter
  • Dismenorrhea primer (nyeri haid)
    • Dosis dewasa: 400 mg setiap 4 jam sesuai kebutuhan, jangan konsumsi lebih dari 10 hari tanpa petunjuk dokter
  • Artritis reumatoid
    • Dosis dewasa: 1.200-3.200 mg/hari dibagi dalam 3-4 dosis, jangan konsumsi lebih dari 10 hari tanpa petunjuk dokter
    • Dosis anak: 30-50 mg/kg/hari dibagi dalam 3-4 dosis, dosis maksimal 2,4 g/hari, jangan konsumsi lebih dari 10 hari tanpa petunjuk dokter
  • Patent Ductus Arteriosus (PDA)
    • Bayi preumatur < 37 minggu usia kehamilan, usia neonatus 3-7 hari) PDA dengan hemodinamik signifikan, dosis rejimen besar, 20 mg/kg PO dilanjutkan dengan 10 mg/kg setiap 24 jam untuk 2 dosis.

Catatan

  • Selalu gunakan dosis terendah efektif ibuprofen dengan durasi sesingkat mungkin untuk mengurangi risiko efek samping berat. Setelah tampak respon awal pengobatan, sesuaikan dosis ibuprofen dan frekuensi disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien
  • Kriteria Beers: Gunakan secara hati-hati atau hindari penggunaan karena berpotensi tidak cocok untuk lanjut usia.
Kontraindikasi

Ibuprofen sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Asma, urtikaria, atau jenis reaksi alergi lainnya termasuk aspirin atau obat anti inflamasi non steroid lainnya (berat dan terkadang reaksi anafilaksis fatal telah dilaporkan)
  • Pada kondisi operasi bypass arteri koroner
  • Hipersensitivitas pada ibuprofen atau komponen produk lainnya.
Efek samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengkonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Ibuprofen yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda masalah liver (hati) seperti urin menjadi gelap, merasa lelah, tidak lapar, perut terasa begah atau nyeri perut, kotoran berwarna cerah, kulit atau mata kuning
  • Napas menjadi pendek, peningkatan berat badan, pembengkakan pada lengan atau tungkai
  • Nyeri dada atau perasaan dada seperti tertekan atau denyut jantung lebih cepat
  • Perubahan kekuatan otot pada 1 sisi tubuh, sulit berbicara atau berpikir, perubahan keseimbangan, atau pandangan kabur
  • Nyeri kepala berat
  • Pusing berputar atau pingsan
  • Merasa letih atau lemah
  • Suara berdengin di telinga
  • Perubahan mood
  • Depresi
  • Denyut jantung terasa tidak normal
  • Nyeri pinggang berat
  • Perubahan pandangan mendadak, nyeri mata, atau iritasi
  • Kotoran berdarah, tampak seperti tir, kotoran berwarna hitam
  • Tidak dapat buang air kecil
  • Memar atau perdarahan
  • Demam atau menggigil
  • Nyeri tenggorokan
  • Leher kaku
  • Kejang
  • Nyeri otot atau sendi yang sangat berat.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Nyeri pinggang atau nyeri ulu hati
  • Nyeri perut atau perut terasa begah
  • Konstipasi
  • Diare
  • Perut kembung
  • Pusing.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengkonsumsi Ibuprofen. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Ibuprofen.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan obat yang belum dapat ditentukan. Risiko konsumsi obat ini pada ibu hamil belum memiliki data terhadap risiko yang dimunculkan obat terhadap janin begitu pula pada ibu menyusui (bisa dikatakan masih terjadi penelitian lebih lanjut untuk menentukan antara kategori C dan D).

Peringatan
  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengkonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap ibuprofen, aspirin, obat anti inflamasi non steroid lainnya
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Sampaikan bila Anda sedang hamil dengan usia kehamilan > 24 minggu
    • Sampaikan Anda mengkonsumsi obat anti inflamasi non steroid lainnya
    • Sampaikan kepada dokter bila Anda sedang mengkonsumsi obat lainnya
  • Hindari mengemudikan kendaraan atau melakukan pekerjaan lainnya yang membutuhkan Anda untuk tetap waspada hingga Anda mengetahui efek obat
  • Lakukan pengecekan tekanan darah dan diskusikan dengan dokter
  • Jika Anda merokok sampaikan kepada dokter.
  • Jangan mengkonsumsi obat dengan dosis yang lebih banyak dari intruksi dokter. Mengkonsumsi obat yang melebihi dosis akan meningkatkan risiko efek samping buruk
  • Jangan mengkonsumsi obat lebih lama dari pada yang disampaikan oleh dokter
  • Anda mungkin akan mengalami perdarahan dengan mudah. Hati-hati dan hindari cedera. Gunakan sikat gigi yang lembut dan pencukur listrik
  • Jika Anda juga sedang mengkonsumsi aspirin untuk mencegah serangan jantung juga sampaikan kepada dokter.
  • Obat ini dapat berbahaya bagi janin jika Anda mengkonsumsi obat ini selama hamil.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengkonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Ibuprofen telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengkonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Ibuprofen. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Cyclosporine
    • Selective Serotonin Reuptake Inhibitor
    • Tenofovir
    • Aspirin
    • Methotrexate
    • Diuretik hemat kalium
    • Diuretik tiazid
    • Loop diuretik
    • Tacrolimus
    • Low molecular weight heparin
    • Ginkgo biloba
    • Pentoxiflline
    • Pralatrexate
    • Pentosan
    • Antiplatelet
    • Kortikosteroid
    • Lithium
    • Antikoagulan
    • Diklofenak
    • Digoksin
    • Desmopresin.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
Penyimpanan

Obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C) sedangkan untuk sediaan rektal sebaiknya disimpan pada lemari pendingin atau ruangan dengan suhu <30°C. Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

RE/PJ/MA

Referensi