Ibu Milenial Tahu Cara Memilih Matras Bayi yang Ideal

memilih matras bayi yang ideal

Memilih matras bayi yang ideal tentunya harus bisa menjaga posisi tubuh si buah hati agar terhindar dari kondisi sesak napas akibat teksturnya yang terlalu empuk. Selain itu, faktor kebersihan juga harus dipertimbangkan, seperti mudah dibersihkan dan memiliki lubang udara yang baik.

Go DokSambil bunda menunggu sembilan bulan, segala persiapan seharusnya sudah dilakukan dalam menyambut kelahiran si buah hati ke dunia. Segala persiapan seperti memilih popok bayi yang sesuai ukurannya, bunda juga harus tahu memilih matras bayi yang ideal agar kualitas tidurnya terjaga setiap malam.

Seperti yang kita ketahui, bayi yang baru lahir membutuhkan kualitas dan kuantitas tidur yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa demi merangsang hormon di dalam tubuhnya berkembang dengan optimal. Setidaknya, bayi yang baru lahir membutuhkan jam tidur sekitar 16 jam setiap hari, yang terbagi menjadi 8 jam pada siang dan 8 jam sisanya di malam hari.

Nah, berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih matras bayi yang ideal demi menjamin kualitas tidurnya terjaga setiap hari!

  1. Cermat memilih matras yang tepat untuk bayi

Salah satu kekhawatiran utama orangtua adalah adanya kemungkinan bayi terserang Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom bayi yang mati secara mendadak. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat bayi sesak napas karena sejumlah hal, salah satunya kondisi matras bayi yang terlalu empuk.

Salah satu cara paling mudah untuk untuk menentukan apakah matras tersebut ideal untuk bayi dengan memberi tekanan menggunakan tangan Anda. Perhatikan waktu yang dibutuhkan kasur tersebut untuk kembali ke bentuk semula. Matras bayi yang baik dan ideal untuk bayi tidak akan kembali ke bentuk semula hanya dalam hitungan detik.

Selain itu, hindari memberikan barang yang terlalu lembut dan lunak di sekitar tempat tidur bayi, seperti selimut lembut, boneka lembut yang berbulu halus dan lebat, serta bantal guling yang terlalu empuk. Nyatanya, barang-barang tersebut juga bisa meningkatkan risiko SIDS jika sampai menutupi wajah bayi karena membuatnya sulit untuk bernapas.

  1. Ukuran matras yang tepat

Sebelum memutuskan untuk membeli matras bayi pilihan Anda, pastikan ukuran boks bayi terlebih dulu. Pasalnya, jika Anda membeli matras bayi dengan ukuran yang terlalu besar pada boks bayi, dapat menyebabkan jari kaki atau tangan bayi terjepit di antara celah matras dengan boks bayi.

Di sisi lain, jika menggunakan matras bayi yang terlalu kecil sehingga membuat celah dengan boks bayi menjadi lebar, bisa saja mengakibatkan bayi tertidur di luar matras. Selain itu, celah yang terlalu lebar juga membuat sprei Anda menjadi sering berantakan. Matras bayi yang ideal biasanya hanya menyisakan ruangan sekitar 2 jari dari boks bayi.

  1. Lapisan matras yang kuat dan tahan air

Bayi akan menghabiskan lebih dari 75% waktu dalam sehari untuk berbaring di dalam boks bayi. Maka dari itu, matra bayi yang ideal harus disertai dengan lapisan yang kuat serta tahan air. Jenis kasur yang tahan air akan terasa sangat bermanfaat mengingat bayi masih sering buang air kecil di atas kasur, sehingga akan jauh lebih mudah dan cepat untuk dibersihkan secara rutin.

  1. Perhatikan lubang udara pada matras

Selain tidak terlalu empuk dan tahan air, matras bayi yang ideal juga harus memiliki ventilasi atau lubang udara yang baik agar sirkulasi udara pada kasur tetap terjaga. Dengan menjamin sirkulasi udara, matras bayi bisa “bernapas” dengan baik dan terhindar dari bau tidak sedap. Pastikan matras bayi Anda memiliki lubang kecil di atasnya, ya!

  1. Dapat dicuci dengan mesin

Bayi akan sering sekali meninggalkan kotoran pada tempat tidurnya, entah itu dari urin maupun fesesnya. Walaupun sudah mengenakan popok bayi, tidak jarang masih ada kotoran bayi yang tidak terjaga dengan baik di dalam popok dan mengotori matrasnya. Maka dari itu, carilah matras bayi yang dapat dicuci menggunakan mesin dan cepat kering.

  1. Tidak terlalu berat

Menjaga kebersihan tempat tidur bayi sangat penting dengan mengganti sprei setiap hari. Maka dari itu, disarankan untuk memilih matras bayi yang tidak terlalu berat agar dapat memudahkan Anda saat mengganti seprai secara rutin. Setidaknya, Anda harus mengganti sprei sebanyak dua hingga tiga kali setiap minggu.

Walaupun terlihat sepele, rupanya memilih matras bayi yang ideal dapat berpengaruh banyak pada kondisi bayi dan ibu, ya? Setidaknya, 6 hal di atas menjadi faktor yang sangat perlu diperhatikan oleh Anda para orangtua yang baru saja memiliki bayi. Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

 

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

GT/PJ/TP

Referensi