Hydrocortisone : Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Hydrocortisone

Hydrocortisone merupakan salah satu obat yang termasuk dalam golongan steroid. Hydrocortisone digunakan untuk pengobatan berbagai kondisi alergi yang berbeda, kelainan kulit, kolitis ulseratif, radang sendi (artritis), lupus, psoriasis, atau gangguan pernapasan.

Nama Generik

Hydrocortisone

Merek Dagang

Armacort; Berlicort; Brentan; Calacort; Chloramfecort; Cortigra; Enpicortyn; Erlaneohydrocort; Haemocaine; Indoson; Kemiderm; Lexacorton; Locoid; Micort; Nestacort; Nufacort; Omnicort; Ramicort; Sancortmycin; Solacort; Terikortin; Terra; Cortril; Thecort; Triamcort; Trifamcort; Vaslone; Viohydrocort; Visancort.

Pengertian

Hydrocortisone merupakan salah satu obat yang termasuk dalam golongan steroid. Obat ini bekerja dengan mencegah senyawa pada tubuh yang menyebabkan inflamasi. Hydrocortisone digunakan untuk pengobatan berbagai kondisi alergi yang berbeda, kelainan kulit, kolitis ulseratif, radang sendi (artritis), lupus, psoriasis, atau gangguan pernapasan.

Golongan

Glukorkortikoid adrenal, anti inflamasi, kortikosteroid (lemah), agen gastrointestinal, agen endokrin-metabolik, agen otik.

Sediaan

  • Tablet 5 mg
  • Tablet 10 mg
  • Tablet 20 mg
  • Krim 0,5%
  • Krim 1%
  • Krim 2,5%.

Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (tablet)

  • Kondisi alergi
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari.
  • Penyakit kolagen
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari.
  • Gangguan sistem endokrin
    • Dosis dewasaa: 20 hingga 240 mg per hari.
  • Gangguan mata
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari.
  • Gangguan saluran cerna
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari.
  • Gangguan struktur hematopoietik
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari.
  • Gangguan sistem pernapasan
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari.
  • Gangguan kulit
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg ORAL per hari.
  • Eksaserbasi multiple sclerosis (Akut)
    • Dosis dewasa: 800 mg setiap hari selama 1 minggu, kemudian 320 mg setiap hari selama 1 bulan.
  • Gangguan inflamasi sistem muskuloskeletal
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari.
  • Penyakit neoplastik
    • Dosis dewasa: 20-240 mg per hari.
  • Sindrom nefrotik, Idiopatik atau karena lupus eritematosus
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari
    • Dosis anak: 240 mg/m2setiap hari maksimal 320 mg/hari; dibagi menjadi 3 kali/hari selama 4 minggu; kemudian 160 mg/m2 setiap hari untuk 4 minggu berikutnya.
  • Trichinosis, Dengan keterlibatan neurologis atau miokard
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari.
  • Tuberkulosis meninges, Dengan blok subarachnoid
    • Dosis dewasa: 20 hingga 240 mg per hari.

Dosis untuk pemberian topikal/oles (krim)

  • Gangguan kulit
    • Dosis dewasa: oleskan ke area yang terkena sebagai film tipis 2 hingga 4 kali sehari
    • Dosis anak: oleskan ke area yang terkena sebagai film tipis 2 hingga 4 kali sehari.

Kontraindikasi

Hydrocortisone sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Hipersensitivitas terhadap seluruh komponen produk atau Hydrocortisone
  • Infeksi jamur sistemik dengan penggunaan tablet oral
  • Ileocolostomi selama periode segera pasca operasi
  • Tidak terdapat kontraindikasi spesifik yang telah ditetapkan untuk krim Hydrocortisone topikal.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika Anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Hydrocortisone yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Tanda infeksi termasuk demam (> 38°C), menggigil, nyeri tenggorokan berat, nyeri telinga atau sinus, batuk, dahak menjadi lebih banyak atau perubahan dahak, nyeri ketika berkemih, sariawan, luka yang sulit sembuh, gatal atau nyeri pada anus
  • Tanda gula darah tinggi seperti pusing, merasa mengantuk, lebih sering haus dan lapar, lebih sering berkemih, napas cepat, atau napas berbau buah
  • Tanda kadar kalium rendah seperti nyeri otot atau kelemahan, kram otot, atau denyut jantung terasa tidak normal
  • Tanda masalah pankreas (pankreatitis) seperti nyeri perut berat, nyeri punggung berat, atau perut begah dan muntah
  • Merasa sangat letih, denyut jantung cepat, pusing, berkeringat, atau pusing jika tidak mengonsumsi dosis yang seharusnya atau menghentikan konsumsi obat
  • Sesak napas, peningkatan berat badan, bengkak pada lengan atau tungkai bawah
  • Perubahan kulit
  • Iritasi kulit berat
  • Wajah bundar
  • Nyeri kepala berat
  • Merasah letih dan lemah
  • Nyeri sendi dan tulang
  • Perubahan periode menstruasi seperti perdarahan terlalu banyak, flek, atau perdarahan di antara periode menstruasi
  • Nyeri dada atau dada seperti tertekan
  • Perubahan tajam penglihatan
  • Perubahan mood
  • Depresi
  • Kejang
  • Terasa terbakar dan kesemutan yang tidak normal
  • Memar atau perdarahan
  • Kotoran tampak seperti ter atau muntah seperti kopi.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas Anda:

  • Perut begah atau muntah
  • Tidak dapat tidur
  • Merasa kurang bertenaga
  • Keringat berlebihan
  • Iritasi kulit
  • Kulit terasa tersengat
  • Kulit kering
  • Kulit terbakar.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila Anda mengonsumsi Hydrocortisone. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Hydrocortisone.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain) dan tidak terdapat uji klinis terkontrol pada wanita. Obat-obat hanya diberikan jika pertimbangan keuntungan lebih besar dari pada risiko potensi pada janin.

Konsumsi Hydrocortisone oleh ibu menyusui; risiko terhadap bayi belum dapat ditentukan

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Hydrocortisone
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Jika Anda mengalami masalah kesehatan berikut seperti infeksi jamur atau infeksi malaria pada otak
    • Jika Anda mengalami infeksi virus herpes pada mata
    • Jika Anda mengalami masalah mata
    • Jika Anda memiliki kadar trombosit rendah.
  • Jangan gunakan obat ini untuk ruam popok
  • Jangan gunakan obat ini pada luka robek, eksim, atau kulit yang rusak
  • Gunakan secara hati-hati pada bagian kulit yang luas atau pada luka terbuka
  • Krim topikal dapat berbahaya bila tertelan. Jika obat ini tertelan maka segera hubungi dokter
  • Jangan gunakan obat ini lebih lama dari pada yang disarankan oleh dokter
  • Obat ini dapat mempengaruhi pertumbuhan anak-anak dan remaja pada beberapa kasus
  • Periksakan tekanan bola mata bila Anda mengkonsumsi obat ini dalam jangka panjang
  • Anda mungkin memiliki peluang mengalami infeksi yang lebih mudah. Selalu cuci tangan dan menjauh dari orang yang sedang mengalami infeksi seperti pilek atau flu
  • Cacar air atau campak dapat menjadi sangat buruk bahkan mematikan pada orang yang mengkonsumsi obat ini. Hindari untuk berinteraksi dengan dengan pasien yang menderita cacar air atau campak jika Anda mengkonsumsi obat ini dan belum pernah mengalami hal tersebut sebelumnya
  • Obat ini menurunkan kadar steroid alami pada tubuh. Bila Anda mengalami demam, infeksi, pembedahan maka sampaikan kepada dokter. Anda membutuhkan dosis steroid oral ekstra
  • Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko katarak atau glaukoma
  • Obat ini dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh (osteoporosis) bila digunakan dalam jangka panjang
  • Jika Anda memiliki kadar gula darah yang cenderung tinggi maka ukur kadar gula darah rutin ketika mengonsumsi obat ini
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih maka Anda akan lebih meungkin mengalami efek samping obat ini
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang menyusui.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengkonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Hydrocortisone telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Hydrocortisone. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Vaksin Rotavirus
    • Desmopressin.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Bupropion
    • Bemiparin
    • Nadroparin
    • NSAID
    • Conivaptan
    • Netupitant
    • Cobicistat
    • Macimorelin
    • Sargramostim.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Primidone
    • Colestipol
    • Atracurium
    • Alcuronium
    • Metocurine
    • Hexafluorenium
    • Bromide
    • Gallamine
    • Licorice
    • Rifapentine
    • Hydrochlorothiazide
    • Chlorthalidone
    • Pyridostigmine
    • Neostigmine
    • Tubocurarine
    • Phenytoin
    • Rifampin
    • Pancuronium
    • Carbamazepine
    • Phenobarbital
    • Vecuronium
    • Rocuronium
    • Pipecuronium
    • Doxacurium
    • Warfarin.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat rendah)
    • Aspirin
    • Cholestyramine
    • Tuberculin.

Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet dan krim, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk obat injeksi hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

 

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.