Hydrochlorothiazide; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Hydrochlorothiazide

Hydrochlorothiazide adalah salah satu obat yang termasuk dalam golongan diuretik dan merupakan obat pilihan petama terhadap hipertensi. Hydrochlorothiazide bekerja di dalam tubuh dengan menghambat reabsorbsi dari natrium di dalam tubulus ginjal.

Nama Generik

Hydrochlorothiazide

Merek Dagang

Biscor Plus, Blopress Plus 16, Co Aprovel, Co Diovan, Co Fritens, Co Irvebal, Co irvell, Fortzaar, Hyzaar, Irtan Plus, Lodoz, Lorinid, Lorinid mite, Micardis Plus, Olmetec Plus, Rasilez HCT, Ser-Ap-Es.

Pengertian

Hydrochlorothiazide adalah salah satu obat yang termasuk dalam golongan diuretik dan merupakan obat pilihan petama terhadap hipertensi. Hydrochlorothiazide bekerja di dalam tubuh dengan menghambat reabsorbsi dari natrium di dalam tubulus ginjal sehingga meningkatkan ekskresi dari natrium, air, kalium dan hidrogen.

Diharapkan dengan meningkatnya ekskresi dari natrium dan air berlebih dari dalam tubuh dapat menurunkan tekanan darah.

Dengan menurunkan tekanan darah maka diharapkan penyakit seperti stroke, serangan jantung dan gangguan ginjal dapat dihindari dengan obat ini, obat ini juga dapat digunakan untuk membuang kelebihan cairan atau edema di dalam tubuh pada pasien dengan gagal jantung, gangguan liver, dan gagal ginjal.

Golongan

Diuretik

Golongan Obat

K (Obat Keras)

Sediaan

Tablet dan kapsul 25 mg, 50 mg

Indikasi

Dapat digunakan sebagai obat antihipertensi atau untuk mengurangi edema pada tubuh.

  • Hipertensi
    • Dewasa : Mulai dari 12,5 mg, dapat ditingkatkan sampai 25-50 mg 1x/hari sebagai monoterapi atau digabung dengan antihipertensi lain jika dibutuhkan
    • Anak : Usia < 6 bulan 1-3 mg/kgBB/hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi, maksimum 37,5 mg/hari; Usia 6 bulan – 2 tahun 1-2 mg/kgBB/hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi, maksimum 37,5 mg/hari; Usia 2 – 12 tahun 1-2 mg/kgBB/hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi, maksimum 100 mg/hari
    • Lansia : 12,5 – 25 mg 1x/hari.
  • Edema
    • Dewasa : 25-100 mg/hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi
    • Anak : Usia < 6 bulan 1-3 mg/kgBB/hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi, maksimum 37,5 mg/hari; Usia 6 bulan – 2 tahun 1-2 mg/kgBB/hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi, maksimum 37,5 mg/hari; Usia 2 – 12 tahun 1-2 mg/kgBB/hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi, maksimum 100 mg/hari
    • Lansia : 12,5 – 25 mg 1x/hari.

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap obat turunan dari sulfonamide, pasien dengan gangguan ginjal berat dan pasien dengan kesulitan berkemih, hipokalsemia, hamil dan menyusui.

Efek Samping

Anoreksia, penurunan nafsu makan, gangguan elektroitm iritasi lambung, diare, konstipasi, sialadenitis, pankreatitis, jaundicexanthopsia, gangguan penglihatan sementara, leukopenia, neutropenia/ agranulositosis, thrombositopenia, anemia aplastik, anaemia hemolitik, depresi sumsum tulang belakang, reaksi fotosensitivitas, ruam, urtikaria, vaskulitis, cutaneous vasculitis, reaksi anafilaksis, keracunan epidermal nekrolisis, demam, penekanan saluran pernafasan, gangguan ginjal, nefritis interstisial, kejang otot, lemas, impotensi, gelisah, vertigo, paraesthesia, hipotensi postural, kardiak aritmia, gangguan tidur dan depresi, alopecia, penglihatan kabur.

Kehamilan dan Laktasi

Obat hydrochlorothiazide termasuk dalam kategori B dalam obat-obatan kehamilan. Artinya, studi yang telah dilakukan pada binatang percobaan memperlihatkan tidak adanya efek samping terhadap janin hewan, namun belum ada studi yang dilakukan pada wanita hamil. Sehingga tidak disarankan diminum oleh wanita hamil. Obat ini juga tidak boleh digunakan pada ibu menyusui.

Peringatan

  • Sampaikan kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini apabila Anda alergi dengan hydrochlorothiazide danobat-obat golongan sulfonamide
  • Jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat, makanan atau zat lainya, sampaikan gejala apa yang muncul saat Anda mengalami alergi
  • Sampaikan kepada dokter Anda apabila memiliki riwayat gangguan elektrolit, asam urat, asma, diabetes, penyakit paratiroid, hiperkolesterolemia, SLE, gangguan liver dan ginjal
  • Sampaikan kepada dokter Anda apabila anda sedang hamil atau menyusui.

Interaksi Obat

Hydrochlorothiazide dapat meningkatkan kadar toksisitas dari lithium, thiazide juga dapat mengakibatkan hipotensi ortostatik jika digabung dengan golongan barbiturat dan opioid, meningkatnya efek hipokalemia dengan kortikosteroid, corticotropin, agonis β2 (misalnya salbutamol), dapat menimbulkan efek aditif dengan antihipertensi lainnya, mengurangi efek antihipertensi oleh obat-obatan yang menyebabkan retensi cairan (misalnya kortikosteroid, NSAID, carbenoxolone), peningkatan nefrotoksisitas NSAID, mengurangi efek terapeutik antidiabetik.

Obat ini dapat mengganggu hasil laboratorium tertentu (misalnya, tes fungsi paratiroid), dapat menyebabkan hasil yang tidak tepat. Pastikan petugas laboratorium dan semua dokter Anda tahu Anda menggunakan obat ini.

Penyimpanan

Simpan obat di tempat yang kering dengan suhu 15-30°C. Jauhkan dari cahaya, suhu dingin, jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RI/JJ/MA

Referensi