Hindari Menggunakan Kalimat Ini pada Mereka yang Depresi

Hindari menggunakan kalimat ini pada mereka yang depres

Hindari menggunakan kalimat ini pada mereka yang depresi ;  Mereka yang sedang depresi, harus diperlakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi psikologinya yang sedang sensitif dan sangat membutuhkan dukungan.

 

pijarpsikologi.orgPernahkah Anda mendengar istilah ‘Homo Homini Socius’? Yups, istilah yang menyebutkan bahwa ‘manusia menjadi sahabat bagi manusia lainnya’ menegaskan manusia adalah makhluk sosial. Nah, salah satu aktivitas sosial yang paling banyak dilakukan adalah saling mendengarkan curhat. Saling mendengarkan curhat penting untuk dilakukan agar segala beban dapat terlepas dari dalam diri. Bahkan, jika teman curhat Anda merupakan sahabat sejak lama, dapat membantu Anda keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

Nah, ada satu hal yang perlu diperhatikan nih, jika harus menghadapi curhatan dari teman yang sedang depresi. Mereka yang sedang depresi, harus diperlakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi psikologinya yang sedang sensitif dan sangat membutuhkan dukungan.

Sebenarnya, baik yang mengalami depresi klinis ataupun tidak, ada baiknya Anda hindari menggunakan kalimat ini pada mereka yang depresi. Apa saja kalimat itu dan bagaimana efeknya? Makanya, simak terus artikel ini ya, agar Anda bisa menjadi pendengar yang baik dan tidak salah memberi tanggapan!

1. “Yang lebih berat hidupnya dari kamu banyak kali”

Anda harus memahami bahwa kapasitas setiap orang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Anda tidak bisa mengatakan bahwa orang yang bercerai tidak lebih sedih dari orang yang keluarganya hilang ditelan ombak tsunami. Kita juga tidak bisa bilang bahwa orang yang dibully ketika bersekolah tidak mengalami siksaan batin seberat ibu Veronica Tan. Intinya, jangan pernah menyamaratakan mental setiap orang karena pada dasarnya, setiap orang punya kapasitas masing-masing dalam menerima beban hidup.

2. “Kamu kurang bersyukur sama hidup”

Syukur merupakan hal yang bersifat sangat personal. Membicarakan syukur sama halnya dengan prinsip hidup yang tidak memiliki tolok ukur yang ideal bagi setiap orang. Mereka yang depresi bukan berarti tidak bisa bersyukur dengan hidupnya. Penting untuk dipahami bahwa mereka dengan depresi klinis, sebagian besar memiliki rasa rendah diri yang besar. Artinya, rasa rendah diri tersebut membentuk mereka seakan memiliki perasaan bersalah yang tinggi, bahkan memiliki keinginan untuk mati. Jadi, hindari menggunakan kalimat ini pada mereka yang depresi, ya!

3. “Mungkin kamu kurang dekat sama Tuhan”

Melibatkan aspek agama seseorang dengan percakapan sehari-hari memang perlu perhatian khusus. Jangan menjadi polisi moral dengan mengurusi urusan agama seseorang dengan Tuhannya. Seorang yang taat beribadah tidak selalu menjamin hidupnya tenang karena selalu ada faktor duniawi dalam menjalani fungsi sebagai manusia. Anda pasti setuju, kan, kalau hidup haruslah seimbang antara urusan dengan Tuhan dan dengan sesama makhluk hidup?

Selain itu, menanggapi seseorang kurang dekat dengan Tuhan malah dapat membuat mereka menjauh dari Tuhan. Bisa saja mereka yang sedang sakit parah dan sudah beribadah serajin mungkin, malah membuat mereka menjadi buruk sangka bahwa Tuhan tidak menyayangi mereka. Lagipula, bukankah hanya Tuhan yang berhak mengukur kadar ketakwaan seseorang?

4. “Apa sih yang kamu sedihin? Hidup kamu sempurna. Banyak yang mau di posisi kamu”

Depresi bisa menyerang siapa saja; termasuk mereka yang kaya raya dengan orang tua yang masih lengkap. Depresi klinis adalah penyakit kompleks yang diakibatkan oleh genetika, hormon, jumlah dan jenis bakteri di usus, pengalaman masa kecil, struktur otak, pola pikir, dan faktor “X” lainnya. Belum lagi, era modern seperti sekarang ini menuntut siapapun untuk serba cepat sehingga membuat otak jarang mendapat kesempatan untuk benar-benar istirahat dari segala macam pikiran. Pernah dengar istilah “money can’t buy happiness”, kan?

5. “Lupain aja sedihnya”

Satu hal yang harus Anda pahami adalah menghilangkan rasa depresi tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak faktor-faktor eksternal dan trauma masa lalu yang membuat seseorang menjadi depresi dan butuh tanggapan lebih dari sekadar “lupain aja sedihnya”. Jangan heran kalau tidak ada lagi yang menjadikan Anda teman curhat jika merespon seperti ini.

6. “Bahagia itu pilihan”

Anda pasti setuju kalau depresi memang bukan sebuah pilihan yang ingin diambil seseorang. Oleh siapapun! Siapa yang ingin memilih untuk menangis jam 3 pagi setiap hari? Siapa yang ingin memilih sengaja minum antidepressants yang efek sampingnya sangat menyiksa? Tidak ada yang ingin memilih sedih, karena semua orang pasti ingin bahagia di dalam hatinya.

7. “Itu cuma di kepala kamu”

Depresi bukan hanya masalah sugesti. Tidak hanya kepala yang membuat seseorang depresi, namun hati pun ikut merasakannya. Contohnya, kelopak mata yang terasa amat berat menahan sedih sehingga membuat insomnia dan bibir yang terasa lelah karena dipaksa tersenyum. Anda pasti belum tahu kalau salah satu simtom depresi klinis adalah perasaan lelah yang membuat sekujur tubuh rasanya lemas, tak berenergi, hingga jatuh sakit. Beberapa orang yang mengalami depresi berat dan anxiety bahkan bisa muntah-muntah, pegal-pegal, dan konstipasi berbulan-bulan.

8.  “Saya juga pernah kali depresi, semua orang juga”

Ada perbedaan antara depresi klinis dan sedih biasa, lho. Tanggapan ‘semua orang pernah mengalami’ yang Anda maksud mungkin masa down karena ada suatu kejadian di hidup yang membuat sangat sedih. Saat itu Anda benar-benar sedih dan semua orang tau hal itu. Namun, rasa sedih biasa akan hilang dalam jangka waktu yang cenderung singkat.

Di sisi lain, depresi klinis, sama seperti penyakit lainnya, dapat kambuh seperti penyakit asthma. Artinya, sekali kambuh, seseorang bisa depresi selama 6 bulan.

Seseorang yang sudah menikah bisa saja baru menyadari mengalami depresi setelah memendam segala kesedihannya sejak bangku sekolah. Beberapa kasus dengan rasa sedih yang terpendam belasan tahun dapat mengalami kelainan yang disebut ‘dysthymia’ (mild chronic depression), lho!

9. “Kayaknya emang kamu gak mau bahagia deh”

Siapa orang bodoh yang tidak mau bahagia dalam hidupnya? Anda pun pasti mau, bukan? Tapi memang nyatanya tidak semudah itu. Anda bisa memilih untuk berdoa dan semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, namun hal tersebut belum tentu menjamin 100% akan terlepas dari depresi, lho. Jadi, hindari menggunakan kalimat ini pada mereka yang depresi, ya!

10. “Yaelah, stres aja minum obat”

Depresi klinis bukan hanya masalah kepribadian yang lemah. Buktinya, dokter, psikolog dan psikiater telah mempelajari depresi selama bertahun-tahun karena memang depresi adalah penyakit yang ada hubungannya dengan zat kimia di otak, hormon di badan, serta bakteri di usus.

Jadi, jangan sembarangan minum obat, ya!Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Jika memang benar Anda terbiasa memiliki pola pikir yang negatif dan mood yang terus menerus drop, jika mendapat persetujuan dokter, Anda bisa mencoba meminum antidepressants.

11. “Coba deh berhenti sedih”

Biasanya, tanggapan seperti ini dilontarkan ketika teman curhat sudah kehabisan akal dan kata-kata untuk mengembalikan semangat temannya yang sedang depresi, ditambah, dengan kata-kata, “yang lebih sedih dari kamu banyak”. Nah, kalau Anda termasuk yang berkomentar seperti itu, jangan kaget jika teman Anda yang sedang depresi membalasnya dengan, “Coba deh berhenti bahagia karena yang lebih bahagia dari kamu banyak”. Bagaimana perasaan Anda?

12. “Udah berkali-kali kamu bilang mau bunuh diri, kapan mati?”

Ada perbedaan antara suicidal thoughts dan suicide attempt. Orang-orang dengan suicidal thoughts sangat mudah sekali memikirkan kematian; ide untuk mati dan bunuh diri sangat menarik bagi mereka yang suicidal. Tanpa disadari, memiliki ide bunuh diri adalah pikiran yang menyiksa. Sayangnya, banyak dari penderita depresi yang tidak tahu bahwa ide bunuh diri adalah hal yang perlu diatasi karena semakin lama bisa berkembang menjadi aksi nyata.

Jika diibaratkan, ide bunuh diri sama seperti ide untuk menyatakan cinta; ada yang menyimpannya bertahun-tahun, namun ada juga yang langsung melakukannya ke tahap suicide attempt. Artinya, jika keinginan bunuh diri terbentuk menjadi sebuah ide, hal tersebut akan selalu ada di kepala mereka yang sedang depresi.

13. “Yaudah sih mati aja”

Wow! Mungkin, ini kalimat terburuk yang pernah terdengar dalam sebuah curhatan seseorang yang sedang depresi. Pasti Anda setuju dong, kalau penggunaan kalimat ini sebaiknya dihindari. Bahkan, kalimat yang menyumpahkan seseorang agar segera mati seperti ini juga tidak sopan digunakan untuk segala kondisi, lho. Jadi, hindari menggunakan kalimat ini pada mereka yang depresi, ya!

Ketika seseorang membuka dirinya untuk berbagi kisah kesedihannya, artinya mereka sudah memiliki trust yang besar kepada Anda. Penting untuk menjaga kepercayaan yang telah mereka berikan kepada Anda dengan terus sabar memberi dukungan moril.

Orang-orang dengan depresi klinis biasanya memiliki pola-pola berpikir yang kacau hingga mereka selalu merasa hidupnya kurang. Mereka merasa bodoh, tidak berharga, tidak pantas hidup di dunia ini, merasa bersalah kepada semua orang, merasa rendah diri, pesimis, dan berbagai pola pikir negatif lainnya.

Jadi, untuk sementara dengarkan saja mereka dengan tulus tanpa judgment apapun. Seringkali tidak banyak berkomentar malah membantu, karena mereka hanya ingin didengarkan. Apalagi sampai menyumpahkan mereka segera mati! Yups, penting nih untuk dicatat! Lebih baik diam dan hindari menggunakan kalimat ini pada mereka yang depresi.

Bahasa tubuh seperti pelukan yang bersahabat juga sangat membantu untuk menenangkan. Jika Anda tidak bisa menolongnya lebih jauh, rekomendasikan ia untuk mencari pertolongan professional (dokter, psikolog, psikiater) atau bantuan online yang sekarang banyak tersedia.

 

 

Pijar Psikologi adalah media layanan psikologi yang menyediakan konsultasi gratis dan artikel informatif seputar kehidupan sehari hari dari sudut pandang psikologi. Kunjungi pijarpsikologi.org untuk artikel menarik seputar psikologi lainnya.

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

Approved by dr. Jolinda Johary

Content partnerpijarpsikologi.com