Hernia Inguinalis ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Hernia inguinalis

Hernia inguinalis biasanya terjadi di area perut, dekat daerah selangkangan. Hernia ini terjadi ketika jaringan lemak atau usus mendorong keluar melalui rongga yang mengalami kelemahan otot.  Titik-titik lemah di dalam otot perut dan selangkangan dianggap sebagai penyebab utama terjadinya kondisi ini.

 

Mengenal Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis merupakan hernia yang biasanya terjadi di area perut, dekat daerah selangkangan. Hernia ini terjadi ketika jaringan lemak atau usus mendorong keluar melalui rongga yang mengalami kelemahan otot. Umumnya, ini terjadi di dinding perut dekat kanalis inguinal kanan atau kiri; dimana setiap kanalis inguinal berada di pangkal perut.

Baik pria maupun wanita sama-sama memiliki saluran inguinalis. Pada pria, testis biasanya turun melalui kanal tersebut sekitar beberapa minggu sebelum kelahiran. Pada wanita, setiap saluran inguinalis merupakan lokasi bagian untuk ligamen rahim atau uterus. Jika Anda mengalami hernia di dalam atau di dekat kanal ini, itu akan menghasilkan tonjolan yang dapat terlihat secara kasat mata dan mungkin saja tonjolan ini terasa sakit saat bergerak.

Banyak orang tidak mencari pertolongan untuk hernia jenis ini. Hal ini biasanya dikarenakan hernia yang mereka alami mungkin masih berupa tonjolan kecil atau tidak menimbulkan gejala apa pun. Perawatan medis yang cepat dapat membantu mencegah penonjolan semakin parah dan mengurangi ketidaknyamanan.

Penyebab dan Faktor Risiko

Sebenarnya, dapat dikatakan tidak ada satu penyebab yang pasti untuk hernia inguinalis ini. Namun, titik-titik lemah di dalam otot perut dan selangkangan dianggap sebagai penyebab utama terjadinya kondisi ini. Terlebih lagi jika ada tekanan ekstra pada area tubuh ini sehingga akhirnya dapat menyebabkan hernia yang lebih parah.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan Anda untuk mengalami kondisi ini adalah :

  • Memiliki riwayat hernia inguinalis sebelumnya
  • Lahir premature
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kehamilan
  • Cystic fibrosis
  • Batuk kronis
  • Konstipasi kronis.
Gejala

Hernia inguinalis dapat dilihat jelas secara kasat mata. Hernia jenis ini menyebabkan tonjolan di sepanjang daerah kemaluan atau di sekitar selangkangan, yang dapat terlihat bertambah besar ketika Anda berdiri atau batuk. Hernia jenis ini mungkin menyakitkan atau membuat penderitanya sensitif terhadap sentuhan.

Beberapa gejala lain yang dapat timbul adalah:

  • Nyeri saat batuk, berolahraga, atau saat membungkuk
  • Adanya sensasi terbakar
  • Sensasi berat atau penuh di selangkangan
  • Pembengkakan skrotum pada pria.
Jenis hernia inguinalis

Hernia inguinalis dibagi menjadi beberapa klasifikasi, yaitu :

  • IndirectHernia Inguinalis

Tipe ini merupakan yang paling umum terjadi. Hernia ini sering terjadi pada kelahiran premature; dimana ini terjadi sebelum kanalis inguinal tertutup sempurna. Namun, hernia jenis ini dapat terjadi kapan saja selama hidup Anda dan kondisi ini paling sering terjadi pada laki-laki.

  • Direct Hernia Inguinalis

Tipe ini paling sering terjadi pada orang dewasa seiring dengan bertambahnya usia mereka. Biasanya hal ini terjadi karena melemahnya otot selama masa dewasa. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), hernia jenis ini jauh lebih umum terjadi pada pria.

  • Hernia Inguinalis Inkarserata

Hernia inguinalis inkarserata terjadi ketika ada jaringan yang tersangkut di cincin hernia dan tidak dapat dikembalikan ke tempatnya semula.

  • Hernia Inguinalis Strangulata

Hernia inguinalis strangulata merupakan kondisi medis yang lebih serius. Ini terjadi ketika usus pada hernia inkarserata telah terputus aliran darahnya. Hernia strangulata merupakan keadaan yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan medis darurat.

Diagnosis

Dokter biasanya dapat mendiagnosa kondisi ini melalui pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan, dokter akan meminta Anda untuk batuk dalam posisi berdiri. Hal ini dilakukan agar dapat diperiksa, saat kapan tonjolan hernia paling terlihat.

Ketika hernia hendak didorong kembali ke tempatnya, Anda atau dokter harus dapat dengan mudah mendorong hernia inguinal kembali ke perut saat Anda berbaring telentang. Namun, jika ini tidak berhasil, Anda mungkin mengalami hernia inguinalis inkarserata atau strangulata.

Penanganan

Pembedahan adalah penanganan utama untuk kondisi ini. Pilihan metode pembedahan termasuk herniorrhaphy inguinal terbuka (open inguinal herniorrhaphy) atau laparoskopi herniorrhaphy inguinalis (laparoscopic inguinal herniorrhaphy).

Pada metode herniorrhaphy inguinal terbuka, satu sayatan yang cukup besar dibuat di atas perut dekat selangkangan. Dalam herniorrhaphy inguinal laparoskopi, akan dibuat beberapa sayatan perut yang lebih kecil. Kemudian, sebuah tabung tipis panjang disertai dengan kamera menyala di ujungnya, membantu dokter bedah melihat ke dalam tubuh Anda untuk melakukan operasi.

Tujuan dari pembedahan ini adalah mengembalikan jaringan perut bagian dalam (usus) agar kembali ke rongga perut dan memperbaiki ‘lubang’ di dinding perut. Mesh biasanya ditempatkan untuk memperkuat dinding perut. Setelah usus dimasukkan ke tempat yang tepat, dokter bedah akan menutup sayatan tadi dengan jahitan.

Ada potensi pro dan kontra antara kedua metode pembedahan tadi. Sebagai contoh, herniorrhaphy laparoskopi mungkin lebih baik jika Anda menginginkan waktu pemulihan yang lebih singkat. Akan tetapi, risiko kekambuhan hernia mungkin lebih besar terjadi dengan metode  laparoskopi ini.

Untuk itu, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai metode pembedahan yang tepat untuk Anda.

Pencegahan

Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya hernia, yaitu :

  • Pertahankan berat badan yang ideal
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat
  • Berhenti merokok
  • Menghindari kebiasaan mengangkat benda yang terlalu berat.

Pembedahan yang dilakukan secara dini dapat membantu mengatasi kondisi ini. Namun, selalu ada risiko kekambuhan dan komplikasi; termasuk infeksi setelah operasi atau penyembuhan luka bedah yang buruk.

Demikian penjelasan seputar hernia inguinalis. Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

PJ/JJ/MA

Referensi