Heparin; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Heparin

 

 

Heparin merupakan obat yang hanya tersedia dalam bentuk sediaan injeksi. Obat ini golongan anti koagulan yang berperan dalam mengencerkan darah dan mencegah pembekuan darah. Biasanya digunakan untuk mengobati dan mencegah beberapa kondisi seperti trombosis vena, emboli paru, dan penyakit arteri perifer.

 

Nama Generik

Heparin

Merek Dagang

Heparin Sodium Injection, Vaxcel Heparin Sodium, Inviclot

Pengertian

Heparin merupakan obat yang hanya tersedia dalam bentuk sediaan injeksi. Heparin merupakan obat golongan anti koagulan yang berperan dalam mengencerkan darah dan mencegah pembekuan darah. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati dan mencegah beberapa kondisi seperti trombosis vena, emboli paru, dan penyakit arteri perifer. 

Golongan

Anti koagulan paranteral, Heparin

Sediaan
  • Cairan injeksi 5000 IU/mL
Indikasi

Dosis hanya untuk pemberian intravena

  • Terapi antikoagulan
    • Orang dewasa:
      • Pengambilan spesimen darah untuk pemeriksaan laboratorium: 70-150 unit/10-20 mL sampel darah utuh
      • Tranfusi produk darah: 400-600 unit/100 mL darah utuh.
    • Disseminated intravascular coagulation
      • Orang dewasa:
        • Injeksi IV intermiten: awal 10.000 unit bolus IV kemudian 5.000-10.000 unit setiap 4-6 jam
        • Injeksi IV kontinu: awal 5.000 unit bolus IV kemudian 20.000-40.000 unit/24 jam
        • Injeksi IV subQ: awal 333 unit/kgBB subQ kemudian 250 unit/kgBB subQ setiap 12 jam
      • Anak: dosis awal, 75-100 unit/kgBB bolus IV selama 10 menit
      • Anak (bayi sampai usia 1 tahun): dosis pemeliharaan 25-30 unit/kgBB/jam, disesuaikan untuk mempertahankan nilai aPTT 60-85 detik sesuai dengan kadar anti-Factor Xa 0,35-0,7 unit/mL.
      • Anak (>1 tahun): dosis pemeliharaan 18-20 unit/kgBB/jam, disesuaikan untuk mempertahankan nilai aPTT 60-85 detik sesuai dengan kadar anti-Factor Xa 0,35-0,7 unit/mL.
  • Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI akut)
    • Orang dewasa:
      • reperfusi dengan intervensi koroner perkutan primer dengan antagonis reseptor GP IIb/IIIa, 50-70 unit/kgBB bolus IV dengan bolus tambahan dapat diberikan untuk mempertahankan aktivasi waktu pembekuan pada 200-250 detik
      • reperfusi dengan intervensi koroner perkutan primer tanpa antagonis reseptor GP IIb/IIIa, 70-100 unit/kgBB bolus IV dengan bolus tambahan dapat diberikan untuk mempertahankan aktivasi waktu pembekuan pada 250-300 detik
      • reperfusi dengan terapi fibrinolitik: 60 unit/kgBB dosis loading IV (maksimal 4.000 unit), dilanjutkan dengan infus awal 12 unit/kgBB/jam (maksimal 1.000 unit) disesuaikan dengan aPTT 1,5 hingga 2 kali kontrol; penggunaan lebih dari 48 jam tidak disarankan.
      • Intervensi koroner perkutan pasca fibrinolitik: berikan sebagai tambahan dengan bolus IV untuk mempertahankan efek teurapetik, berdasarkan penggunaan antagonis reseptor GP IIb/IIIa
    • Fibrilasi atrium
      • Orang dewasa:
        • Gangguan tromboembolik (kardioversi): 80 unit/kgBB bolus IV dilanjutkan dengan infus 18 unit/kgBB/hari atau dosis tetap 5000 unit bolus IV diikuti dengan infus 1.000 unit/hari
        • Gangguan tromboembolik (infus IV intermiten): 10.000 unit bolus IV kemudian 5.000-10.000 unit IV setiap 4-6 jam
        • Gangguan tromboembolik (infus IV kontinu): awal 5.000 unit bolus IV kemudian 20.000-40.000 unit/24 jam
        • Gangguan tromboembolik (subQ): awal 333 unit/kggBB subQ kemudian 250 unit/kgBB subQ setiap 12 jam
      • Anak: dosis awal 75-100 unit/kgBB bolus IV selama 10 menit
      • Anak (bayi sampai usia 1 tahun): dosis pemiliharaan 25-30 unit/kgBB/jam, disesuaikan untuk mempertahankan nilai aPTT 60-85 detik sesuai dengan kadar anti-Factor Xa 0,35-0,7 unit/mL.
      • Anak (>1 tahun): dosis pemiliharaan 18-20 unit/kgBB/jam, disesuaikan untuk mempertahankan nilai aPTT 60-85 detik sesuai dengan kadar anti-Factor Xa 0,35-0,7 unit/mL
    • Kanker (profilaksis tromboemboli vena)
      • Orang dewasa: 5.000 unit subQ setiap 8 jam; ketika digunakan untuk profilaksis bedah, lanjutkan untuk minimal 7-10 hari dan dapat dilanjutkan untuk 4 minggu
    • Hemodialisa
      • Bila tidak tersedia rekomendasi dari pembuat alat hemodialisa: 25-30 unit/kg bolus kemudian infus 1.500-2.000 unit/jam
    • Dialisis peritoneal
      • 500 unit/liter pada dialysate
    • Kehamilan
      • Orang dewasa dengan gangguan tromboemboli: profilaksis (trimester dua dan tiga) 7.500 hingga 10.000 unit subQ setiap 12 jam; monitor kadar heparin untuk mencapai interval tengah atau kadar puncak 0,05-0,25 unit/mL
    • Emboli paru
      • Orang dewasa: profilaksis, 5.000 unit subQ 2 jam sebelum operasi dan 5.000 unit setiap 8-12 jam untuk 7 hari kemudian atau hingga pasien dapat melakukan ambulasi penuh.
    • Angina tidak stabil
      • Orang dewasa: dosis awal 60 unit/kgBB (maksimal 4.000 unit) disertai dengan infus awal 12 unit/kgBB/jam (maksimal 1.000 unit/jam) untuk mencapai rentang activated partial thromboplastin time (aPTT) 1,5-2,5 kali nilai aPTT kontrol.
    • Oklusi kateter vena sentral
      • Orang dewasa: profilaksis, bergantung pada alat yang digunakan, pada umumnya diinjeksi heparis sebanyak 10-100 unit/mL cukup untuk mengisi keseluruhan alat.
    • Oklusi kateter vena perifer
      • Orang dewasa: profilaksis, injeksi 100 unit/mL cukup untuk mengisi seluruh alat (umumnya 1-3 mL).
    • Tromboemboli Vena
      • Orang dewasa
        • Injeksi intermiten: dosis awal, 10.000 unit bolus IV dilanjutkan dengan 5.000-10.000 unit setiap 4-6 jam.
        • Injeksi kontinu: dosis awal, 5.000 unit bolus IV dilanjutkan dengan 20.000-40.000 unit/24 jam.
        • SubQ: dosis awal, 333 unit/kgBB subQ dilanjutkan dengan 250 unit/kgBB subQ setiap 12 jam.
      • Anak: dosis awal, 75-100 unit/kgBB IV bolus selama 10 menit
      • Anak < 1 tahun: dosis loading 75 unit/kgBB selama 10 menit, dosis pemeliharaan 28 unit/kgBB/jam, target aPTT sesuai dengan kadar anti-factor Xa 0,35-0,7 unit/mL
      • Bayi < 1 tahun: dosis pemeliharaan 25-30 unit/kgBB/jam, target aPTT 60-85 detik sesuai dengan kadar anti-factor Xa 0,35-0,7 unit/mL
Kontraindikasi

Pasien dengan hipersensitivitas heparin dan komponen komposisi obat lainnya

Beberapa kondisi juga menjadi kontraindikasi lain pemberian heparin, yaitu:

  • Trombositopenia berat (penurunan jumlah trombosit [keping-keping darah yang berperan dalam proses pembekuan darah] di bawah nilai normal)
  • Riwayat trombositopenia yang diinduksi oleh heparin
  • Perdarahan tidak terkontrol kecuali karena isseminated intravascular coagulation (DIC).
Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi, beberapa orang dapat mengalami efek samping yang sangat buruk dan terkadang mematikan ketika mendapatkan obat ini. Hubungi dokter anda dan dapatkan perawatan medis segera bila anda mengalami gejala dan tanda berikut yang terkait dengan efek samping yang sangat buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, dada terasa berat, sulit bernapas atau berbicara, serak yang tidak jelas, bengkak pada mulut, wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan
  • Tanda perdarahan seperti keluarnya darah dari mulut berwarna seperti kopi saat batuk, darah pada air kencing, kotoran berwarna hitam atau merah, perdarahan pada gusi, perdarahan pada vagina yang tidak normal, memar tanpa sebab.
  • Perubahan kekuatan otot dimana salah satu sisi tubuh menjadi lebih lemah dibandingkan sisi lainnya, kesulitan berbicara, perubahan keseimbangan, atau pandangan kabut
  • Pusing yang sangat hebat
  • Jatuh dan kepala membentur lantai
  • Bengkak, hangat, kesemutan, perubahan warna, atau nyeri pada lengan dan kaki
  • Nyeri kepala yang sangat hebat
  • Menggigil
  • Demam
  • Nyeri dada
  • Nyeri punggung
  • Perubahan warna kulit
  • Sesak napas
  • Merah atau bengkak dilokasi injeksi diberikan.

Semua obat memiliki efek samping. Meskipun demikian, banyak orang tidak mengalami efek samping apapun atau hanya mengalami efek samping yang minor saja. Hubungi dokter Anda atau segera dapatkan pertolongan medis bila salah satu efek samping berikut ini mengganggu Anda:

  • Iritasi pada lokasi penyuntikan

Semua daftar tanda dan gejala di atas bukan keseluruhan dari efek samping yang dapat terjadi bila mendapatkan heparin. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait dengan efek samping obat silakan hubungi dokter anda. Anda dapat berdiskusi dengan dokter Anda tentang efek samping obat lainnya.

Kehamilan & Laktasi

Heparin tergolong obat dengan kategori kehamilan C. Heparin tidak melewati sawar darah plasenta. Heparin dapat digunakan untuk pencegahan dan tatalaksana tromboemboli pada wanita hamil. Meskipun demikian, penggunaan low molecular weight heparin lebih dianjurkan. Heparin yang diberikan 2 kali sehari harus dihentikan ketika akan dilakukan induksi persalinan atau direncanakan tindakan seksio sesaria.

WHO menyatakan bahwa Heparin kompatibel untuk laktasi dan risiko heparin terhadap bayi sangat minimal.

Peringatan
  • Pendarahan: Dapat terjadi, termasuk kejadian fatal. Harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan peningkatan risiko pendarahan, termasuk endokarditis bakteri subakut; kelainan perdarahan kongenital atau didapat; penyakit ulseratif aktif atau angiodisplastik saluran pencernaan; hipertensi berat yang tidak terkontrol; riwayat stroke hemoragik; digunakan segera setelah operasi otak, tulang belakang, atau mata atau prosedur invasif lainnya termasuk spinal tap atau anestesi spinal; pengobatan bersamaan dengan penghambat platelet; pendarahan saluran cerna baru-baru ini; gangguan hemostasis; trombositopenia atau defek trombosit; pasien dengan defisiensi antitrombin keturunan yang menerima terapi penggantian antitrombin bersamaan; penyakit liver berat; retinopati hipertensi atau diabetik; gagal ginjal; atau pada pasien (terutama wanita) >60 tahun. Pantau pasien dengan saksama untuk tanda atau gejala perdarahan. Hentikan jika perdarahan terjadi; hemoragi berat atau overdosis mungkin memerlukan protamine (konsultasikan monografi Protamine untuk rekomendasi dosis).
  • Resistensi heparin: Kebutuhan dosis >35.000 unit/24 jam untuk mempertahankan aPTT terapeutik dapat terjadi pada pasien dengan defisiensi antitrombin, peningkatan klirens heparin, peningkatan protein pengikat heparin, peningkatan faktor VIII dan / atau fibrinogen; sering ditemui pada pasien dengan demam, trombosis, tromboflebitis, infeksi dengan kecenderungan trombosis, infark miokard, kanker, dan pada pasien pascaoperasi; pengukuran efek antikoagulan menggunakan tingkat kadar antifaktor Xa mungkin bermanfaat.
  • Hiperkalemia: Pantau hiperkalemia; dapat menyebabkan hiperkalemia dengan menekan produksi aldosteron.
  • Reaksi hipersensitivitas: Dapat terjadi; hanya dalam situasi yang mengancam jiwa ketika penggunaan antikoagulan alternatif tidak mungkin maka heparin harus hati-hati digunakan pada pasien dengan reaksi hipersensitivitas terdokumentasi. Beberapa produk berasal dari jaringan hewan dan dapat dikontraindikasikan pada pasien dengan alergi hewan (yaitu, babi).
  • Osteoporosis: Dapat terjadi karena penggunaan jangka panjang (> 6 bulan) karena penurunan kepadatan mineral tulang.
  • Trombositopenia: Dapat terjadi. Heparin-induced thrombocytopenia(HIT), reaksi yang diperantarai antibodi serius yang dihasilkan dari agregasi trombosit yang tidak dapat diubah, dapat juga terjadi. Pasien yang mengalami HIT mungkin berisiko mengalami trombus baru (heparin-induced thrombocytopenia dan thrombosis [HITT]). Pantau trombosit dengan seksama; hentikan terapi dan pertimbangkan alternatif jika trombosit <100.000/mm3 dan/atau terjadi trombosis. HIT atau HITT dapat tertunda dan dapat terjadi hingga beberapa minggu setelah penghentian heparin. Gunakan dengan sangat hati-hati (untuk durasi yang terbatas) atau hindari pada pasien dengan riwayat HIT, terutama jika diberikan dalam 100 hari dari episode HIT sebelumnya.
Interaksi Obat
  • Kontraindikasi (tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Oritavancin
    • Telavancin
    • Defibrotide
  • Kontraindikasi Mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Sertraline
    • Fluvoxamine
    • Paroxetine
    • Fluexetine
    • Alprostadil
    • Ginkgo biloba
    • Bawang Putih
    • Venlafaxine
    • Desvenlafaxine
    • Escitalopram
    • Citalopram
    • Milnacipran
    • Bivalirudin
    • Apixaban
    • Cefamandole
    • Cefoperazone
    • Dextran
    • Mexalactam
    • Orlistat
    • Pepaya
    • Chamomile
    • Fibrinolitik
    • Nitrogliserin
    • Abciximab
    • Danaparoid
    • Enoxaparin
    • Dabigatran
    • Rivaroxaban
    • Fenofibrat
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Coenzyme Q10
    • Jahe
    • Kunyit
    • Vitamin A
    • Chondroitin
    • Asam Omega-3 Etil Ester
    • Duloxetine
    • Ticagrelor.
  • Interaksi minor(efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat rendah)
    • Alfalfa
    • Arnica.
Penyimpanan

Cairan heparin tidak berwarna hingga berwarna agak kekuningan. Perubahan warna kecil tidak berpengaruh terhadap efektivitas teurapetik. Heparin harus disimpan dalam temperatur ruangan. Jangan dibekukan dan hindari suhu > 40°C. Cairan injeksi tetap stabil bila disimpan pada temperatur ruang dan lemari pendingan.

Pada sebagian besar kasus obat ini hanya diberikan di rumah sakit atau di praktik dokter. Jika di simpan di rumah maka hindari dari paparan sinar matahari langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

NA/PJ/MA

Referensi