Haloperidol ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Haloperidol

Haloperidol merupakan obat golongan anti psikotik. Obat ini biasa digunakan dalam pengobatan skizofrenia dan juga untuk kontrol motorik dan bicara pada pasien dengan sindrom Tourette. Obat ini juga berperan dalam mengurangi halusinasi dan juga pikiran negatif.

Nama Generik

Haloperidol

Merek Dagang

Dores; Govotil; Haldol; Lodomer; Seradol; Serenace; Upsikis

Pengertian

Haloperidol merupakan obat golongan anti psikotik. Mekanisme kerja obat ini adalah dengan merubah aktivitas kimiawi (neurotransmiter) pada otak. Obat ini biasa digunakan dalam pengobatan skizofrenia dan juga untuk kontrol motorik dan bicara pada pasien dengan sindrom Tourette.

Obat ini membantu Anda utuk berpikir lebih jernih. Selain itu, obat ini juga dapat mencegah keinginan bunuh diri pada orang-orang yang memiliki keinginan untuk melukai dirinya sendiri. Obat ini juga berperan dalam mengurangi halusinasi dan juga pikiran negatif.

Golongan

Antipsikotik generasi pertama, Butyrophenone, Dopamine Antagonist

Golongan Obat

K (Obat keras)

Sediaan

  • Tablet 0,5 mg
  • Tablet 1 mg
  • Tablet 1,5 mg
  • Tablet 2 mg
  • Tablet 5 mg
  • Cairan Injeksi 2 mg/mL
  • Cairan Injeksi 5 mg/mL.

Indikasi

Dosis untuk pemberian secara oral (tablet)

  • Sindrom Gilles de la Tourette
    • Dosis dewasa untuk gejala moderat: 0,5 hingga 2 mg 2 atau 3 kali sehari; untuk mencapai kontrol gejala yang cepat, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan; dosis individu dan sekali stabilisasi tercapai, dosis pemeliharaan harus dikurangi secara bertahap menjadi dosis efektif terendah
    • Dosis dewasa untuk gejala berat atau penyakit kronis atau resisten: 3 hingga 5 mg 2 atau 3 kali sehari; untuk mencapai kontrol gejala yang cepat, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan; dosis individual dan sekali stabilisasi tercapai, dosis pemeliharaan harus dikurangi secara bertahap menjadi dosis efektif terendah; dosis 100 mg atau lebih telah digunakan pada pasien yang sangat resisten, tetapi keamanan penggunaan jangka panjang dosis besar tersebut belum terbukti pada penggunaan klinis yang terbatas
    • Dosis anak (3 hingga 12 tahun atau 15 hingga 40 kg): awal, 0,5 mg/hari dibagi dan diberikan 2 atau 3 kali sehari; dosis harian dapat ditingkatkan dengan peningkatan 0,5 mg setiap 5 hingga 7 hari sampai respon yang diinginkan
    • Dosis anak (3 hingga 12 tahun atau 15 hingga 40 kg): pemeliharaan, kisaran dosis biasa 0,05-0,075 mg/kg/hari; setelah stabilisasi, dosis pemeliharaan harus dikurangi secara bertahap hingga dosis efektif terendah; Dosis maksimal tidak ditetapkan, tetapi peningkatan perilaku tidak diharapkan melebihi 6 mg/hari.
  • Skizofrenia
    • Dosis dewasa gejala moderat: 0,5-2 mg per oral 2 sampai 3 kali sehari; untuk mencapai kontrol gejala yang cepat, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan
    • Dosis dewasa untuk gejala berat, penyakit kronis atau resisten: 3 hingga 5 mg per oral 2 atau 3 kali sehari; untuk mencapai kontrol gejala yang cepat, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan; dosis maksimal, 100 mg/hari atau lebih telah digunakan pada pasien yang sangat resisten, tetapi keamanan penggunaan jangka panjang dari dosis besar tersebut belum ditunjukkan dalam penggunaan klinis yang terbatas.
    • Dosis anak (3 hingga 12 tahun atau 15 hingga 40 kg): Awal, 0,5 mg/hari dibagi dan diberikan secara oral 2 atau 3 kali sehari; dosis harian dapat ditingkatkan dengan peningkatan 0,5 mg setiap 5 hingga 7 hari sampai respon yang diinginkan
    • Dosis anak (3 hingga 12 tahun atau 15 hingga 40 kg): pemeliharaan, rentang dosis biasa 0,05-0,15 mg/kg/ hari secara oral; setelah stabilisasi, dosis harus dikurangi secara bertahap menjadi dosis efektif terendah; Dosis maksimal tidak ditetapkan, tetapi peningkatan perilaku tidak diharapkan melebihi 6 mg / hari
    • Dosis anak (usia > 12 tahun) gejala sedang: 0,5 hingga 2 mg secara oral 2 atau 3 kali sehari; untuk mencapai kontrol gejala yang cepat, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan
    • Dosis anak (usia > 12 tahun) gejala berat atau kronis atau penyakit resisten: 3 hingga 5 mg per oral 2 atau 3 kali sehari; untuk mencapai kontrol gejala yang cepat, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan.
  • Perilaku hiperaktif, setelah kegagalan respon untuk obat non-antipsikotik serta psikoterapi
    • Dosis anak (3 hingga 12 tahun atau 15 hingga 40 kg): awal, 0,5 mg/hari dibagi dan diberikan 2 atau 3 kali sehari; dosis harian dapat ditingkatkan dengan peningkatan 0,5 mg setiap 5 hingga 7 hari sampai respon yang diinginkan; kisaran dosis biasa 0,05-0,075 mg/kg/ hari; Dosis maksimal tidak ditetapkan, tetapi peningkatan perilaku tidak diharapkan melebihi 6 mg/hari
    • Dosis anak (> 12 tahun): 0,5 hingga 2 mg (gejala sedang) ATAU 3 hingga 5 mg (gejala berat) 2 hingga 3 kali sehari; untuk mencapai kontrol gejala yang cepat, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan; Dosis maksimal tidak ditetapkan.
  • Masalah perilaku pada anak, setelah kegagalan respon untuk obat non-antipsikotik serta psikoterapi
    • Dosis anak (> 12 tahun): 0,5 hingga 2 mg (gejala sedang) ATAU 3 hingga 5 mg (gejala berat) 2 hingga 3 kali sehari; untuk mencapai kontrol gejala yang cepat, dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan; Dosis maksimal tidak ditetapkan.

Catatan

  • Ada risiko yang lebih tinggi dari pemanjangan QT-interval dan torsade de pointes ketika diberikan melalui rute IV (bukan rute administrasi yang direkomendasikan atau disetujui) atau dalam dosis yang lebih tinggi, tetapi kasus telah dilaporkan tanpa adanya faktor predisposisi
  • Gunakan obat ini secara hati-hati jika diberikan pada pasien dengan kondisi QT-interval memanjang, kelainan jantung yang mendasari, hipotiroidisme, dan sindrom pemanjangan QT herediter
  • Kriteria Beers: Gunakan secara hati-hati atau hindari penggunaan sebagai berpotensi tidak cocok untuk lanjut usia
  • Ketika mengkonversi dari parenteral (IV/IM) ke oral haloperidol, berikan dosis oral pertama dalam 12 sampai 24 jam setelah dosis parenteral terakhir dan sesuaikan dosis untuk efek klinis.

Kontraindikasi

Haloperidol sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Kondisi koma oleh sebab apapun
  • Penyakit Parkinson
  • Depresi sistem saraf pusat karena toksik berat
  • Hipersensitivitas terhadap haloperidol dan komponen lainnya dari produk.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping haloperidol yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas, pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Kesulitan mengendalikan gerakan tubuh, bergerak-gerak, perubahan keseimbangan, kesulitan menelan atau berbicara
  • Detak jantung yang tidak terasa normal
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing yang sangat buruk atau pingsan
  • Kelelahan, kesulitan bergerak, atau kekakuan
  • Sakit kepala yang sangat buruk
  • Tidak bisa buang air kecil
  • Perubahan dalam berpikir jernih dan logis
  • Merasa sangat lelah atau lemah
  • Memar atau pendarahan apa pun
  • Perubahan penglihatan
  • Halusinasi
  • Kejang
  • Perubahan mood (suasana hati)
  • Payudara membesar
  • Perubahan kemampuan seks
  • Untuk wanita, tidak ada periode menstruasi
  • Keluar cairan dari payudara
  • Masalah kesehatan yang sangat buruk dan kadang-kadang mematikan yang disebut sindrom neuroleptik maligna (NMS) dapat terjadi. Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami demam, kram otot atau kekakuan, pusing, sakit kepala yang sangat buruk, kebingungan, perubahan dalam berpikir, detak jantung cepat, detak jantung yang tidak terasa normal, atau berkeringat banyak
  • Beberapa orang yang mengonsumsi obat ini mungkin mengalami masalah otot yang sangat buruk yang disebut tardive dyskinesia. Risikonya mungkin lebih besar pada orang dewasa yang lebih tua, terutama wanita. Kemungkinan bahwa ini akan terjadi atau tidak akan pernah hilang adalah lebih besar pada orang yang mengonsumsi obat ini dalam dosis yang lebih tinggi atau untuk waktu yang lama. Masalah otot juga dapat terjadi setelah penggunaan jangka pendek dengan dosis rendah. Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami kesulitan mengendalikan gerakan tubuh atau jika Anda memiliki masalah otot dengan lidah, wajah, mulut, atau rahang seperti lidah yang mencuat, pipi yang menggembung, mulut berkerut, atau mengunyah
  • Hubungi dokter Anda segera jika mengalamiereksi yang menyakitkan (penis keras) atau ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam. Kondisi ini mungkin terjadi bahkan ketika Anda tidak berhubungan seks. Jika ini tidak segera diobati, itu dapat menyebabkan masalah seksual dan Anda mungkin tidak dapat berhubungan seks.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas:

  • Mengantuk
  • Ansietas
  • Kotoran keras (konstipasi)
  • Mulut kering
  • kram perut atau muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Tidak lapar
  • Letih berlebihan
  • Tidak bisa tidur.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila Anda mengonsumsi haloperidol. Jika memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat haloperidol.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C dimana baik studi pada hewan telah mengungkapkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embryocidal atau lainnya) dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita.

Obat harus diberikan hanya jika manfaat potensial lebih besar dibandingkan potensi risiko pada janin.

Obat ini dapat diserap ke dalam ASI, oleh karena itu jangan menggunakan obat ini jika belum berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter Anda.

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap haloperidol
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat Anda mengalami alergi
    • Jika Anda mengalami penyakit parkinson.
  • Hindari mengemudi dan melakukan tugas atau tindakan lain yang memerlukan konsentrasi.
  • Jika memiliki gula darah tinggi (diabetes), Anda harus memperhatikan kadar gula darah dengan cermat.
  • Hindari untuk mengonsumsi bir, anggur, atau minuman campuran lainnya
  • Jika telah mengonsumsi obat ini secara teratur dan menghentikannya tiba-tiba, Anda mungkin memiliki tanda-tanda penarikan/putus obat (withdrawal). Jangan berhenti menggunakan obat ini secara tiba-tiba tanpa berdiskusi dengan dokter Anda. Sampaikan kepada dokter Anda jika Anda memiliki efek buruk.
  • Kematian mendadak dan detak jantung yang tidak biasa terjadi dengan obat ini. Dosis yang sangat tinggi meningkatkan kemungkinan masalah ini. Katakan kepada dokter Anda jika Anda memiliki detak jantung yang tidak normal seperti interval QT memanjang pada EKG, masalah elektrolit seperti kadar kalium atau magnesium yang rendah, masalah jantung, fungsi tiroid rendah, atau anggota keluarga yang memiliki interval QT memanjang. Katakan kepada dokter Anda jika Anda mengonsumsi obat apa pun yang dapat meningkatkan kemungkinan detak jantung yang tidak normal
  • Hati-hati dalam cuaca panas atau saat sedang aktif. Minum banyak cairan untuk menghentikan kehilangan cairan (dehidrasi)
  • Jumlah sel darah putih yang rendah telah terjadi dengan obat-obatan seperti ini. Kondisi ini dapat menyebabkan kemungkinan yang lebih tinggi untuk mendapatkan infeksi. Infeksi mematikan jarang terjadi. Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki tanda-tanda infeksi seperti demam, menggigil, atau sakit tenggorokan
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih, gunakan obat ini dengan hati-hati. Anda bisa mengalami lebih banyak efek samping
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda sedang menyusui.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan tingkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat.

Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan haloperidol telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan haloperidol. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Cisapride
    • Mesoridazine
    • Levomethadyl
    • Metoclopramide
    • Amifampridine
    • Piperaquine
    • Posaconazole
    • Fluconazole
    • Nelfinavir
    • Terfenadine
    • Bepridil
    • Pimozide
    • Sparfloxacin
    • Dronedarone
    • Thioridazine
    • Ziprasidone
    • Saquinavir
    • Bromopride.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Fluoxetine
    • Venlafaxine
    • Lithium
    • Class Ia Antiarrhythmic Agents  
    • Quinupristin
    • Propranolol
    • Ketoconazole
    • Hydroxychloroquine
    • Donepezil
    • Halofantrine
    • Arsenic Trioxide
    • Tricyclic Antidepressants
    • Phenothiazines
    • Zotepine
    • Risperidone
    • Sertindole
    • Sultopride
    • Droperidol
    • Astemizole.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan  dalam tingkat sedang)
    • Methyldopa
    • Benztropine
    • Carbamazepine
    • Rifampin
    • Trihexyphenidyl
    • Procyclidine
    • Nefazodone
    • Dextromethorphan
    • Tacrine
    • Olanzapine
    • Rifapentine
    • Buspirone.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan  dalam tingkat ringan)
    • Vitex
    • Belladonna
    • Lithospermum.

Penyimpanan

Untuk sediaan tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 30°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk sedian cairan injeksi maka tidak boleh di simpan di rumah.  Obat ini akan diberikan kepada Anda di rumah sakit atau klinik dokter.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/JJ/MA

Referensi