Gejala Demam Berdarah Pada Anak yang Harus Diwaspadai

Gejala demam berdarah pada anak

Gejala demam berdarah pada anak dapat berbeda; tergantung usianya. Gejala-gejala ini umumnya muncul 4-6 hari setelah infeksi virus. Pada kasus demam berdarah yang melibatkan bayi atau balita, gejala yang muncul dapat berupa pilek, batuk ringan, munculnya sedikit ruam kulit dan naiknya suhu tubuh secara tiba-tiba.

 

Go DokDemam berdarah dengue atau yang disebut pula dengue hemorrhagic fever, merupakan salah satu penyakit yang patut ditakuti oleh semua orangtua. Pasalnya, jika dibiarkan dan bertambah parah, demam berdarah dengue bisa saja mengancam nyawa anak Anda. Penyakit yang termasuk endemik di kawasan Asia Tenggara ini nyatanya memang sudah memakan banyak korban di Indonesia. Parahnya lagi, vaksin demam berdarah hingga saat ini masih belum terjangkau oleh masyarakat luas. Karena itu, ada baiknya jika Anda lebih memahami penyakit ini beserta rangkaian gejala yang menyertainya. Apa sajakah gejala demam berdarah pada anak? Untuk menjawabnya, yuk simak penjelasan lengkap berikut ini!

Apa itu demam berdarah dengue?

Demam berdarah dengue merupakan suatu penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty. Spesies nyamuk ini sendiri, mendapatkan virus demam berdarah saat menggigit orang yang mengidap penyakit tersebut. Namun, virus demam berdarah tidak dapat langsung menular dari satu orang ke orang lainnya. Meski begitu, angka kejadian penyakit demam berdarah cukup tinggi, dengan 390 juta infeksi terjadi setiap tahunnya.

Lalu, apa saja gejala demam berdarah pada anak?

Gejala demam berdarah pada anak dapat berbeda; tergantung pada usianya. Gejala-gejala ini umumnya muncul empat hingga enam hari setelah infeksi virus. Pada kasus demam berdarah yang melibatkan bayi atau balita, gejala yang muncul dapat berupa :

  • Pilek
  • Batuk ringan
  • Munculnya sedikit ruam kulit
  • Naiknya suhu tubuh secara tiba-tiba dan cepat, bahkan hingga 40 derajat Celcius.

Sementara itu, pada anak-anak yang lebih tua, gejala demam berdarah yang muncul dapat berupa :

  • Naiknya suhu tubuh secara mendadak dengan suhu yang amat tinggi
  • Rasa sakit di punggung dan kepala
  • Rasa sakit di bagian belakang mata dan di berbagai sendi pada tubuh
  • Anak tampak mudah menderita memar dan barangkali juga menunjukkan bintik-bintik memar yang didapat dari benturan ringan.
  • Pendarahan mendadak dari berbagai bagian tubuh, seperti gusi dan hidung. Hal ini bisa terjadi jika jumlah trombosit anak Anda sangat rendah atau di bawah hitungan normal akibat demam berdarah.
  • Terakhir, akan muncul pula ruam-ruam yang berwarna merah pada kulit anak Anda. Ruam ini juga akan terasa gatal dan kemungkinan besar mulai muncul beberapa hari setelah datangnya demam.

Jika ruam-ruam merah sudah mulai muncul pada kulit anak, Anda akan bisa menangkap beberapa gejala demam berdarah pada anak yang lebih khusus, seperti :

  • Rasa gatal yang terus menerus datang pada telapak kaki
  • Rasa mual dan muntah-muntah
  • Kehilangan selera makan.

Selain gejala demam berdarah pada anak di atas, Anda juga mungkin akan memperhatikan -jika si kecil memang menderita demam berdarah- bahwa anak Anda terus menerus merasa lelah dan lemas, meskipun telah banyak beristirahat dan tidur cukup.

Nah, itu dia gejala demam berdarah pada anak yang mungkin akan dialami anak Anda jika tertular virus demam berdarah. Semoga bermanfaat, dan tetap waspada ya, Bunda!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi