Gejala Angin Duduk Beserta Jenis dan Penyebabnya

Gejala angin duduk

Gejala angin duduk ; Angin duduk, atau disebut Angina pectoris dalam istilah medis, adalah situasi di mana seseorang mengalami nyeri di dada yang diikuti dengan rasa panas dan sesak yang bervariasi, dari tingkat ringan hingga akut. Lalu, apa saja gejalanya?

 

Go Dok Orang Indonesia mengenal angin duduk sebagai penyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan penderitanya meninggal dunia. Bahkan, ada fakta yang menyebutkan bahwa 30% orang-orang yang mengalami gejala ini pulang hanya tinggal nama, membuat angin duduk disebut juga dengan The Silent Killer.

Lalu, bagaimana mengenal gejala angin duduk sebelum terlambat? Sebenarnya, apa, sih, angin duduk itu? Padahal angin, kan, dapat dijumpai di manapun, mengapa yang satu ini bisa begitu berbahaya? Sabar, tetap scroll terus ke bawah, ya!

Gejala angin duduk

Angin duduk, atau disebut Angina pectoris dalam istilah medis, adalah situasi di mana seseorang mengalami nyeri di dada yang diikuti dengan rasa panas dan sesak yang bervariasi, dari tingkat ringan hingga akut. Menurut American Health Association, beberapa gejala yang dapat timbul saat seseorang mengalami angin duduk beragam, seperti nyeri yang menjalar hingga leher dan rahang, pusing, keringat berlebih, gelisah, mual, hingga rasa lelah yang berlebihan.

Menurut Yayasan Jantung Indonesia, 90% kematian mendadak berkaitan dengan jantung, karena sebagian besar gejala angin duduk sendiri disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah dan gangguan aliran darah pada jantung. Akibatnya, otak kehilangan pasokan darah yang seharusnya mengalir ke dalam sana.

Melihat gejala angin duduk, memang angin duduk mirip seperti serangan jantung. Bedanya, gejala angin duduk biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit, sementara rasa sakit dari serangan jantung dapat berlangsung lebih lama.

Nah, informasi penting bagi Anda, nih, angin duduk ternyata memiliki dua jenis, yaitu angin duduk stabil dan tidak stabil? Lantas, apa bedanya? Berikut ulasannya.

Jenis-jenis angin duduk
  • Angin duduk stabil

Jenis angin ini merupakan jenis yang paling umum dialami. Biasanya, gejala angin duduk dari jenis ini bisa diprediksi dan terjadi secara teratur serta memiliki pola. Gejala yang dialami juga normalnya berlangsung kurang dari lima menit dan bisa diredakan dengan beristirahat atau mengonsumsi obat.

  • Angin duduk tidak stabil

Nah, kalau yang satu ini memang lebih jarang dialami dan gejala yang dialami sulit diperkirakan. Bahkan, jenis yang satu ini bisa muncul saat Anda sedang beristirahat. Gejala angin duduk jenis ini terjadi lebih sering dan lebih menyakitkan serta berlangsung lebih lama, lho. Bahkan, gejala-gejala tersebut bisa membangunkan Anda di tengah malam.

Penyebab angin duduk

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gejala angin duduk terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah. Gejala ini timbul pada orang-orang yang memiliki kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, stress, dan obesitas akibat gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan terlalu sering mengonsumsi junkfood.

Untuk menghindari angin duduk, sebaiknya Anda melakukan olah raga secara teratur dan memperhatikan pola makanan sehari-hari. Istirahat yang cukup juga diperlukan untuk kesehatan jantung, lho. Pasalnya, penelitian dari Norwegian University of Science and Technology menyebutkan bahwa kurang tidur atau tidur terlalu banyak bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati?

Mengenal gejala angin duduk sebelum terlambat banyak manfaatnya, kan? Angin duduk merupakan fenomena yang berbahaya, dan jika terlambat menanganinya bisa berujung kematian, lho. Semakin mengetahui jenis, penyebab  dan penanganan angin duduk, semakin banyak nyawa yang bisa diselamatkan. Tetap waspada, ya!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.

RZ/TP/PJ

Referensi