Gastritis ; Penyebab, Diagnosis dan Penanganan

 

Gastritis sendiri merupakan suatu penyakit yang paling umum dan sering dikeluhkan. Gejala dari gastritis sangat beragam, kadang dapat terjadi tanpa gejala yang khas dan kadang tumpang tindih dengan penyakit yang lainnya. Penanganan penyakit ini akibat infeksi kuman helicobacter pilori bertujuan untuk menghilangkan kuman tersebut.

 

Mengenal Gastritis

Gastritis adalah suatu proses peradangan pada lapisan dalam lambung. Gastritis sendiri merupakan suatu penyakit yang paling umum dan sering dikeluhkan. Umumnya penyakit ini dapat didiagnosis hanya keluhan dari pasien yang khas.

Pada sebagian besar kasus, keluhan dan gejala yang di sampaikan merupakan tahap lanjut atau komplikasi dari gastritis yang sudah cukup parah sehingga memerlukan proses yang agak lama dalam penyembuhannya. Ada beberapa penyebab dari munculnya penyakit ini, tetapi 90% dari kasus gastritis disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori di lambung. Semakin maju suatu negara maka angka munculnya kejadian penyakit ini semakin menurun, dikatakan hanya 30% saja.

Penyebab dan Faktor risiko

Gastritis merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi kuman Helicobacter pylori pada lambung. Dinegara berkembang, angka kejadian gastritis yang disebabkan oleh kuman HP ini tergolong tinggi mungkin disebabkan oleh sanitasi kebersihan yang masih jauh tertinggal dibandingkan negara maju serta adanya penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana turut mendukung meningkatnya angka kejadian penyakit ini.

Karena pola konsumsi makanan yang tidak terlalu higienis, dapat ditemukan pula adanya korelasi antara beberapa jenis virus (enteric rotavirus dan calicivirus) serta beberapa jenis jamur (candida sp., histoplastoma dan mukonaceae)  yang bersama sama dengan helicobacter pylori menyebabkan infeksi dan kerusakan jaringan lebih cepat. Tidak hanya hal tersebut, usia lanjut lebih dari 60 tahun, merokok dan peminum alkohol juga beresiko untuk menderita gastritis.

Dewasa ini, penggunaan obat-obat sangat bebas dan tidak dapat terbendung lagi. Dari sekian banyak obat, terdapat korelasi yang sangat berkaitan dengan gastritis yaitu penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid. Obat yang umumnya ditujukan untuk mengobati peradangan sendi ini dapat dengan mudah menyebabkan gastritis.

Manifestasi klinis

Gejala dari gastritis sangat beragam, kadang dapat terjadi tanpa gejala yang khas dan kadang tumpang tindih dengan penyakit yang lainnya. Berikut ini adalah contoh gejala yang di tunjukan oleh penyakit gastritis yaitu :

  1. Nyeri pada bagian ulu hati
  2. Terasa panas dan pedih di uluhati
  3. Kembung
  4. Sering bersendawa
  5. Mual dan muntah
  6. Kehilangan nafsu makan
  7. Muntah darah merah segar
  8. Buang air besar yang berwarna merah kehitaman
  9. Penurunan berat badan.
Diagnosis

Diagnosis ditegakkan oleh dokter dengan wawancara medis dari keluhan pasien. Pada pemeriksaan fisik umumnya hasil pemeriksaan normal dan bisa juga ditemukan nyeri tekan di bagian ulu hati dan terjadinya mual saat di lakukan penekanan tersebut.

Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan pemeriksaan teropong lambung (endoskopi) serta pemeriksaan jaringan yang di lihat dibawah mikroskop nantinya. Terdapat pula pemeriksaan khusus dan spesifik untuk mengetahui adanya infeksi Helicobacter pilori yaitu dengan pemeriksaan urea breath test. Tes ini berfungsi untuk mengetahui adanya zat urea dari dalam lambung yang merupakan zat sisa dari metabolisme bakteri Helicobacter pilori.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan gastritis akibat infeksi kuman helicobacter pilori bertujuan untuk menghilangkan kuman tersebut. Umumnya digunakan pengobatan dengan pemberian antibiotika golongan klaritomisin, amoksisilin, metronidazole dan tertrasiklin yang di kombinasikan dengan obat penghambat pompa proton yang bertanggung jawab dalam menjaga keasaman lambung berupa omeprazole, lanzoprazole, pantoprazole, rabeprazole, ezomeprazole. Bila kombinasi tersebut masih gagal dalam mengatasi keluhan maka dapat ditambahkan golongan bismuth.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gastritis, yang juga dapat diterapkan jika memang sudah terlanjur terkena penyakit ini :

  1. Hindari makanan yang dapat merangsang lambung seperti makanan yang pedas, asam,  keras, terlalu dingin atau panas, sayur dan buah yang menghasilkan gas, makanan dengan kadar lemak tinggi, daging tinggi lemak, susu tinggi lemak, dan makanan yang digoreng.
  2. Hindari minuman seperti kafein, soda dan alkohol karena cenderung meningkatkan keasaman pada lambung yang akan memperburuk keadaan.
  3. Mengatur waktu makan dan jenis pengolahan makanan sangat berperan besar untuk proses penyembuhan. Cobalah mengatur pola makan menjadi porsi yang kecil dan lebih sering misalnya tiga sampai enam kali setiap hari. Makanlah dengan santai dan tidak terburu-buru. Kunyahlah makanan secara perlahan agar benar-benar lembut saat ditelan.
  4. Hindari cara pengolahan makanan dengan menggoreng, cobalah mengolahnya dengan direbus, kukus, panggang dan tumis.
  5. Hindari obat-obatan anti inflamasi, seperti aspirin atau ibuprofen.
  6. Hindarilah stres. Stress adalah faktor yang dapat memperburuk kondisi dan dapat menunda waktu penyembuhan.
Komplikasi

Karena infeksi ini berjalan sangat lambat dan pertahanan tubuh yang masih baik, maka umumnya penderita tidak terlalu menghiraukan adanya keluhan. Tetapi jika terus dibiarkan tidak diobati secara baik, kerusakan di dalam lambung akan terus berjalan dimana komplikasi yang dapat terjadi seperti kehilangan darah akibat pendarahan lambung yang parah, bahkan sampai kanker lambung.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

HW/PJ/MA

Referensi