Gangguan Menstruasi; Penyebab, Gejala, dan Penanganan

gangguan menstruasi

Gangguan menstruasi dapat dirasakan ketika seorang wanita mengalami siklus haid yang tidak lancar, seperti siklus haid yang tidak teratur dan jumlah darah haid yang terlalu banyak atau sedikit. Kelainan ini biasanya disebabkan oleh faktor psikis seperti stres dan ketidakseimbangan hormon.

Mengenal Gangguan Menstruasi

Gangguan menstruasi (gangguan haid) ialah gangguan yang terjadi baik pada jumlah dan lama haid serta siklus haid. Gangguan ini bisa berupa siklus menstruasi yang tidak teratur, darah haid yang terlalu sedikit atau banyak, dan atau bahkan sama sekali tidak haid. Siklus haid yang normal bagi setiap wanita memang berbeda, jadi ada baiknya untuk mencatat siklus bulanan secara rutin.

Penyebab

Haid normalnya berdurasi antara 7-14 hari dengan siklus 28-35 hari. Faktor penyebab gangguan haid dapat beragam, mulai dari psikis (stress), gangguan hormon, kehamilan, berat badan yang turun/naik drastis, penyakit yang menyertai seperti Polycystic ovary syndrome (PCOS), dll.

Klasifikasi Gangguan Menstruasi 

Secara umum, terdapat tiga pembagian klasifikasi gangguan haid, yaitu kelainan jumlah dan lama perdarahan haid, kelainan siklus haid, dan perdarahan di luar haid. Berikut penjelasannya beserta penanganan setiap klasifikasi :

 

Berdasarkan Kelainan Jumlah dan Lama Perdarahan Haid

  • Menorraghia atau hipermenorrhea

Kondisi ini didefinisikan dengan perdarahan haid yang lebih banyak dari normal, yaitu >80 mL darah dan/atau durasi yang bertambah lama (>7 hari) pada interval haid yang normal.

Kondisi ini disebabkan oleh kondisi dalam uterus, misalnya mioma uteri dengan permukaan endometrium, gangguan peluruhan endometrium, dan lainnya. Terapi pada kelainan ini ialah dengan melakukan terapi pada penyebab utamanya.

Pada kondisi ini, perlu dilakukan pemeriksaan ginekologis dan pemeriksaan darah yang meliputi faktor koagulasi. Bila hasil didapatkan normal, maka terapi dapat diberikan baik non-hormonal maupun hormonal.

Terapi hormonal yang digunakan ialah pil kontrasepsi kombinasi atau progesteron selama 3 siklus haid. Sedangkan, terapi non-hormonal seperti asam traneksamat selama 3 bulan.

Apabila pada pemeriksaan lanjutan didapatkan penyebab organik seperti adanya mioma uteri, hiperplasia endometrium, adenokarsinoma, adenomiosis, atau polip endometrium, maka tatalaksana lanjutan diberikan di fasilitas tingkat lanjutan oleh dokter spesialis.

  • Hipomenorrhea

Hipomenorrhea merupakan kebalikan dan menorrhagia, yaitu kondisi dimana perdarahan haid lebih pendek dan/atau lebih kurang dari biasanya. Kondisi ini diseababkan oleh stress pskis, kondisi uterus, gangguan endokrin, dan lainnya.

Mayoritas penyebab nya berasal dari kondisi psikologis, sehingga terapi yang dilakukan bersifat psikologis untuk menenangkan penderita dan biasanya kondisi ini tidak memengaruhi fertilitas.

 

Berdasarkan Kelainan Siklus Haid

  • Amenorrhea

Kelainan ini terjadi ketika seseorang tidak haid selama 3 bulan berturut-turut. Amenorrhea sendiri dibagi menjadi dua, yaitu amenorrhea primer dan sekunder. Amnerrohea primer merupakan kondisi bila seorang perempuan sampai dengan usia 18 tahun lebih tidak pernah haid. Hal ini dikaitkan dengan kelainan kongenital dan genetik.

Amenorrhea sekunder merupakan kondisi dimana seseorang pernah mendapatkan haid, tetapi kemudian tidak mendapatkan haid, biasanya berkaitan dengan gangguan gizi, metabolisme, tumor, serta penyakit infeksi.

  • Oliogomenorrhea

Kelainan ini terjadi pada siklus haid dengan durasi melebihi 35 hari. Umumnya kasus ini dikarenakan faktor hormonal dan tidak mengganggu fertilitas.

  • Polimenorrhea

Polimenorrhea merupakan perdarahan haid yang terjadi dengan interval kurang dari 21 hari. Kondisi ini dapat disebabkan oleh gangguan hormon yang menyebabkan gangguan ovulasi sehingga masa luteal memendek. Selain itu, dapat pula disebabkan oleh peradangan, endometriosis, atau kelainan organik di dalam uterus.

 

Berdasarkan Perdarahan di Luar Haid

  • Metroragia

Pada kondisi ini, dokter akan bertanya secara lengkap mengenai riwayat penyakit yang meliputi riwayat menstruasi dan riwayat gejala yang berhubungan kontrasepsi. Kemudian, pemeriksaan penunjang yang diperlukan ialah urinalisis, tes kehamilan, pap smear, profil koagulasi, dan hematologi.

Setelah itu, dilihat apakah pola temporal haid bersifat reguler atau irreguler. Bila sifatnya reguler, maka hal tersebut disebabkan oleh perdarahan ovular yang biasanya disebabkan oleh keadaan patologis di luar uterus, misalnya adanya hematuria, vulva, vaginal, seriks, tuba, atau perdarahan rektal.

Bila sifat nya irreguler, penyebab utama disebabkan oleh keadaan patologis di dalam rahim, seperti abortus imminens, abortus inkomplit, kehamilan ektopik, ataupun berkaitan dengan IUD. Selain itu, dapat pula terjadi karena kelainan seperti polip, mioma, endometritis, serta keganasan baik dari serviks atau uterus.

  • Menometroragia

Pada kondisi ini terdapat peningkatan perdarahan haid atau durasi perdarahan yang terjadi dengan interval yang tidak teratur.

 

Kelainan Lain yang Berhubungan dengan Haid

  • Premenstrual syndrome/tension

Kumpulan gejala yang muncul satu minggu atau beberapa hari sebelum haid dapat bertahan hingga mulai haid atau hingga haid selesai. Gejala yang dialami berupa mood yang iritatif, insomnia, gelisah, nyeri kepala, nyeri perut, kembung, mual, pembesaran dan nyeri payudara.

Penyebab pasti dari premenstrual syndrome belum diketahui dengan jelas, tetapi ketidakseimbangan antara estrogen dan progesteron sehingga mengakibatkan retensi cairan dan natrium, penambahan berat badan, serta terkadang edema diketahui berkaitan dengan kejadian ini.

Oleh karena itu, pada pasien yang mengalami premenstrual syndrome direkomendasikan untuk membatasi konsumsi garam dan pengurangan minum 7-10 hari sebelum haid. Terapi psikologis juga dapat diberikan.

  • Mittelschmerz

Rasa nyeri yang dirasakan antar amasa haid dan ovulasi yang muncul daam hitungan jam hingga 3 hari. Nyeri dapat disertai perdarahan tetapi nyeri tidak menjalar dan tidak ada mual muntah.

  • Dismenorrhea

Ini merupakan gangguan ginekologik berupa nyeri saat haid. Gejala yang dialami berupa rasa kram disertai nyeri punggung bawah, mual-muntah, nyeri kepala, atau diare. Istilah dismenorrhea hanya digunakan jika nyeri terjadi dengan hebat karena hampir semua wania mengalami rasa tidak enak di perut bagian bawah sebelum dan selama haid.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis gangguan menstruasi, dokter akan menanyakan apakah ada gejala yang sesuai dengan klasifikasi tadi. Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya peradangan pada vagina maupun serviks. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan pap smear untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kanker. Pemeriksaan lain yang mungkin saja dilakukan adalah USG, biopsi endometrium, atau histeroskopi.

Penanganan

Penanganan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan menstruasi berbeda-beda. Dokter terlebih dahulu menganalisa apa yang menjadi penyebab utama gangguan terjadi. Mungkin dokter akan memberikan beberapa obat-obatan yang mengandung hormon apabila penyebab kondisi ini adalah ketidakseimbangan hormon. Selain itu, penanganan yang dapat membantu gangguan menstruasi antara lain :

  • Menempelkan kompres hangat pada bagian abdomen atau berendam air hangat. Hal ini dapat mengurangi nyeri dan kram akibat haid.
  • Berolahraga dapat mengurangi nyeri haid.
  • Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orgasme dapat mengurangi kram akibat haid.
  • Beberapa ahli mengatakan, mengatur pola makan sekitar 14 hari sebelum haid dapat membantu dalam gangguan menstruasi. Disarankan penderita mengonsumsi gandum utuh, buah, dan sayuran segar, serta menghindari lemak jenuh dan makanan cepat saji, membatasi konsumsi garam (sodium), membatasi asupan kafein, gula, dan alkohol juga dapat bermanfaat.
  • Cegah dan atasi anemia.

 

Baca juga:

 

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

 

AM/PJ/TP

Referensi