Gagap pada Anak dan Cara Mengatasinya

gagap pada anak

Gagap pada anak harus diatasi oleh orangtua sedini mungkin untuk meminimalisir perkembangannya yang bisa jadi masalah lebih serius yang berlanjut ke masa sekolah. Faktor penyebab anak mengalami gagap  yaitu genetik, perkembangan anak hingga faktor neurologis.

Go DokBanyak anak-anak di tahap antara usia 2 dan 5 tahun berbicara dengan gagap, mengulang suku kata, kata, atau frasa tertentu, memperpanjangnya, atau tidak bersuara untuk bunyi dan suku kata tertentu. Apakah ini terjadi pada si kecil? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Apa itu gagap pada anak?

Sebelum mengenal lebih jauh seputar gagap pada anak sebaiknya Anda mengenal lebih dulu seputar gagap itu sendiri. Gagap adalah bentuk ketidaklancaran atau gangguan dalam berbicara. Pada banyak kasus, gagap akan hilang setelah usia 5 tahun. Di kasus lain akan hilang dalam waktu yang lebih lama.

Gagap terjadi ketika pembicaraan normal terganggu oleh pengulangan atau perpanjangan dari suara atau kata tertentu. Kondisi ini dapat berkisar pada frekuensi dan intensitas ringan hingga parah.

Kadang, berbicara di depan sebuah kelompok atau bicara lewat telepon dapat memperparah gagap. Sementara menyanyi atau membaca dapat menguranginya. Stres juga kadang dapat membuatnya lebih parah. Usaha untuk berbicara kemungkinan diikuti dengan gestur atau gerakan tubuh.

Untuk mengetahui apakah gagap pada anak akan berkembang menjadi masalah lebih serius yang berlanjut ke masa sekolah bukanlah hal yang tidak mungkin. Namun terdapat beberapa tanda yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah gagap yang dialami anak kemungkinan menjadi sebuah masalah:

  • Anda mungkin memerhatikan ketegangan dan usaha yang berlebih pada otot wajah
  • Anda juga mungkin memerhatikan naiknya suara dengan pengulangan
  • Dalam kasus gagap yang lebih berat, seorang anak dapat menunjukkan upaya dan ketegangan yang cukup kentara saat mencoba berbicara.
  • Pada kasus yang lebih parah sering ditandai upaya menghindari gagap dengan mengubah kata-kata atau menggunakan suara tambahan untuk mulai berbicara. Terkadang, seorang anak akan coba menghindari situasi di mana dia perlu berbicara.

Apa saja penyebab anak mengalami gagap?

Para ahli masih belum mengetahui dengan pasti apa yang menjadi penyebab gagap pada anak. Namun kebanyakan percaya kalau gangguan bicara terjadi sebagai hasil dari beragam faktor. Di bawah ini mungkin termasuk di dalamnya:

1. Genetik

Kebanyakan ahli setuju kalau gagap memiliki komponen genetik. Enam puluh persen dari semua orang yang gagap memiliki seorang anggota keluarga dekat yang juga gagap.

2. Gagap yang berkaitan dengan perkembangan anak

Banyak anak mengalami gagap selama periode usia 18 bulan hingga 2 tahun karena mereka masih mengasah kemampuan berbicara dan berbahasa. Bentuk kegagapan ini biasanya temporer.

3. Faktor neurologis

Penelitian menemukan kalau orang-orang yang gagap memproses bahasa dengan berbeda dari yang tidak mengalami gangguan bicara. Pada beberapa kasus, tampaknya ada masalah dalam cara bahasa ditransmisikan melalui otak. Para ilmuwan tidak tahu persis mengapa ini terjadi.

Bagaimana cara mengatasinya?

Banyak orang tua yang enggan mendatangi terapi wicara karena tidak ingin sang anak sadar akan gangguan bicara yang mereka alami. Para ahli setuju kalau anak Anda berusia di atas 3 tahun dan masih gagap selam tiga hingga enam bulan, Anda mungkin harus mengevaluasinya.

Temukan terapis wicara yang memiliki spesialisasi dalam menghadapi gagap pada anak. Terapis tersebut dapat bantu memutuskan apakah anak Anda perlu intervensi atau tidak.

Kebanyakan anak-anak yang mengalami perpanjangan gagap mendapatkan manfaat dari terapi wicara. Pada beberapa kasus, masalah tersebut dapat dieliminasi seluruhnya. Apa pun hasil akhirnya, terapi wicara dapat mendorong kepercayaan diri anak karena mereka belajar untuk mengatur gagap yang dialami dan meningkatkan kemampuan bicara.

Orangtua dapat memberi efek yang sangat besar pada anak yang gagap dalam melihat gangguan yang mereka alami.  Berikut tips yang bisa diikuti untuk membantu anak Anda yang gagap:

  • Ciptakan kesempatan untuk berbicara yang relaks, menyenangkan, dan santai
  • Temukan waktu untuk melibatkan anak dalam percakapan tanpa gangguan dari TV ataualat elektronik lainnya. Singkatnya, Anda dapat menjadikan kebiasaan melibatkan anak dalam percakapan keluarga saat makan malam setiap hari
  • Jangan mengkritik cara berbicara anak atau bertahan pada cara bicara yang menurut Anda tepat dan benar.
  • Jangan memberi tekanan pada anak untuk menghibur atau berinteraksi secara verbal dengan orang lain ketika gagap adalah masalahnya. Dorong mereka pada aktivitas yang tidak melibatkan interaksi verbal.
  • Dengarkan dengan baik pada apa yang anak katakan, jaga kontak mata normal tanpa menunjukkan tanda tidak sabar atau frustrasi.
  • Hindari reaksi negatif ketika anak gagap, membetulkan cara bicara, atau menyelesaikan kalimatnya. Ini penting bagi anak untuk mengerti kalau orang-orang dapat berkomunikasi dengan efektif bahkan ketika mereka gagap.
  • Meski frase seperti, “Berhenti dan tarik nafas” atau “Pelan-pelan” mungkin bermaksud untuk membantu anak, hal tersebut sebenarnya dapat membuat sang anak lebih minder dan tidak seharusnya digunakan.
  • Contohkan cara bicara perlahan dan santai untuk membantu anak Anda berbicara dengan perlahan.
  • Jangan takut untuk membicarakan tentang gagap pada anak. Jika mereka bertanya atau mengekspresikan kekhawatiran, dengarkan dan jawab dengan cara yang dapat membantu mereka mengerti kalau gangguan dalam berbicara adalah hal yang normal dan semua orang mengalaminya dengan tingkat yang berbeda.

Dukungan orangtua dan keluarga dekat sangat berpengaruh dalam mengatasi gagap pada anak. Jika kondisi ini masih terjadi setelah usia yang pada umumnya, pastikan untuk segera mencari terapis wicara agar kondisi ini tidak berlanjut terlalu lama.

 

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

FY/PJ/MA

Referensi