Gabapentin ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Gabapentin

Gabapentin merupakan obat dalam golongan analog Gamma-AminoButyric Acid (GABA) suatu senyawa neurotransmiter (hormon otak) yang berperan dalam menghambat reaksi hantaran implus listrik pada sistem saraf.

 

Nama Generik

Gabapentin

 

Merek Dagang

Alpentin, Nepatic, Epiven, Neurontin, Neurontin, Gabexal, Sipentin, Ganin.

Pengertian

Gabapentin merupakan obat dalam golongan analog Gamma-AminoButyric Acid (GABA) suatu senyawa neurotransmiter (hormon otak) yang berperan dalam menghambat reaksi hantaran implus listrik pada sistem saraf. Obat ini adalah anti konvulsan yang digunakan sebagai obat tambahan untuk mencegah dan mengatasi gejala kejang yang diberikan bersamaan dengan anti konvulsan lainnya. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk meredakan nyeri (rasa sakit) yang disebabkan oleh penyakit atau iritasi pada saraf.

Golongan

Anti Epilepsi, Analog GABA

Sediaan
  • Kapsul 100 mg
  • Kapsul 300 mg
  • Tablet Salut Selaput 300 mg.
Indikasi

Untuk Dosis Oral (kapsul dan tablet salut selaput)

  • Untuk Kejang Parsial:
    • Orang dewasa, remaja, dan anak ≥12 tahun: dosis awal 300 mg setiap 8 jam; dosis pemeliharaan 300 mg – 600 mg setiap 8 jam, dosis maksimal 2.400 mg/hari dapat ditoleransi dengan baik.
    • Anak usia 3 sampai 4 tahun: dosis awal (inisial) 10-15 mg/kgBB/hari diberikan setiap 8 jam dan dosis ditingkatkan selama 3 hari untuk dosis pemeliharaan 40 mg/kgBB/hari diberikan setiap 8 jam.
    • Anak usia 5 sampai 11 tahun: dosis awal (inisial) 10-15 mg/kgBB/hari diberikan setiap 8 jam dan dosis ditingkatkan selama 3 hari untuk dosis pemeliharaan 25-35 mg/kgBB/hari diberikan setiap 8 jam.
  • Untuk neuropati diabetik perifer (gangguan saraf tepi pada penderita diabetes):
    • Orang dewasa: 1.200 hingga 3.600 mg/hari dibagi menjadi 3 dosis (setiap 8 jam)
  • Untuk Fibromialgia:
    • Orang dewasa: dosis awal (inisial), 300 mg satu kali sehari (saat akan tidur); dosis titrasi (peningkatan dosis) selama 6 minggu hingga dosis maksimal 2.400 mg/hari, diberikan dalam dosis 600 mg terbagi dalam 2 dosis (pagi dan siang) dan 1.200 mg saat akan tidur; dosis rata-rata adalah 1800 mg/hari.
  • Untuk pruritus (gejala gatal-gatal pada kulit) terkait dengan hemodialisa (cuci darah):
    • Orang dewasa: dosis awal 100 mg setiap selesai cuci darah, titrasi hingga maksimal 300 mg jika tidak terdapat perbaikan gejala.
  • Untuk Nyeri Pasca Herpes (shingles atau cacar ular atau cacar api):
    • Orang dewasa: (Gralise®) 300 mg pada hari pertama, 600 mg pada hari kedua, 900 mg pada hari ketiga hingga ke 6, 1.200 mg pada hari ke 7 hingga ke 10, 1.500 mg pada hari ke 11 hingga ke 14, dan 1.800 mg pada hari ke 15 dan seterusnya. Diminum satu kali sehari bersamaan dengan makan malam.
    • Orang dewasa: (Neurontin®) 300 mg satu kali sehari pada hari pertama, 300 mg dua kali sehari pada hari kedua, dan 300 mg tiga kali sehari pada hari ke 3, dapat ditingkatkan hingga dosis maksimal 1.800 mg/hari (dikonsumsi setiap 8 jam)
  • Untuk Nyeri Pasca Operasi Akut: Terapi pendahuluan: 300 hingga 1.200 mg diberikan hanya 1 kali, 1 hingga 2 jam sebelum menjalani tindakan operasi/pembedahan.
Efek Samping

Meskipun sangat jarang (bahkan langka), beberapa orang mungkin mengalami efek samping yang sangat buruk dan terkadang dapat mematikan ketika mengonsumsi gabapentin. Segera cari bantuan ke pusat kesehatan atau dokter terdekat serta dapatkan bantuan medis segera bila Anda mengalami gejala atau tanda berikut yang mungkin terkait dengan efek samping gabapentin yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, kemerahan, gatal, pembengkakan pada kulit atau kulit terasa panas dengan atau tanpa demam; mengi; berat pada dada atau tenggorokan; sulit bernapas atau berbicara; suara serak tanpa sebab lain; bengkak pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda masalah liver (hati) seperti air kencinng berwarna gelap, merasa mudah lelah, menjadi jarang merasa lapar, kram perut atau nyeri perut, kulit atau mata menjadi kuning.
  • Tanda masalah ginjal seperti tidak dapat berkemih, air kencing menjadi sedikit, air kencing menjadi berwarna merah (berdarah) dan peningkatan berat badan berlebihan
  • Masalah mengingat atau hilang ingatan tiba-tiba
  • Perubahan ketajaman penglihatan
  • Gemetar secara tiba-tiba
  • Sesak napas, peningkatanberat badan, bengkak pada lengan dan kaki
  • Merasa lelah dan lemah
  • Kejang memburuk atau kejang berbeda ketika mulai mengonsumsi obat
  • Demam atau menggigil
  • Gangguan bicara
  • Kesulitan untuk berpikir fokus.

Gabapentin juga dapat menimbulkan efek samping yang ringan. Untuk tanda dan gejala berikut cari bantuan medis atau temui dokter hanya bila Anda merasakan bahwa efek samping ini sangat mengganggu aktivitas Anda. Efek samping tersebut antara lain:

  • Pusing
  • Merasa mengantuk
  • Perut terasa begah
  • Diare
  • Mulut kering.

Kondisi-kondisi di atas bukan semua efek samping yang mungkin terjadi setelah konsumsi gabapentin. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang efek samping, hubungi dokter Anda.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain) dan tidak terdapat uji klinis terkontrol pada wanita. Obat-obat hanya diberikan jika pertimbangan keuntungan lebih besar dari pada risiko potensi pada janin.

Risiko pemberian saat menyusui dan pengaruhnya terhadap bayi tidak dapat dikesampingkan.

Peringatan
  • Hati-hati jika Anda memiliki alergi terhadap gabapentin dan bahan lain obat ini. Sampaikan kondisi ini pada dokter Anda.
  • Sampaikan juga kepada dokter sebelum mengonsumsi obat ini bahwa Anda:
    • Memiliki riwayat penyakit ginjal atau sedang menjalani cuci darah (hemodialisa)
    • Mengonsumsi obat lainnya dan masalah kesehatan lainnya (gangguan liver [hati]). Kondisi ini harus disampaikan karena konsumsi Gabapentin dengan obat lainnya dapat menimbulkan kondisi yang tidak diinginkan.
  • Sesuai dengan Kriteria Beers dari Perhimpunan Geriatri Amerikamaka Gabapentin harus dikonsumsi secara hati-hati atau dihindari karena berpotensi tidak sesuai untuk lanjut usia
    • Hindari konsumsi obat pada lanjut usia dengan riwayat fraktur, kecuali diberikan untuk kejang atau gangguan mood.
    • Konsumsi Gabapentin pada lansia dapat menyebabkan sinkop, gangguan psikomotor atau ataksia.
  • Jangan mengonsumsi obat secara mendadak, dosis obat harus diturunkan, atau dihentikan dalam waktu minimal 1 minggu. Konsumsi gabapenti dan perubahan dosis obat harus sesuai dengan anjuran dokter.
  • Hindari mengemudikan kendaraan bermotor atau melakukan pekerjaan yang berisiko lainnya (misalnya menjalankan mesin) hingga Anda dapat merasakan efek obat gabapentin terhadap diri Anda.
  • Obat ini dapat mempengaruhi beberapa hasil pemeriksaan laboratorium tertentu.
  • Bila Anda sedang hamil, maka konsumsi gabapenti harus berdasarkan pertimbangan dokter terhadap risiko dan keuntungan penggunaan obat selama kehamilan. Begitu pula ketika anda menyusui maka tanyakan kepada dokter apakah obat ini berpengaruh terhadap Air Susu Ibu (ASI).
Interaksi Obat

Beberapa obat-obat tertentu apabila dikonsumsi bersamaan atau berbarengan dengan obat lain akan dapat menimbulkan efek yang berbeda. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan gabapentin telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan gabapentin. Obat tersebut antara lain:

  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Orlistat
    • Calcifediol
  • Interaksi sedang (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Morfin
    • Antasida
    • Ginkgo biloba
    • Evening primrose oil.

Selain dengan obat lainnya, gabapentin juga dapat berinteraksi dengan hasil pemeriksaan lab tertentu. Salah satu contohnya adalah pemeriksaan protein urin. Konsumsi gabapentin dapat menghasilkan positif palsu dalam pemeriksaan protein urin.

Penyimpanan

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan harus diletakkan pada tempat yang kering (hindari penyimpanan di tempat yang basah atau lembab). Jangan simpan obat ini di kamar mandi. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan juga binatang peliharan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/PJ/MA

Referensi