Furosemid ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Furosemid

 

Furosemid merupakan salah satu obat dalam golongan diuretik loop. Obat ini biasanya digunakan pada pengobatan retensi cairan, edema (bengkak) pada pasien dengan gagal jantung kongestif, penyakit liver (hati), atau masalah ginjal seperti pada sindrom nefrotik.

Nama Generik

Furosemid

Merek Dagang

Classic; Diurefo; Diuresix; Diuvar; Edemin; Farsiretic; Farsix; Frusid; Furomed; Furosemide; Furosix; Glosix; Gralixa; Impugan; Lasix; Laveric; Naclex; Roxemid; Silax; Uresix.

Pengertian

Furosemid merupakan salah satu obat dalam golongan diuretik loop. Obat ini bekerja dengan mencegah tubuh untuk menyerap kembali terlalu banyak garam dan menyebabkan garam banyak dikeluarkan melalui urin. Kondisi ini mengakibatkan air yang biasa terikat pada garam juga keluar dari tubuh. Furosemid biasanya digunakan pada pengobatan retensi cairan, edema (bengkak) pada pasien dengan gagal jantung kongestif, penyakit liver (hati), atau masalah ginjal seperti pada sindrom nefrotik. Furosemid juga digunakan untuk mengobati hipertensi.

Golongan

Agen Kardiovaskular, Diuretik Loop

Sediaan

  • Tablet 40 mg
  • Cairan Injeksi 10 mg/mL.

Indikasi

Dosis untuk pemberian injeksi (Cairan Injeksi)

  • Penyakit ginjal kronis, Hipoalbuminemia
    • Dosis dewasa: 40 mg IV bolus dengan atau tanpa albumin 20% 10 mg IV bolus.
  • Gagal jantung kongestif – Edema
    • Dosis dewasa: Awal, 20 hingga 40 mg IM atau IV lambat, lebih dari 1 hingga 2 menit; dapat diulangi dosis yang sama 2 jam kemudian atau ditingkatkan 20 mg tidak lebih cepat dari 2 jam setelah dosis sebelumnya; titrasi; dosis individual dapat diberikan sekali atau dua kali sehari
    • Dosis dewasa pada gagal jantung dekompensata akut mendapatkan diuretik oral kronis: mulai infus IV kontinyu atau suntikan IV bolus intermiten sama atau lebih besar dari dosis harian oral kronis dan menyesuaikan berdasarkan respon.
    • Dosis dewasa pada gagal jantung dekompensata akut dengan diuresis yang tidak adekuat, rejimen dapat diintensifkan dengan dosis yang lebih tinggi, dosis lebih sering, infus kontinu, atau penambahan diuretik kedua (misalnya thiazid)
    • Dosis dewasa: Alternatif pemberian IV, 40 hingga 140 mg/hari sebagai bolus atau infus sub-kontinyu berkelanjutan dengan pompa elastomer selama 3 hari sampai 8 bulan. Situs injeksi di daerah pectoral lebih baik ditoleransi dibandingkan dengan di ekstremitas
    • Dosis anak: Awal, IM 1 mg/kg/dosis atau IV lambat; dapat ditingkatkan 1 mg/kg tidak lebih cepat dari 2 jam setelah dosis sebelumnya; maksimal 6 mg/kg/ dosis (atau pada bayi prematur, 1 mg/kg/hari).
  • Edema
    • Dosis dewasa: Awal, 20 hingga 40 mg IM atau IV lambat, lebih dari 1 hingga 2 menit; dapat diulangi dosis yang sama 2 jam kemudian atau ditingkatkan 20 mg tidak lebih cepat dari 2 jam setelah dosis sebelumnya; lakukan titrasi; dosis individual dapat diberikan sekali atau dua kali sehari
    • Dosis anak: Awal, IM 1 mg/kg/dosis atau IV lambat; dapat ditingkatkan 1 mg/kg tidak lebih cepat dari 2 jam setelah dosis sebelumnya; maksimal 6 mg/kg/ dosis (pada bayi prematur, dosis maksimal adalah 1 mg/kg/hari).
  • Edema – Gagal ginjal
    • Dosis dewasa: Awal, 20 hingga 40 mg IM atau IV lambat, lebih dari 1 hingga 2 menit; dapat diulangi dosis yang sama 2 jam kemudian atau ditingkatkan 20 mg tidak lebih cepat dari 2 jam setelah dosis sebelumnya; lakukan titrasi; dosis individual dapat diberikan satu atau dua kali sehari
    • Dosis anak: Awal, IM 1 mg/kg/dosis atau IV lambat; dapat ditingkatkan 1 mg/kg tidak lebih cepat dari 2 jam setelah dosis sebelumnya; maksimal 6 mg/kg/dosis (bayi prematur, dosis maksimal 1 mg/kg/hari).
  • Edema paru, akut
    • Dosis dewasa untuk tambahan (adjuvan): Awal, 40 mg IV secara perlahan, lebih dari 1 hingga 2 menit; setelah 1 jam, dapat ditingkatkan menjadi 80 mg IV selama 1 hingga 2 menit
    • Dosis anak untuk tambahan (adjuvan): Awal, 1 mg/kg/dosis IV atau IM; dapat ditingkatkan 1 mg/kg tidak lebih cepat dari 2 jam setelah dosis sebelumnya; maksimal 6 mg/kg/dosis (pada bayi prematur, dosis maksimal adalah 1 mg / kg / hari).

Dosis untuk pemberian oral (Tablet)

  • Gagal jantung kongestif – Edema
    • Dosis dewasa: Awal, 20 hingga 80 mg per oral sebagai dosis tunggal; dapat diulangi dosis yang sama 6 hingga 8 jam kemudian, atau ditingkatkan 20 hingga 40 mg dan berikan tidak lebih dari 6-8 jam setelah dosis sebelumnya; titrasi hingga efek didapatkan, hingga 600 mg / hari dengan kondisi edematosa yang parah secara klinis; dosis individual dapat diberikan satu atau dua kali sehari (misalnya, jam 8 pagi dan 2 siang); untuk hasil terbaik, pertimbangkan pemberian pada 2 hingga 4 hari berturut-turut setiap minggu
    • Dosis dewasa pada gagal jantung kronis dengan bukti retensi cairan, 20 hingga 40 mg secara oral satu atau dua kali sehari; resistensi diuretik dapat diatasi dengan pemberian IV atau penambahan kelas diuretik yang berbeda (misalnya, tiazid); maksimal 600 mg/hari
    • Dosis anak: Awal, 2 mg/kg secara oral sebagai dosis tunggal; dapat ditingkatkan 1 hingga 2 mg/kg tidak lebih cepat dari 6 hingga 8 jam setelah dosis sebelumnya; pemeliharaan, titrasi ke dosis efektif minimum; maksimal, 6 mg/kg/dosis
  • Edema
    • Dosis dewasa: Awal, 20 hingga 80 mg per oral sebagai dosis tunggal; dapat diulangi dosis yang sama 6 hingga 8 jam kemudian, atau ditingkatkan 20 hingga 40 mg dan berikan tidak lebih dari 6-8 jam setelah dosis sebelumnya; titrasi hingga efek, hingga 600 mg/hari dengan kondisi edematosa yang parah secara klinis; dosis individual dapat diberikan satu atau dua kali sehari (misalnya, jam 8 pagi dan 2 siang); untuk hasil terbaik, pertimbangkan pemberian pada 2 hingga 4 hari berturut-turut setiap minggu
    • Dosis anak: Awal, 2 mg/kg secara oral sebagai dosis tunggal; dapat ditingkatkan 1 hingga 2 mg/kg tidak lebih cepat dari 6 hingga 8 jam setelah dosis sebelumnya; titrasi ke tingkat efektif minimum; maksimal, 6 mg/kg/dosis
  • Edema – Gagal ginjal
    • Dosis dewasa: Awal, 20 hingga 80 mg per oral sebagai dosis tunggal; dapat diulangi dosis yang sama 6 hingga 8 jam kemudian, atau ditingkatkan 20 hingga 40 mg dan berikan tidak lebih dari 6-8 jam setelah dosis sebelumnya; titrasi hingga efek didapatkan, hingga 600 mg/hari dengan kondisi edematosa yang parah secara klinis; dosis individual dapat diberikan satu atau dua kali sehari (misalnya, jam 8 pagi dan 2 siang); untuk hasil terbaik, pertimbangkan pemberian pada 2 hingga 4 hari berturut-turut setiap minggu
    • Dosis anak: Awal, 2 mg/kg secara oral sebagai dosis tunggal; dapat ditingkatkan 1 hingga 2 mg/kg tidak lebih cepat dari 6 hingga 8 jam setelah dosis sebelumnya; pemeliharaan, titrasi ke dosis efektif minimum; maksimal, 6 mg/kg/dosis
  • Hipertensi
    • Dosis dewasa: Awal, 80 mg per oral setiap hari (dibagi dua kali sehari dengan dosis yang sama); dosis bersifat individual berdasarkan respon pasien
    • Dosis dewasa untuk kombinasi obat: mengurangi dosis obat antihipertensi lainnya setidaknya 50% ketika furosemid ditambahkan ke rejimen, pengurangan lebih lanjut dalam dosis atau penghentian agen lain mungkin diperlukan
    • Dosis anak (≥1 tahun): Awal, 0,5-2 mg/kg per oral sekali hingga dua kali sehari; maksimal 6 mg/kg/hari.

Kontraindikasi

Furosemid sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Anuria
  • Riwayat hipersensitivitas terhadap furosemid.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika Anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Furosemid yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Tanda masalah cairan dan elektrolit seperti perubahan mood, kebingungan, nyeri otot, atau kelemahan, denyut jantung terasa tidak normal, pusing berat atau pingsan, denyut jantung terasa cepat, cepat haus, kejang, merasa capek atau lemah, tidak lapar, tidak dapat beremih, perubahan dalam jumlah produksi urin, mulut kering, mata kering, nyeri perut atau muntah
  • Tanda peningkatan kadar gula darah seperti kebingungan, merasa ngantuk, cepat haus, cepat lapar, berkemih lebih sering, napas cepat, atau napas berbau buah
  • Tanda masalah liver (hati) seperti urin berwarna gelam, merasa capek, tidak lapar, perut begah atau nyeri, kotoran berwarna lebih terang, muntah, kulit atau mata menjadi kuning
  • Pusing yang parah atau pingsan
  • Perasaan terbakar, kesemutan, kram yang tidak normal
  • Tidak dapat berkemih
  • Merasa capek atau lemah
  • Muncul memar atau perdarahan
  • Demam atau menggigil
  • Nyeri tenggorokan
  • Masalah pendengaran seperti berkurangnya kemampuan mendengar atau tuli dapat terjadi pada konsumsi obat ini.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas Anda:

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila Anda mengonsumsi Furosemid. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Furosemid.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain) dan tidak terdapat uji klinis terkontrol pada wanita. Obat-obat hanya diberikan jika pertimbangan keuntungan lebih besar dari pada risiko potensi pada janin.

Konsumsi Furosemid oleh ibu menyusui harus dihindari; risiko terhadap bayi belum dapat ditentukan.

peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Furosemid
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat Anda mengalami alergi
    • Tidak dapat berkemih
    • Bila Anda mengonsumsi obat Chloral hydrate, asam ethacrynic atau litium
  • Hindari mengemudi atau melalukan pekerjaan yang memerlukan kewaspadaan hingga Anda mengatahui secara pasti efek obat yang Anda konsumsi
  • Untuk mengurangi risiko pusing, bangkitlah dengan perlahan dari posisi duduk atau berbaring. Hati-hati bila menaiki tangga
  • Jika Anda memiliki kadar gula darah tinggi maka Anda harus memantau kadar gula darah Anda secara ketat
  • Jika Anda sedang diet rendah garam atau tanpa garam sampaikan kepada dokter
  • Jika Anda mengonsumsi obat darah tinggi lainnya sampaikan kepada dokter
  • Anda harus mengecek tekanan darah Anda secara rutin
  • Anda mungkin membutuhkan suplemen Kalium
  • Obat ini adalah diuretik kuat. Terkadang air dan kalium dalam darah akan hilang melalui urin. Dokter akan memantau Anda secara ketat terkait dengan dosis yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda
  • Anda dapat terbakar matahari dengan lebih mudah. Hindari matahari dan berjemur. Gunakan tabir surya dan kenakan pakaian dan kacamata yang melindungi Anda dari matahari
  • Perhatikan serangan asam urat
  • Jika Anda menderita lupus, obat ini dapat membuat lupus Anda aktif atau memburuk. Katakan kepada dokter Anda segera jika Anda mendapatkan tanda-tanda baru atau lebih buruk.
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih, gunakan obat ini dengan hati-hati. Anda bisa mengalami lebih banyak efek samping
  • Gunakan hati-hati pada anak-anak
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang menyusui.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan ditingkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Furosemid telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Furosemid. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Desmopressin.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Bepridil
    • Tobramycin
    • Chloral Hydrate
    • Gentamicin
    • Nsaids
    • Digitoxin
    • Dofetilide
    • Sotalol
    • Metolazone
    • Vasopressin
    • Amikacin
    • Kanamycin
    • Netilmicin
    • Streptomycin
    • Ethacrynic Acid
    • Ketanserin
    • Neomycin
    • Levomethadyl
    • Droperidol
    • Arsenic Trioxide
    • Cisplatin
    • Foscarnet
    • Dasabuvir
    • Lithium
    • Indomethacin.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Cephaloridine
    • Carbamazepine
    • Vecuronium
    • Pancuronium
    • Fludrocortisone
    • Colestipol
    • Cholestyramine
    • Angiotensin Converting Enzyme Inhibitors
    • Clofibrate
    • Tubocurarine
    • Dibekacin
    • Germanium
    • Licorice
    • Aliskiren
    • Propranolol
    • Cortisone
    • Hydrocortisone
    • Activated Charcoal
    • Sucralfate
    • Morphine
    • Oxycodone
    • Sildenafil
    • Albuterol.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat rendah)
    • Hydralazine 
    • Probenecid
    • Theophylline 
    • Phenytoin 
    • Phenprocoumon
    • Succinylcholine.

Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembap. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk obat injeksi hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter dan jangan dibekukan (atau disimpan di freezer).

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/PJ/MA

Referensi