Fungsi Ultrasound Janin di Masa Kehamilan

Fungsi ultrasound janin

Fungsi ultrasound janin yang dilakukan 2-3 kali di berbagai trimester kehamilan ternyata beragam. Namun, intinya adalah untuk memastikan perkembangan serta pertumbuhan janin Anda. Cara kerja ultrasound sendiri menggunakan gelombang suara yang diarahkan tepat kepada janin melalui satu sudut tertentu.

 

Go DokSebagai ibu hamil, tentu Anda dan pasangan seringkali menjalani prosedur ultrasound untuk meihat janin Anda di layar komputer. Meskipun tidak dapat melihat langsung dan jelas, namun menatapnya bergerak sedikit saja tentu sudah membuat Anda bahagia. Nah, sebenarnya fungsi ultrasound janin di masa kehamilan tidak hanya untuk kepuasan pribadi dengan melihat si bakal buah hati saja, lho! Ada pula tujuan lain dari dilakukannya prosedur ini. Apa sajakah fungsi ultrasound janin di masa kehamilan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Bagaimana cara kerja ultrasound?

Sebelum mengetahui fungsi ultrasound janin, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana cara kerja ultrasound itu sendiri. Teknologi ultrasound menggunakan gelombang suara yang diarahkan tepat kepada janin melalui satu sudut tertentu. Gelombang suara ini kemudian akan dikirimkan kembali, dan kembali lagi, hingga secara kontinyu menjadi gelombang bolak-balik seperti gema, yang menghasilkan gambar pada layar komputer. Jenis scan ultrasound yang paling umum digunakan pada berbagai rumah sakit adalah model 2D (2 dimensi), yang menampilkan gambar janin dalam dimeni panjang dan lebar. Scan tipe ini lebih fokus pada bagian organ dalam janin, sementara perbedaan scan ultrasound 3D (3 dimensi) dan 4D (4 dimensi), lebih fokus pada bagian permukaan kulit janin Anda.

Kapan ultrasound biasanya mulai dilakukan?

Umumnya, jika kehamilan Anda normal tanpa hambatan, scan ultrasound akan dilakukan dua kali, yaitu sekali di awal kehamilan. Sementara yang kedua dilakukan sekitar minggu ke-18 dan minggu ke-20. Namun, jika ada masalah pada kehamilan Anda, atau indikasi yang menyatakan begitu, maka dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani scan ultrasound lebih dari dua kali.

Lalu, apa saja fungsi ultrasound janin di masa kehamilan?

Fungsi ultrasound janin yang dilakukan 2-3 kali di berbagai trimester kehamilan ternyata beragam. Namun, intinya adalah untuk memastikan perkembangan serta pertumbuhan janin Anda. Berikut adalah fungsi ultrasound sesuai dengan waktu dilakukannya prosedur tersebut :

Trimester pertama kehamilan

Pada minggu pertama hingga minggu ke-12 kehamilan, fungsi ultraosund meliputi :

  • Mengonfirmasi kehamilan
  • Mengecek detak jantung janin
  • Menentukan usia bayi dan memperkirakan waktu kelahiran
  • Mengecek adanya kehamilan dengan lebih dari satu janin
  • Mengamati kondisi plasenta, rahim, ovarium, dan leher rahim
  • Mendiagnosis adanya kehamilan ektopik (di mana janin tidak menempel di dalam rahim), atau adanya indikasi keguguran
  • Melakukan pengamatan adanya perkembangan tidak normal pada janin.
Trimester kedua dan ketiga kehamilan

Pada minggu ke-12 hingga 14, serta minggu ke 24 hingga ke 40, ultrasound mungkin saja dilakukan untuk :

  • Mengamati perkembangan janin dan posisinya di dalam rahim
  • Memastikan jenis kelamin bayi
  • Mengonfirmasi adanya kehamilan lebih dari satu janin
  • Melihat kondisi plasenta, untuk mengecek apakah ada masalah pada bagian ini, seperti placenta previa(di mana plasenta menutupi leher rahim) dan placental abruption (di mana plasenta terpisah dari rahim sebelum waktu kelahiran).
  • Mengecek indikasi dan karakteristik Down Syndrome(biasanya dilakukan antara minggu ke-13 dan ke-14 kehamilan)
  • Mengecek adanya keabnormalan bawaan atau kemungkinan cacat lahir
  • Mengamati kondisi janin untuk mengecek adanya struktur tubuh yang tidak normal atau masalah pada aliran darah.
  • Mengamati kadar cairan amniotik yang meliputi janin
  • Mengukur panjang dari leher rahim
  • Memastikan intrauterine fetal death(kematian janin di dalam kandungan).

Di luar dari alasan-alasan di atas, ultrasound juga sangat mungkin dilakukan jika dokter kandungan Anda mencurigai atau mendeteksi adanya masalah pada kehamilan Anda, berdasarkan tes darah maupun tes urin. Namun, biasanya dokter sebisa mungkin menghindari melakukan prosedur ultrasound terlalu sering, atau tanpa alasan medis yang jelas.

Nah, itu dia serba-serbi dari fungsi ultrasound janin yang dilakukan selama kehamilan. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi