Faktor-faktor yang Menjadi Penyebab Gigi Gingsul

penyebab gigi gingsul

Penyebab gigi gingsul banyak dipertanyakan, karena dianggap dapat membuat senyum Anda menjadi lebih manis. Nyatanya, gigi gingsul menjadi gejala kalau ada masalah pada organ mulut Anda sebelumnya, seperti pernah mengalami cedera atau terlalu sering menghisap jari dan dot bayi saat kecil.

 

Go Dok Sebagian orang meyakini kalau memiliki gigi gingsul bisa menjadi pemanis senyum bagi seseorang. Namun, sebagian lainnya menganggap kalau kehadiran gigi gingsul mengganggu penampilan dan dapat mengganggu proses mengunyah makanan. Pastinya, Anda bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab gigi gingsul bisa dimiliki sebagian orang?

Berikut penyebab gigi gingsul yang bisa terjadi pada sebagian orang!

1. Genetika

Faktor genetika atau keturunan rupanya bisa menjadi gigi gingsul muncul di organ mulut Anda. Biasanya, orangtua dapat mewarisi bentuk rahang yang mereka miliki kepada anaknya. Orangtua dengan bentuk rahang yang kecil, cenderung mewarisi bentuk yang sama pada anaknya.

Nah, akan menjadi masalah ketika pertumbuhan gigi anak tersebut harus tumbuh terlalu pesat pada rahang atau mulut yang kecil dan menyebabkan posisi gigi lainnya bertumpuk dan bergeser dari posisi normal mereka.

Selain itu, bentuk rahang yang tidak sejajar juga dapat menyebabkan masalah seperti underbites dan overbites, lho!

2. Kebiasaan buruk

Beberapa kebiasaan yang dilakukan selama masa bayi juga dapat menciptakan efek untuk beberapa tahun kemudian. Kebiasaan ini biasa terjadi pada bayi yang suka menghisap jempol atau jari lainnya. Penggunaan empeng pada bayi yang telah tumbuh juga dapat menjadi kebiasaan yang buruk yang berpotensi untuk menumbuhkan gigi menjadi tidak rapih dan berukuran besar.

Ada pula beberapa kebiasaan yang bisa menjadi penyebab gigi gingsul, yaitu “myofunctional”. Ini merupakan kegiatan bernapas melalui mulut. Gunakan kawat gigi sebagai cara merapihkan gigi dan mengembalikannya ke posisi dan bentuk yang normal.

3. Penyakit atau cedera

Trauma yang terjadi pada wajah, seperti cedera rahang atau cedera mulut, dapat memiliki efek untuk menggeser gigi dari tempat semulanya. Trauma adalah penyebab paling umum dari kasus gigi gingsul. Kehilangan gigi atau pergeseran rahang karena cedera atau sakit dapat memindahkan posisi gigi normal. Untuk membetulkan posisi gigi, disarankan untuk mencari perawatan ortodontik yang berkualitas untuk mengatasi masalah ini.

4. Pengaruh dari kondisi buruk pada gigi susu sebelumnya

Kondisi kesehatan dari gigi permanen yang tumbuh setelah gigi susu biasanya dipengaruhi oleh kesehatan gigi susu itu sendiri. Jika gigi susu mengalami kerusakan seperti kehilangan secara prematur karena pembusukan, trauma, atau faktor-faktor lain, maka gigi permanen akan bergeser ketika mereka mulai bergerak ke atas.

Bagi Anda yang belum tahu, gigi susu berperan sebagai jangkar kecil pada mulut untuk mempersiapkan pertumbuhan gigi permanen. Jika jangkar itu hilang, maka gigi permanen pun bisa muncul di tempat yang tidak terduga, deh!

Selain itu, merawat gigi susu dengan baik sedari dini adalah hal yang sangat penting. Karena, untuk memiliki gigi permanen yang sehat dan bebas dari perubahan warna atau pembusukan, maka gigi harus dijada dari awal pertumbuhan. Bakteri pada mulut yang berbahaya dapat menyebar ke bagian gusi dan mencapai gigi permanen yang masih terkubur di dalam gusi.

Setidaknya, itulah empat faktor utama yang menjadi penyebab gigi gingsul. Walaupun terkesan manis dan imut, rupanya kehadiran gigi gingsul menjadi tanda bahwa kondisi organ mulut Anda terdapat kelainan pada waktu sebelumnya. Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan mulut dan gigi Anda sejak usia dini. Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

 

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

GT/PJ/TP

Referensi

What Causes Crooked Teeth?


https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=43113