Faktor dan Bakteri Penyebab Usus Buntu 

Penyebab usus buntu

Penyebab usus buntu tidak dapat diketahui secara pasti, Walaupun demikian seringkali peradangan ini terjadi karena adanya penyumbatan di dalam area usus buntu yang disebut dengan lumen appendiceal.  

 

Go DokKetika Anda merasakan sakit yang luar biasa pada bagian kanan bawah perut, pastinya langsung merasa khawatir akan terkena penyakit usus buntu, bukan? Walaupun penyebab usus buntu tidak dapat diketahui secara pasti, seringkali peradangan ini terjadi karena adanya penyumbatan di dalam dalam area usus buntu yang disebut dengan lumen appendiceal.

Ketika bagian dalam tabung usus buntu ini mengalami penyumbatan, dapat memicu infeksi akibat dari bakteri yang berkembang biak dengan cepat dapat menyebabkan apendiks menjadi radang, bengkak, dan penuh nanah.

Pembengkakan yang penuh nanah tersebut kemudian dapat membuat perut terasa tertekan dan mengakibatkan munculnya rasa sakit yang parah. Selain itu, tekanan ini juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang berujung pada kondisi gangren atau jaringan yang mati karena tidak mendapatkan pasokan aliran darah. Satu hal yang paling mengerikan adalah, jika peradangan tidak segera ditangani, usus buntu bisa pecah, lho!

Ada baiknya bagi Anda untuk memahami faktar dan bakteri penyebab usus buntu

Faktor yang menjadi penyebab usus buntu
  • Appendicolithsatau fecaliths, mungkin Anda akan lebih mengenalnya dengan sebutan “batu apendiks”. Hanya saja, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak ketimbang orang dewasa.
  • Masuknya benda asing ke dalam perut, seperti batu, peluru, pelet pistol udara, dan pin atau peniti.
  • Cacing usus atau parasit, seperti jenis cacing kremi atau Enterobius vermicularis.
  • Iritasi dan bisul di saluran gastrointestinal(GI). Nah, bisul ini disebabkan oleh penyakit seperti Crohn atau kolitis ulseratif.
  • Mengalami cedera pada perut atau trauma
  • Jaringan limfa yang membesar dari dinding usus buntu. Kondisi ini biasanya adalah hasil infeksi pada saluran pencernaan.
  • Tumor jinak atau ganas.
  • Apendisitis juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur yang telah menyebar di usus buntu.

Nah, karena usus buntu juga disebabkan akibat infeksi bakteri, Anda pun harus mengenal bakteri penyebab usus buntu ini.

Berikut penyebab kemungkinan terjadinya infeksi:
  • E. coli adalah bakteri yang ditemukan pada lingkungan, makanan, dan usus hewan. Kebanyakan strain E. coli tidak berbahaya, tetapi bakteri lainnya dapat menyebabkan penyakit.
  • Bakteri Pseudomonas. Bakteri ini dapat ditemukan pada tanah dan air di area lembapseperti wastafel dan toilet.
  • Bakteroides, merupakan bakteri yang sudah menghuni saluran pencernaan manusia.
  • Adenovirus, adalah virus yang sangat umum dan dapat menyebar melalui kontak atau melalui udara. Bakteri ini dapat menyebabkan gejala seperti dingin serta kandung kemih dan infeksi lainnya.
  • Salmonella, merupakan bakteri yang ditularkan melalui makanan yang biasanya menyebabkan gangguan pencernaan. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit seperti diare, mual dan muntah. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini berisiko untuk mengalami komplikasi serius.
  • Bakteri Shigella, adalah kuman yang sangat menular dan biasanya mengakibatkan penyakit diare. Namun, kondisi ini biasanya berlangsung tidak lebih dari seminggu.
  • Campak, virus yang sangat menular dan menyebar melalui udara dan kontak fisik. Vaksinasi biasanya salah satu tindakan medis yang dapat melindungi.
  • Infeksi jamur mucormycosis. Infeksi ini langka, tetapi bisa memiliki komplikasi yang serius.
  • Histoplasmosis, kebanyakan orang yang bernapas dalam spora ini tidak akan sakit atau akan mengalami gejala ringan. Namun, jika sistem kekebalan tubuh sedang lemah, maka risiko infeksi akan lebih tinggi.

Nah, itu dia faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab usus buntu terjadi pada Anda. Tetap jaga kesehatan dan semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

GA/PJ/MA

Referensi