Ethambutol ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Ethambutol

Ethambutol merupakan antibiotik yang digunakan bersamaan dengan kombinasi obat lainnya dalam pengobatan tuberkulosis (TB). Etambutol bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik ini hanya digunakan untuk infeksi bakteri.

 

Nama Generik

Ethambutol

Merek Dagang

Arsitam; Bacbutinh; Bacbutol; Corsabutol; Emkapulmo; Erabutol Plus; Kalbutol; Lilung; Metham; Niazitol; Primbutol; Pro Tb4; Pulna; Pulna Forte; Restibi ZE; Rifastar; Rimstar 4-FDC; Santibi; TB-2; Tibigon; Tibiq 1; Tibiq 3; Tibitol.

Pengertian

Ethambutol merupakan antibiotik yang digunakan bersamaan dengan kombinasi obat lainnya dalam pengobatan tuberkulosis (TB). Ethambutol bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik ini hanya digunakan untuk infeksi bakteri. Penggunaan obat secara tidak rasional dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat.

Golongan

Anti Tuberkulosis

Golongan Obat

K (Obat Keras)

Sediaan
  • Tablet 250 mg
  • Tablet 400 mg
  • Tablet 500 mg.
Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (tablet)

  • Tuberkulosis paru-paru; Adjuvan
    • Dosis dewasa dengan berat badan ≤97 kg : 15 mg/kg secara oral sekali sehari dalam kombinasi dengan obat anti-TB lain.
    • Dosis dewasa dengan berat badan > 97 kg): 1500 mg secara oral sekali sehari dalam kombinasi dengan obat anti-TB lain .
    • Dosis dewasa dengan berat badan 40 hingga 55 kg, fase intensif: 800 mg per oral satu kali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari per minggu selama 8 minggu (40 dosis); berikan kombinasi dengan isoniazid 300 mg (sekitar 5 mg/kg) per oral/IM sekali sehari atau 5 hari per minggu, rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) secara oral / IV sekali sehari atau 5 hari per minggu, dan pirazinamid 1000 mg per oral sekali sehari atau 5 hari per minggu. Ethambutol dapat dihentikan jika organisme terbukti rentan terhadap isoniazid dan rifampisin.
    • Dosis dewasa dengan berat badan 56 hingga 75 kg, fase intensif: 1200 mg per oral satu kali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari per minggu selama 8 minggu (40 dosis); berikan kombinasi dengan isoniazid 300 mg (sekitar 5 mg/kg) secara oral/IM satu kali sehari atau 5 hari per minggu, rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) secara oral / IV sekali sehari atau 5 hari per minggu, dan pirazinamid 1500 mg per oral sekali sehari atau 5 hari per minggu. Ethambutol dapat dihentikan jika organisme terbukti rentan terhadap isoniazid dan rifampisin.
    • Dosis dewasa dengan berat badan 76 hingga 90 kg, Fase intensif: 1600 mg per oral satu kali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari per minggu selama 8 minggu (40 dosis); berikan kombinasi dengan isoniazid 300 mg (sekitar 5 mg/kg) secara oral/IM satu kali sehari atau 5 hari per minggu, rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) secara oral/IV sekali sehari atau 5 hari per minggu, dan pirazinamid 2000 mg per oral sekali sehari atau 5 hari per minggu. Ethambutol dapat dihentikan jika organisme terbukti rentan terhadap isoniazid dan rifampisin.
    • Dosis anak  < 15 tahun dan ≤40 kg, fase intensif: 15 hingga 25 mg/kg per oral sekali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari per minggu selama 8 minggu (40 dosis); berikan kombinasi dengan isoniazid 10 hingga 15 mg/kg oral/IM sekali sehari atau 5 hari per minggu, rifampisin 10 hingga 20 mg/kg per oral / IV sekali sehari atau 5 hari per minggu, dan pirazinamid 30 sampai 40 mg/kg secara oral sekali setiap hari atau 5 hari per minggu. Ethambutol dapat dihentikan jika organisme terbukti rentan terhadap isoniazid dan rifampisin.
    • Dosis anak ≥ 15 tahun dengan berat badan 40 hingga 55 kg, fase intensif: 800 mg per oral satu kali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari per minggu selama 8 minggu (40 dosis); berikan kombinasi dengan isoniazid 300 mg (sekitar 5 mg/kg) per oral/IM sekali sehari atau 5 hari per minggu, rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) secara oral / IV sekali sehari atau 5 hari per minggu, dan pirazinamid 1000 mg per oral sekali sehari atau 5 hari per minggu. Ethambutol dapat dihentikan jika organisme terbukti rentan terhadap isoniazid dan rifampisin.
    • Dosis anak ≥ 15 tahun dengan berat badan 56 kg hingga 75 kg, fase intensif: 1200 mg per oral satu kali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari per minggu selama 8 minggu (40 dosis); berikan kombinasi dengan isoniazid 300 mg (sekitar 5 mg/kg) secara oral/IM satu kali sehari atau 5 hari per minggu, rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) secara oral/IV sekali sehari atau 5 hari per minggu, dan pirazinamid 1500 mg per oral sekali sehari atau 5 hari per minggu. Ethambutol dapat dihentikan jika organisme terbukti rentan terhadap isoniazid dan rifampisin.
    • Dosis anak ≥ 15 tahun dengan berat badan 76 kg hingga 90 kg, fase intensif: 1600 mg per oral sekali sehari selama 8 minggu (56 dosis) atau 5 hari per minggu selama 8 minggu (40 dosis); berikan kombinasi dengan isoniazid 300 mg (sekitar 5 mg/kg) secara oral/IM satu kali sehari atau 5 hari per minggu, rifampisin 600 mg (sekitar 10 mg/kg) secara oral/IV sekali sehari atau 5 hari per minggu, dan pirazinamid 2000 mg per oral sekali sehari atau 5 hari per minggu. Ethambutol dapat dihentikan jika organisme terbukti rentan terhadap isoniazid dan rifampisin.

  • Infeksi diseminata karena kelompok Mycobacterium avium-intracellulare; Profilaksis – infeksi HIV
    • Dosis dewasa untuk profilaksis sekunder: 15 mg/kg secara oral setiap hari dalam kombinasi dengan klaritromisin 500 mg secara oral dua kali sehari atau azitromisin 500 hingga 600 mg per oral setiap hari; hentikan pengobatan ketika setidaknya 12 bulan terapi, tidak ada tanda atau gejala infeksi yang hadir, dan jumlah CD4 + lebih besar dari 100 sel/mcL selama setidaknya 6 bulan dengan terapi antiretroviral.
    • Dosis anak: 5 hingga 25 mg/kg secara oral setiap hari (maksimal 2,5 g/hari) dalam kombinasi dengan klaritromisin 7,5 mg/kg secara oral dua kali sehari (maksimal 500 mg dua kali sehari), dengan atau tanpa rifabutin 5 mg/kg oral setiap hari (maksimal 300 mg / hari).
  • Mycobacterium avium complex infection, Penyakit paru
    • Dosis dewasa untuk penyakit nodular/bronchiectatic, dosis awal: 25 mg/kg 3 kali seminggu dalam kombinasi dengan klaritromisin 1000 mg atau azitromisin 500 hingga 600 mg 3 kali seminggu dan rifampisin 600 mg 3 kali seminggu.
  • Mycobacterium avium complex infection, Penyakit paru-paru
    • Dosis dewasa untuk penyakit kavitas, dosis awal, 15 mg/kg setiap hari dalam kombinasi dengan klaritromisin 1000 mg setiap hari (atau 500 mg dua kali sehari) ATAU azitromisin 250 mg setiap hari dan rifampisin 10 mg/kg setiap hari (Maksimal 600 mg setiap hari); pertimbangkan penambahan streptomisin ATAU amikacin.
  • Mycobacterium avium complex infection, Penyakit paru-paru
    • Dosis dewasa untuk penyakit berat atau sebelumnya diobati, dosis awal: 15 mg / kg setiap hari dalam kombinasi dengan klaritromisin 1000 mg setiap hari (atau 500 mg dua kali sehari) ATAU azitromisin 250 mg setiap hari dan rifabutin 150 hingga 300 mg setiap hari ATAU rifampisin 10 mg / kg ORAL setiap hari (maksimal 600 mg setiap hari); ditambah streptomisin ATAU amikasin.
Kontraindikasi

Ethambutol sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Hipersensitivitas Ethambutol dan komponen pembuat produk lainnya.
  • Ketidakmampuan untuk mengetahui dan melaporkan efek samping visual atau perubahan penglihatan (misalnya, anak kecil atau pasien tidak sadar)
  • Neuritis optik, kecuali terdapat penilaian klinis menentukan bahwa ethambutol dapat digunakan.
Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika Anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Ethambutol yang buruk:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam; gatal-gatal; merah, bengkak, melepuh, atau kulit mengelupas dengan atau tanpa demam; mengi; sesak di dada atau tenggorokan; kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara; suara serak yang tidak biasa; atau pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Perubahan dalam berpikir jernih dan dengan logika.
  • Halusinasi
  • Nyeri atau pembengkakan sendi.
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki Anda.
  • Memar atau pendarahan apa pun.
  • Masalah hati yang sangat buruk dan kadang-kadang mematikan telah terjadi. Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki tanda-tanda masalah hati seperti air kencing berwarna gelap, merasa lelah, tidak lapar, sakit perut atau mual, kotoran berwarna terang, muntah, atau kulit atau mata kuning.
  • Obat ini dapat menyebabkan perubahan penglihatan seperti kehilangan penglihatan. Sebagian besar masalah ini hilang ketika obat ini dihentikan. Namun, hilangnya penglihatan yang tidak kunjung membaik juga telah terjadi. Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki perubahan dalam penglihatan.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas Anda:

  • Perut begah atau muntah.
  • Tidak lapar
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Sakit perut.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengonsumsi Ethambutol. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Ethambutol.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba dan penelitian pada ibu hamil menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain).

Pemberian Ethambutol pada ibu menyusui cocok (kompatibel) terhadap bayi. Risiko efek obat pada bayi yang menyusui minimal.

Peringatan
  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap ethambutol atau bagian lain dari obat ini.
    • Jika Anda alergi terhadap obat-obatan seperti ini, obat-obatan lain, makanan, atau zat lain. Katakan kepada dokter Anda tentang alergi dan tanda-tanda apa yang Anda miliki, seperti ruam; gatal-gatal; gatal; sesak napas; mengi; batuk; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan; atau tanda-tanda lainnya.
    • Jika Anda mengalami pembengkakan mata.
    • Jika Anda tidak mampu untuk menyampaikan perubahan tajam penglihatan.
  • Lakukan pemeriksaan darah sebagaimana Anda telah diberitahu oleh dokter. Bicarakan dengan dokter.
  • Lakukan pemeriksaan mata bulanan
  • Jangan berikan obat pada anak di bawah 13 tahun
  • Sampaikan kepada dokter Anda jika Anda sedang menyusui. Anda perlu mendiskusikan risiko konsumsi obat terhadap bayi yang Anda susui.
  • Katakan kepada dokter Anda jika Anda hamil atau berencana untuk hamil. Anda perlu membicarakan manfaat dan risiko menggunakan obat ini saat Anda hamil.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Ethambutol telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Ethambutol. Obat tersebut antara lain:

  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/PJ/MA

Referensi