Erisipelas ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Erisipelas

Erisipelas adalah infeksi bakteri pada kulit yang melibatkan lapisan kulit bagian atas. Penyebab erisipelas yang paling utama yaitu bakteri Streptococcus grup A. Gejala erisipelas awal yaitu demam tinggi sampai dengan menggigil.

 

Go Dok – “Erisipelas”..Mungkin penyakit kulit ini terdengar asing, ya di telinga Anda. Oleh karena itu, yuk simak penjelasan khas Go Dok berikut mengenai penyakit ini!

Mengenal Erisipelas

Erisipelas adalah infeksi bakteri pada kulit yang melibatkan lapisan kulit bagian atas. Penyebab paling umum penyakit ini adalah bakteri Streptococcus grup A. Ditandai dengan munculnya ruam merah dengan tepi meninggi sehingga dapat dengan mudah dibedakan dari kulit sekitarnya dan biasanya kulit yang terinfeksi mungkin terasa hangat saat disentuh. Umumnya penyakit ini hanya mempengaruhi wajah, namun organisasi Rare Disorders memperkirakan bahwa kini sekitar 80 persen dari semua kasus terjadi pada kaki. Eitss, tidak menutup kemungkinan juga jika penyakit ini bisa muncul di lengan dan badan, lho.

Penyakit ini dapat mempengaruhi orang dari semua ras. Meskipun begitu, penyakit ini telah dilaporkan lebih sering terjadi pada wanita. Kasusnya dapat terjadi pada semua kelompok usia, namun pada bayi, anak kecil, dan pasien lanjut usia merupakan kelompok usia yang paling sering mengalaminya. Menurut penelitian, penyakit ini sering terjadi pada pasien berusia 60-80 tahun, terutama pada individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Penyebab

Bakteri streptokokus merupakan penyebab utama erisipelas. Sebagian besar infeksi wajah disebabkan oleh Streptococcus grup A, sementara persentase peningkatan infeksi pada kaki disebabkan oleh streptokokus bukan grup A. Pada bayi baru lahir sering disebabkan oleh Streptococcus grup B -yang merupakan bakteri penyebab infeksi pada wanita pasca melahirkan. Racun dari bakteri ini merupakan penyebab utama terjadinya peradangan cepat dari infeksi ini.

Faktor Risiko

Masuknya bakteri ke daerah kulit yang mengalami cedera merupakan awal dari berkembangnya erisipelas. Oleh karena itu, faktor lokal lain seperti kerusakan pembuluh darah balik (vena), infeksi jamur, gigitan serangga, dan luka sayatan bedah dapat berperan sebagai “pintu” masuk bakteri. Sedangkan, jika terjadi pada wajah, seringkali diawali oleh adanya infeksi saluran napas atas dan riwayat faringitis.

Gejala

Gejala awal yang dapat terjadi ketika pasien terinfeksi adalah demam tinggi sampai dengan menggigil. Erisipelas juga menyebabkan kulit yang terinfeksi  tampak merah dan bengkak. Selain itu, penyakit ini  juga dapat muncul di daerah tertentu dengan gejala local sebagai berikut:

  • Bengkak
  • Kemerahan
  • Terasa hangat saat disentuh
  • Luka lecet (pada kasus yang parah)
  • Batas antara kulit yang terkena dengan kulit normal akan sangat jelas
  • Garis-garis merah di atas kulit yang terkena
  • Perubahan warna kulit menjadi ungu atau hitam pada kasus yang parah.

Saat mempengaruhi wajah, area bengkak biasanya meliputi hidung dan kedua pipi. Tanda dan gejala ini seringkali sangat mendadak dan bisa berkembang hanya dalam beberapa jam atau beberapa hari.

Diagnosis

Secara umum, dokter mampu mendiagnosis erisipelas melalui anamnesis daerah yang terkena beserta gejalanya. Dokter juga akan bertanya mengenai riwayat penyakit yang seringkali menjadi kemungkinan penyebab penyakit ini timbul.

Umumnya, pada kasus penyakit ini tidak ada pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk diagnosis atau perawatan. Namun, bila ada gejala maupun tanda adanya infeksi di seluruh tubuh, maka dokter akan mempertimbangkan untuk dilakukannya pemeriksaan darah rutin. Pada pemeriksaan ini akan didapatkan peningkatan jumlah sel darah putih, peningkatan tingkat sedimentasi eritrosit (ESR), dan peningkatan protein C-reaktif (CRP). Biasanya, pemeriksaan radiologi tidak dilakukan, kecuali dicurigai ada keterlibatan penyakit ini dengan tulang, maka akan dilakukan pemeriksaan seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan scintigrafi tulang.

Penanganan

Kebanyakan kasus penyakit ini bisa diobati di rumah, namun dikarenakan kondisi tertentu, pasien memerlukan perawatan khusus di rumah sakit. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan kondisi, rencana perawatan dapat mencakup pengobatan di rumah, obat-obatan, atau operasi.

  • Perawatan di rumah

Biasanya, bagian tubuh yang terkena harus dinaikkan lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya untuk mengurangi pembengkakan. Misalnya, jika kaki yang terinfeksi, maka  bisa  mengganjal kaki dengan sesuatu saat berbaring. Penting juga untuk minum banyak cairan dan bangun serta berjalan-jalan dari waktu ke waktu hingga bengkaknya hilang.

  • Obat

Antibiotik, seperti penisilin, adalah pengobatan yang paling umum untuk penyakit ini. Antibiotik umumnya diminum selama sekitar satu minggu. Kasus yang lebih parah umumnya dirawat di rumah sakit, di mana antibiotik dapat diberikan melalui pembuluh darah (IV). Anak kecil dan orang dewasa yang lebih tua mungkin juga memerlukan perawatan di rumah sakit. Kadang-kadang, bakteri tidak merespons antibiotik dan perlu mencoba jenis obat yang berbeda.

Dapat juga diberi obat penghilang rasa sakit untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mengobati demam. Obat anti jamur mungkin diperlukan jika jamur adalah penyebab penyakit ini.

  • Operasi

Pembedahan hanya diperlukan pada kasus erisipelas yang telah berkembang dengan cepat dan menyebabkan jaringan sehat sekitar, sudah mati. Operasi pembedahan mungkin diperlukan untuk memotong jaringan yang mati.

Komplikasi

Komplikasi yang paling umum dari penyakit erisipelas meliputi abses (nanah), gangren (jaringan tubuh nekrosis atau mati), dan tromboflebitis (peradangan pembuluh darah vena). Kekambuhan lokal telah dilaporkan terjadi pada 20% pasien dengan kondisi yang terus menerus terpapar oleh risiko. Meskipun secara umum penyakit ini berhasil diobati dengan antibiotik oral, dengan tingkat kematian <1% pada kasus yang diobati, penyakit ini dapat berakibat fatal bila dikaitkan dengan bakteremia (bakteri masuk ke peredaran pembuluh darah) pada pasien yang sangat muda, lanjut usia, atau immunocompromised (kekebalan tubuh yang rendah).

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

 

NA/PJ/MA

Referensi