Ebola ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Ebola

Ebola merupakan salah satu penyakit demam berdarah -juga disebut Ebola Hemorrhagic Fever (EHF) yang disebabkan oleh virus ebola. Penyakit ini ditandai dengan perdarahan hebat (pendarahan), kegagalan organ, dan dalam banyak kasus, kematian.

Mengenal Ebola

Ebola merupakan salah satu penyakit demam berdarah -juga disebut Ebola Hemorrhagic Fever (EHF) yang disebabkan oleh virus ebola. Penyakit ini ditandai dengan perdarahan hebat (pendarahan), kegagalan organ, dan dalam banyak kasus, kematian. Virus ini berasal dari Afrika, di mana virus ini telah mewabah selama beberapa dekade.

Tingkat kematian Ebola bervariasi tergantung pada jenisnya. Misalnya, Ebola-Zaire dapat memiliki tingkat kematian hingga 90 persen sementara Ebola-Reston tidak pernah menyebabkan kematian pada manusia.

Virus Ebola hidup di tubuh hewan, dan manusia dapat tertular virus dari hewan yang terinfeksi. Setelah transmisi awal, virus dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak dengan cairan tubuh atau jarum yang terkontaminasi virus tersebut.

Tidak ada obat yang diketahui dapat mengatasi virus ini. Orang yang didiagnosis dengan penyakit ini, mendapat pengobatan dan perawatan suportif untuk komplikasinya. Para ilmuwan sedang mengembangkan vaksin untuk penyakit mematikan ini.

Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh virus ebola yang merupakan anggota keluarga Filoviridae. Menurut taksonomi virus 2012 -dari Komite Internasional tentang Taksonomi Virus, virus ebola diklasifikasikan  menjadi 5 spesies terpisah berikut:

  1. Sudan ebolavirus
  2. Zaire ebolavirus
  3. Tai Forest ebolavirus
  4. Reston ebolavirus
  5. Bundibugyo ebolavirus.

Virus Ebola telah ditemukan pada monyet Afrika, simpanse dan primata non-manusia lainnya. Jenis  yang lebih ringan ditemukan pada monyet dan babi di Filipina.

Para ahli menduga bahwa virus tersebut ditularkan ke manusia melalui cairan tubuh hewan yang terinfeksi. Contohnya:

  • Membantai atau memakan hewan yang terinfeksi dapat menyebarkan virus. Para ilmuwan yang telah mengoperasi hewan yang terinfeksi sebagai bagian dari penelitian ternyata juga terjangkit virus
  • Produk-produk sekresi hewan. Turis di gua-gua Afrika tertentu dan beberapa pekerja tambang bawah tanah telah terinfeksi virus Marburg, kemungkinan melalui kontak dengan kotoran atau air kencing hewan yang terinfeksi.

Orang yang terinfeksi biasanya tidak menularkan virus sampai mereka mengalami gejala. Penularan virus ebola dari orang ke orang dapat melalui darah, cairan tubuh, dan jaringan.  Hingga saat ini belum ada bukti bahwa virus ini dapat disebarkan melalui gigitan serangga.

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjangkit ebola adalah:

1. Perjalanan ke Afrika

Seseorang berisiko tinggi terinfeksi penyakit ini bila mengunjungi atau bekerja di area di mana wabah virus Ebola telah terjadi.

2. Melakukan penelitian pada hewan

Orang lebih mungkin untuk kontak dengan virus Ebola jika melakukan penelitian pada hewan terinfeksi yang diimpor dari Afrika atau Filipina.

3. Tenaga medis atau seseorang yang merawat pasien ebola

Anggota keluarga sering terinfeksi karena mereka merawat keluarga yang sakit. Tenaga medis juga dapat terinfeksi jika mereka tidak menggunakan alat pelindung, seperti masker bedah dan sarung tangan.

4. Persiapan pemakaman

Jenazah orang yang telah meninggal karena ebola masih menular. Seseorang yang bekerja dengan jenazah terinfeksi dapat meningkatkan risiko terinfeksi penyakit ini.

Gejala

Interval waktu dari infeksi ebola ke saat munculnya gejala adalah 2-21 hari, namun 8-10 hari adalah waktu yang umumnya terjadi. Tanda dan gejala yang muncul termasuk:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan otot
  • Lemas
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Nafsu makan menurun.

Seiring waktu, gejala dapat menjadi semakin parah, yaitu:

  • Diare (mungkin berdarah)
  • Mata merah
  • Ruam
  • Nyeri dada dan batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit perut
  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Memar
  • Pendarahan, biasanya dari mata. Namun ketika dekat dengan kematian, kemungkinan pendarahan dari telinga, hidung dan dubur
  • Pendarahan di organ dalam.

Diagnosis

Menurut WHO, sampel darah dari pasien dengan Ebola memiliki risiko penularan yang tinggi. Pengujian harus dilakukan di bawah kondisi penahanan biologis maksimum.

Sebelum Ebola dapat didiagnosis, penyakit lain harus dikesampingkan, dan, jika ebola dicurigai, pasien harus diisolasi.

Infeksi virus Ebola dapat didiagnosis secara definitif di laboratorium melalui beberapa jenis tes, termasuk:

  • Pengujianassayimmunosorbent assay-enzyme-capture antigen.
  • IgM ELISA.
  • Polymerase chain reaction(PCR).
  • Isolasi virus.

Pada tahap peyakit yang lebih lanjut, atau setelah pemulihan, diagnosis dibuat menggunakan IgM dan IgG antibodi. Penyakit ini dapat didiagnosis secara retrospektif pada pasien yang sudah meninggal dengan bentuk pengujian lainnya.

Penanganan

Tidak ada obat antivirus yang terbukti efektif dalam mengobati infeksi dengan virus. Perawatan di rumah sakit harus dilakukan ketika diagnosis ebola sudah ditegakkan. Perawatan tersebut berupa:

  • Menjaga jumlah cairan masuk dan keluar
  • Menjaga tekanan darah agar tetap stabil
  • Terapi oksigen sesuai kebutuhan
  • Mengganti darah yang hilang
  • Mengobati infeksi lain yang mungkin berkembang.

Masih belum diketahui bagaimana seseorang terinfeksi penyakit ini, sehingga menghentikan infeksi masih sulit. Mencegah penularan dilakukan dengan:

  • Memastikan semua pekerja layanan kesehatan mengenakan pakaian pelindung
  • Menerapkan langkah-langkah pengendalian infeksi, seperti sterilisasi peralatan lengkap dan penggunaan disinfektan secara rutin
  • Isolasi pasien ebola dari kontak dengan orang yang tidak mendapat peralatan pelindung
  • Sterilisasi menyeluruh dan pembuangan jarum yang tepat di rumah sakit sangat penting dalam mencegah infeksi lebih lanjut dan menghentikan penyebaran wabah.

Komplikasi

Demam berdarah ebola dapat menyebabkan kematian cukup tinggi bagi orang-orang yang terinfeksi. Ketika penyakit berkembang,  penyakit ini dapat menyebabkan:

  • Kegagalan organ
  • Pendarahan hebat
  • Penyakit kuning
  • Delirium
  • Kejang
  • Koma
  • Syok.

Bagi orang yang mampu bertahan hidup, pemulihannya lambat. Mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan untuk kembali seperti kondisi semula, dan virus tetap berada di dalam tubuh selama berminggu-minggu. Kompikasi yang mungkin terjadi selama masa pemulihan:

  • Rambut rontok
  • Perubahan sensorik
  • Radang hati (hepatitis)
  • Kelemahan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Peradangan mata
  • Peradangan testis.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Dapatkan tips-tips kesehatan lainnya dari Tim dokter, langsung dari Smartphone. Yuk, Download aplikasi Go Dok.