Diet Volumetrik yang Tetap Membuat Anda Kenyang

Diet Volumetrik

Diet Volumetrik merupakan suatu program pengaturan pola makan yang bertujuan untuk menurunkan berat badan dengan cara memanfaatkan perbedaan kepadatan energi dan kalori dalam jenis makanan tertentu. diet ini tidaklah menunjukkan hasilnya dengan cepat, melainkan lebih ke perubahan pola makan jangka panjang.

Go DokApakah Anda tengah mengalami kelebihan berat badan, namun keberatan untuk mengurangi porsi makan Anda sehari-hari demi mengatasinya? Jika iya, maka Diet Volumetrik mungkin merupakan cara pengurangan berat badan yang tepat untuk Anda.

Pasalnya, dengan diet ini, Anda bisa tetap kenyang dan makan banyak sembari menurunkan berat badan. Penasaran? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Apa itu diet volumetrik?

Diet Volumetrik merupakan suatu program pengaturan pola makan yang bertujuan untuk menurunkan berat badan dengan cara memanfaatkan perbedaan kepadatan energi dan kalori dalam jenis makanan tertentu.

Dikembangkan oleh Barbara Rolls, Ph.D, seorang profesor ahli nutrisi dan peneliti obesitas, diet ini justru menyarankan Anda untuk makan lebih banyak dan tetap kenyang, alih-alih mengurangi jumlah makanan per harinya.

Dr. Roll mengatakan bahwa  rasa kenyang bergantung pada tipe makanan dan jumlah makanan yang Anda konsumsi, dan bukan pada jumlah lemak, karbohidrat, ataupun protein yang masuk ke dalam tubuh.

Terkadang, diet melibatkan makanan yang padat gizi dan nutrisi, untuk dikonsumsi dalam jumlah terbatas, sehingga Anda tetap tidak merasa kenyang.

Nah, dalam diet volumetrik, Anda akan berfokus pada mengonsumsi makanan yang rendah kalori, namun dalam jumlah banyak, sehingga Anda tetap merasa kenyang.

Meski begitu, diet ini tidaklah menunjukkan hasilnya dengan cepat, melainkan lebih ke perubahan pola makan jangka panjang. Umumnya, mereka yang mengikuti diet ini bisa mengurangi berat badan hingga 1 kg dalam seminggu.

Bagaimana diet volumetrik bekerja?

Dalam menjalani diet volumetrik, Anda bisa memakan apa saja, dalam jumlah banyak. Namun, Anda harus memperhatikan dengan cermat jumlah kepadatan energi dalam makanan tersebut, yaitu jumlah kalori yang terkandung dalam suatu makanan.

Makanan dengan kepadatan energi tinggi akan memberi Anda kalori tinggi dalam jumlah sedikit. Namun makanan dengan kepadatan energi rendah akan memberi Anda kalori rendah meskipun mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Biasanya, ini adalah jenis makanan yang memiliki kandungan air tinggi, seperti buah dan sayuran, karena keduanya dapat mengenyangkan Anda dalam jumlah banyak dan berkalori rendah.

Dalam diet volumetrik, makanan yang harus dikonsumsi adalah tipe kedua, yaitu yang memiliki kepadatan energi rendah. Berikut adalah 4 kategori makanan dalam diet volumetrik :

Kategori 1 : Makanan yang bisa Anda konsumsi kapanpun, yang adalah sayuran tanpa starch, seperti brokoli, tomat, dan jamur dan berbagai macam buah-buahan. Kategori ini juga termasuk makanan berkuah, seperti sup dan kuah kaldu.

Kategori 2 : Termasuk makanan dari gandum murni dalam porsi yang cukup, seperti nasi merah dan pasta gandum, protein rendah lemak, kacang-kacangan, buah-buahan dan produk olahan sapi rendah-lemak.

Kategori 3 : Porsi kecil dari makanan, seperti roti, camilan, keju, dan daging sapi. Porsi ini harus dikonsumsi sedikit saja karena berkalori cukup tinggi.

Kategori 4 : Porsi sedang dari makanan yang digoreng seperti gorengan, kentang goreng, kue, permen, dan kacang-kacangan.

Dari keempat kategori di atas, Anda bisa mengonsumsi sedikitnya 3 porsi makan besar (nasi, roti, gandum, kategori 1 dan 2), dua porsi kecil camilan (kategori 3 dan 4), serta 1 porsi kecil makanan penutup (kategori 3). Ingat, dalam menjalani diet ini, Anda harus menghindari konsumsi makanan tinggi lemak, tinggi protein, dan makanan dengan kadar gula tinggi.

Sebaliknya, Anda harus fokus mengonsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan gandum serta air dalam jumlah banyak guna mengenyangkan diri.

Nah, itu dia sekilas serba serbi dalam mengenal diet volumetrik yang harus Anda pahami. Ingat, ini bukan tentang makanan apa yang boleh dan tidak boleh Anda konsumsi.

Diet ini lebih kepada pemahaman Anda tentang kepadatan energi dan kalori dalam tiap makanan, sehingga bisa terkontrol konsumsinya. Jadi, siap mencoba? Siapa takut!

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

SF/PJ/MA

Referensi