Diet OCD yang Berfokus pada Pengaturan Jadwal Makan

Diet OCD

Diet OCD (Obsessive Corbuzier Diet) merupakan salah satu penerapan pola makan yang berfokus pada pengaturan jadwal makan Anda. Pada jam berapa saja Anda harus makan, dan pada jam berapa saja Anda tidak boleh makan merupakan inti dari diet ini. Lalu, bagaimana aturan makan pada diet OCD?

 

Go Dok – Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia diperkenalkan pada diet OCD, yang merupakan singkatan dari Obsessive Corbuzier Diet. Sesuai namanya, diet ini dipopulerkan oleh pesulap kawakan bertubuh atletis, Deddy Corbuzier. Tentunya banyak pro dan kontra terkait praktik dan keberhasilan diet ini di kalangan khalayak luas. Nah, untuk menghindari kesalahpahaman mengenai praktik diet yang satu ini, ada baiknya Anda turut mengenal jenis diet yang satu ini secara mendalam.

Yuk, simak penjelasan lengkap tentang Diet OCD berikut ini!

Apa sih diet OCD itu?

Dalam mengenal Diet OCD, tentu pertama-tama Anda harus memahami definisi lengkap dari diet itu sendiri. Dipopulerkan sejak setahun belakangan, diet OCD merupakan salah satu penerapan pola makan yang berfokus pada pengaturan jadwal makan Anda. Pada jam berapa saja Anda harus makan, dan pada jam berapa saja Anda tidak boleh makan merupakan inti dari diet ini. Dijelaskan oleh Deddy Corbuzier sendiri, diet ini sebenarnya sama dengan jika Anda menjalankan puasa, namun pengaturan waktunya saja yang berbeda.

Apa saja aturan yang diterapkan dalam Diet OCD?

Tahap selanjutnya dalam mengenal Diet OCD adalah mengenal aturan mainnya. Mengenai hal ini, Corbuzier menerapkan 4 macam jendela makan pada Diet OCD, yaitu :

  • Jendela Makan Pertama, merupakan penerapan pola makan yang paling ringan dan biasa dijalankan oleh para pemula. Di sini, dari waktu 24 jam, Anda diperbolehkan makan dalam waktu 8 jam, sementara 16 jam berikutnya Anda harus berpuasa.

  • Jendela Makan Kedua, adalah tahapan selanjutnya dari diet ini. Pada tahap ini, pelaku diet diperbolehkan makan hanya selama 6 jam, dan selanjutnya harus berpuasa selama 18 jam. Memang, perebdaannya hanya dua jam dibandingkan jendela pertama, namun tentu bedanya akan sangat terasa.

  • Jendela Makan Ketiga, merupakan tahapan yang lebih tinggi lagi dalam Diet OCD. Pada tingkat ini, waktu makan Anda semakin menipis, yaitu hanya selama 4 jam dalam sehari, sementara dalam 20 jam berikutnya Anda diharuskan berpuasa.

  • Jendela Makan Keempat, yang adalah tahap tertinggi, di mana Anda diperbolehkan makan hanya dalam 24 jam sekali. Jadi, Anda harus berpuasa penuh selama 24 jam sebelum diperbolehkan makan kembali. Singkatnya, jika Anda makan pada jam 2 siang hari ini, maka Anda baru boleh makan lagi pada jam 2 siang di hari esoknya. Sulit? Tentu saja.
Apakah Diet OCD berbahaya?

Jika ditilik dari segi kesuksesannya, Diet OCD memang memberikan hasil yang menjanjikan. Bayangkan saja, banyak testimoni dari mereka yang berhasil menurunkan berat badan sebanyak 12 kg hanya dalam satu bulan! Tak heran, jika diet ini menjadi semakin populer dan dipercaya, terutama setelah Corbuzier juga membocorkan berbagai jenis latihan fisik untuk mendampingi diet OCD ciptaannya. Namun, berbahayakah metode diet ini bagi kesehatan?

Sejatinya, diet OCD merupakan salah satu bentuk dari metode diet berbasis intermittent fasting, alias puasa berkala. Metode ini fokus pada pengaturan pola makan dengan menentukan waktu antara berpuasa dan tidak berpuasa. Menurut para ahli, metode diet yang tengah populer ini memang nyatanya menyehatkan dan dapat mengurangi asupan kalori hingga 500 – 600 kalori saat Anda berpuasa. Pengurangan asupan kalori ini tentu akan membuat Anda tidak dapat beraktivitas seaktif atau sekuat biasanya, namun dapat mengurang risiko terjadinya beberapa penyakit berbahaya dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, puasa berkala juga dapat memberikan tekanan terhadap kinerja sel-sel tubuh Anda, namun bukan dalam artian yang buruk. Hal ini justru dipercaya dapat menguatkan kemampuan sel-sel Anda dalam menghadapi tekanan dan berpotensi menguatkan kemampuan sel dalam melawan penyakit berbahaya. Puasa berkala juga diyakini baik untuk kesehatan jantung, kesehatan otak, melawan kanker, serta memperpanjang usia.

Namun, tentu ada batasan yang harus Anda pahami. Sejatinya, para ahli tidak merekomendasikan Anda melakukan puasa selama 24 jam tanpa minum. Setidaknya, Anda harus memiliki asupan cairan yang cukup saat berpuasa 24 jam. Tak hanya itu, berpuasa selama 24 jam setiap harinya juga tidak direkomendasikan. Jenis puasa berkala paling umum yang disetujui para ahli adalah metode berpuasa 2 hari berturut-turut dalam seminggu. Selain itu, tidak direkomendasikan pula untuk menjalani olahraga berat saat tengah berpuasa.

Lalu, amankah Diet OCD bagi ibu hamil?

Jawabannya adalah tidak. Selain itu, diet OCD juga tidak direkomendasikan bagi penderita beberapa jenis diabetes, penderita kelainan makan, dan anak-anak yang masih di bawah umur.

Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang Diet OCD yang wajib Anda ketahui sebelum mencobanya. Semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Ingin tips sehat seputar diet? Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk chat dengan dokter seputar tipsnya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi