Diet Makanan Mentah yang Berfokus pada Sayur dan Buah

Diet makanan mentah

Diet makanan mentah yaitu pola makan yang menitikberatkan pada konsumsi makanan (diutamakan organik) yang tidak diproses maupun dimasak sama sekali. Walapun program diet ini terbukti memberikan banyak manfaat, namun tetap saja terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan seperti risiko defisiensi vitamin B12.

 

Go Dok Diet makanan mentah atau yang dikenal juga dengan sebutan raw food diet akhir-akhir ini tengah menjadi perbincangan, khususnya di kalangan mereka yang tengah berusaha menurunkan berat badan. Konon, diet jenis ini ampuh untuk memangkas lemak dalam waktu singkat tanpa membuat lapar. Eits, sebelum memutuskan untuk mencoba, ada baiknya Anda kenali lebih dulu apa itu diet makanan mentah lewat penjelasan lengkap berikut ini!

Apa itu diet makanan mentah?

Diet makanan mentah ternyata telah ada sejak lama. Tepatnya pada tahun 1897, seorang pria berkebangsaan Swiss bernama Maximilian Bircher-Benner mengenalkan pola makan yang menitikberatkan pada konsumsi makanan (diutamakan organik) yang tidak diproses maupun dimasak sama sekali.

Pola makan ini sebenarnya berawal dari pengalaman pribadi Bircher yang pernah menderita penyakit kuning dan sembuh lantaran sering mengonsumsi apel mentah. Ia pun kemudian menelaah kehidupan para petani di pegunungan Alpen yang hidup sehat dan berumur panjang –padahal mereka hanya mengonsumsi sayuran, buah, dan kacang-kacangan mentah saja. Dari sanalah Bircher kemudian menelurkan idenya tentang hidup sehat dengan rutin mengonsumsi makanan mentah.

Seiring dengan semakin populernya diet makanan mentah, maka timbul pula varian diet yang lain, yaitu:

  • Raw veganism

Mereka yang menjalani pola makan raw veganism pada dasarnya hanya diperbolehkan mengonsumsi sayur, buah, dan biji-bijian mentah saja. Nah, dalam praktiknya kelompok ini biasanya mengkreasikan konsumsi sayur dan buah dalam bentuk jus.

  • Raw animal food diets

Hampir serupa dengan raw veganism, raw animal food diets juga menitikberatkan pada konsumsi makanan mentah. Hanya saja, pada diet jenis ini individu diperbolehkan mengonsumsi  produk olahan susu (keju, mentega, dll) dan telur.

Sehatkah?

Seperti yang telah Anda ketahui, dengan mengonsumsi makanan mentah Anda akan mendapatkan beragam manfaat, seperti:

  • Menurunkan berat badan. Dengan rajin mengonsumsi buah dan sayur yang dihidangkan tanpa melalui proses memasak terlebih dahulu, tubuh akan mendapatkan asupan serat, vitamin, dan mineral yang lebih banyak. Selain itu, Anda juga secara tidak sadar telah memangkas asupan lemak, kolesterol, dan gula tambahan yang biasanya banyak ditemukan dalam makanan instan atau processed food.
  • Meningkatkan kesehatan kulit. Dengan rajin mengonsumsi sayur dan buah mentah, Anda telah mencukupi kebutuhan tubuh akan zat antioksidan yang berfungsi untuk mencegah proses penuaan dini.
  • Mencegah penyakit kardiovaskular. Dengan menghindari konsumsi beberapa jenis panganan tidak sehat (gorengan, makanan kemasan, minuman bersoda, dll), Anda telah menjaga kesehatan jantung dan sistem peredarandarah dalam tubuh. Karenanya, diet makanan mentah sangat cocok dicoba oleh mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular.
  • Memperbaiki tingkat energi tubuh. Jarang yang mengetahui bahwa dengan rajin mengonsumsi makanan mentah, tubuh akan lebih berenergi. Mengapa? Karena sistem pencernaan Anda tidak harus bekerja ekstra untuk memecah senyawa-senyawa asing yang terkandung dalam porcessed food. Karenanya, Anda akan merasa lebih kuat dan berenergi.
Yang harus diperhatikan

Walapun diet makanan mentah terbukti memberikan banyak manfaat, namun tetap saja terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Pertama adalah risiko defisiensi vitamin B12. Vitamin yang umunya ditemukan pada jaringan hewani ini berfungsi untuk menjaga fungsi otak, sintesis DNA, hingga merangsang produksi sel darah merah. Karenanya, jika Anda memutuskan untuk menjalani diet makanan mentah, maka konsultasikan suplemen pemasok vitamin B12 dengan dokter Anda.

Selanjutnya adalah risiko infeksi toksik dan parasit yang terkandung dalam sayur atau buah mentah. Untuk menghindari hal ini, maka ada baiknya untuk memilih sayuran dan buah-buahan organik. Selain itu, pastikan bahwa Anda telah membersihkan buah dan sayur dengan baik sebelum mengonsumsinya. Selamat mencoba!

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.