Diet Flexitarian Untuk Anda Para Pecinta Daging

Diet flexitarian

Diet flexitarian dimana Anda harus mengonsumsi lebih banyak porsi sayuran, buah-buahan, gandum dan kacang-kacangan namun tetap diperbolehkan mengonsumsi daging dan produk olahan sapi selama tidak berlebihan. Diet ini tidak memiliki aturan khusus ataupun ketat dalam praktiknya.

 

Go Dok Di Indonesia, belum banyak dari Anda yang mengenal tentang Diet Flexitarian. Padahal, diet yang satu ini cukup populer lho, terutama di kalangan mereka yang ingin menurunkan berat badan namun belum kuasa meninggalkan sedapnya olahan daging. Yap, menurunkan berat badan kadang diasosiasikan dengan meniadakan menu daging dan nasi dalam makanan, serta menggantinya dengan menu sayuran serta buah-buahan. Namun, Anda juga bisa menggunakan diet Flexitarian untuk tujuan yang sama. Penasaran bagaimana caranya? Yuk, kenali diet ini lebih jauh!

Apa itu Diet Flexitarian?

Diet Flexitarian dikembangkan oleh Dawn Jackson Blatner, seorang ahli diet yang ingin membantu Anda untuk menurunkan berat badan, namun tetap ingin menikmati produk daging. Diet ini merupakan gabungan dari dua kata “fleksible” dan “vegetarian”, dalam artian Anda yang menjalani diet ini harus mengonsumsi lebih banyak porsi sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan, namun tetap diperbolehkan mengonsumsi daging dan produk olahan sapi selama tidak berlebihan.

Apa saja aturan yang diterapkan dalam diet ini?

Diet Flexitarian untuk menurunkan berat badan tidak memiliki aturan khusus ataupun aturan ketat dalam praktiknya. Tidak ada pula rekomendasi khusus akan asupan kalori dan nutrisi per hari. Diet ini lebih fokus dalam mengubah gaya hidup Anda menjadi “minim konsumsi daging”. Berikut adalah aturan dasar dalam diet Flexitarian :

  • Mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, kacang-kacangan (terutama polong) dan gandum murni dalam keseharian Anda.

  • Berfokus pada konsumsi protein dari makanan berbasis tanaman, dibandingkan dari makanan berbasis binatang (daging).

  • Fleksibel dalam hal mengonsumsi daging dan produk olahan sapi, namun hanya sekali-sekali dan tidak berlebihan.

  • Mengonsumsi makanan yang tidak diproses, dan berfokus pada makanan yang lebih bersifat alami.

  • Membatasi gula atau perisa tambahan, dan makanan-makanan manis.

Karena diet ini bersifat lebih fleksibel dan tidak memiliki aturan seketat program diet lainnya, Flexitarian menjadi pilihan yang cukup populer. Pemilihan waktu untuk mengonsumsi daging serta produk olahan sapi juga tidak diatur ketat, Anda bisa mengonsumsinya kapan saja, baik 2 kali, 3 kali, bahkan 4 kali seminggu, hanya saja dalam batasan tertentu dan lebih sedikit. Biasanya, mereka yang ingin menurunkan berat badan menerapkan diet ini selama 5 – 6 minggu.

Menu apa saja yang diperbolehkan?

Cakupan dari makanan yang diperbolehkan dalam diet Flexitarian masih cukup luas. Dalam diet ini, Anda paling disarankan mengonsumsi buah dan sayuran, dengan menjadikannya jus, smoothie, salad, maupun memasaknya dengan bumbu dan rempah (sayuran). Selain itu, diet ini juga menyarankan konsumsi gandum dan kacang-kacangan, seperti kacang polong, kedelai, dan kacang tanah. Produk olahannya, seperti tempe, tahu, dan susu kedelai merupakan salah satu sumber protein utama dalam diet ini.

Meskipun harus memotong porsi konsumsi daging, namun Anda tetap dianjurkan mengonsumsi susu sapi dan telur. Contoh sederhana dari menu diet ini adalah; susu kedelai, sereal atau oat, dan kacang-kacangan untuk sarapan; roti gandum murni dan salad sayuran serta buah untuk makan siang; serta ubi, tahu, dan sayuran untuk makan malam. Anda bisa mencoba variasi lainnya dari kelompok makanan lain yang telah disebutkan di atas.

Khusus untuk konsumsi daging, diet flexitarian menyarankan agar Anda hanya menikmati potongan kecil hingga sedang, dan menghindari potongan besar. Hindari pula bagian daging yang memiliki paling banyak lemak, serta batasi konsumsinya hanya beberapa hari dalam seminggu. Anda bisa menikmati daging ayam, sapi, kambing, bebek, itik, burung, dan ikan dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Apa keuntungan diet ini?

Keuntungan paling utama dari mengikuti diet Flexitarian selama 5 – 6 minggu adalah penurunan berat badan dan bentuk tubuh yang lebih proposional. Mengonsumsi lebih sedikit daging juga berarti Anda mengurangi asupan kolesterol sehingga kesehatan jantung lebih terjaga dan peredaran darah lebih lancar. Belum lagi dengan banyaknya buah dan sayuran dalam menu, yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Intinya, diet ini akan membuat Anda jauh lebih sehat dan segar dalam keseharian.

Nah, selesai sudah penjelasan lengkap mengenai Diet Flexitarian untuk menurunkan berat badan. Tertarik untuk mencobanya? Jangan ragu!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi