Diabetes Insipidus; Penyebab, Gejala, dan Penanganan

diabetes insipidus

 

 

Diabetes insipidus merupakan jenis penyakit yang membuat seseorang menjadi sering buang air kecil dalam jumlah besar, yang disebabkan oleh kerusakan struktur otak dan kerusakan fungsi ginjal sehingga hormon anti diuretik dalam tubuh menjadi terganggu.

 

Mengenal Diabetes Insipidus

Dewasa ini masyarakat sangat familiar dengan penyakit diabetes. Umumnya penyakit tersebut di asosiasikan dengan adanya kadar gula dalam jumlah yang sangat banyak di darah sehingga di keluarkan dari tubuh bersama dengan urine. Tetapi baru sedikit masyarakat yang mengetahui bahwa ternyata terdapat dua jenis penyakit diabetes, yaitu diabetes melitus dan diabetes insipidus.

Penyakit diabetes insipidus sangat berbeda dengan diabetes melitus karena merupakan penyakit yang jarang ditemukan dan tidak berkaitan dengan kadar gula yang tinggi di dalam darah. Penyakit ini di sebabkan oleh beberapa faktor yang mengganggu mekanisme pengaturan regulasi cairan dalam tubuh. Adapun penelitian-penelitian terhadap penyakit ini dari dan kasus-kasus yang telah ada, menunjukan bahwa penyebab pastinya tidak diketahui secara pasti dan mendalam.

Penderita penyakit ini umumnya terkenan secara genetik dan dapat berasal dari berbagai tingkatan umur serta dari berbagai jenis kelamin. Meskipun demikian, penelitian menunjukkan bahwa kaum pria lebih cenderung terkena penyakit ini dikarenakan genetik yang dibawa oleh kromosom X.

Penyebab

Sejauh ini dianggap terdapat adanya dua faktor utama yang menyebabkan terjadinya diabetes insipidus. Yang pertama, yaitu akibat kerusakan struktur di otak yang diturunkan secara genetik sehingga terjadi adanya kegagalan regulasi pembentukan, penyimpanan, pengangkutan, dan pengeluaran dari hormon anti diuretik yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pengeluaran cairan tubuh melalui urine.

Berbeda dengan kondisi di atas, pada penyebab kedua, keseluruhan fungsi dari hormon anti diuretik ditemukan dalam keadaan normal. Tetapi ginjal yang merupakan target organ untuk mengatur pengeluaran urine tidak responsif terhadap hormon anti diuretik sehingga terjadi pengeluaran cairan tubuh dalam jumlah yang besar.

Gejala

Diabetes insipidus dapat menunjukan gejala dan keluhan utama berupa seringnya frekuensi untuk berkemih dan sering kali merasakan haus yang berulang-ulang. Hal ini dapat terlihat dari adanya jumlah cairan yang diminum ataupun jumlah produksi urine dalam 24 jam sangat banyak.

Jumlah tersebut bila di gabungkan dapat mencapai angka 5-10 liter dalam seharinya. Kedua gejala tersebut sangat khas pada penyakit diabetes insipidus dan umumnya tidak terdapat adanya keluhan atau gejala lain yang berarti pada pasien.

Karena jumlah air pada urine sangat banyak, saat dilakukan pemeriksaan zat- zat terlarut jumlahnya akan terlihat sangat kecil. Hal ini menyebabkan berat jenis urine menjadi rendah, yaitu berkisar pada level 1001 sampai 1005 karena banyaknya air yang melarutkan zat-zat dalam urine.

Jika terus berlanjut dan pasien tidak kunjung diobati, akan terjadi pengeluran cairan tubuh secara terus menerus dalam bentuk urine yang jumlahnya sangat banyak. Hal ini akan menyebabkan terjadinya dehidrasi berkepanjangan dan sangat membahayakan metabolisme tubuh.

Faktor Risiko

Dijelaskan di atas bahwa penyebab penyakit ini terbagi menjadi dua yaitu kerusakan struktur otak yang mengatur hormon anti diuretik dan kerusakan ginjal sehingga tidak responsif terhadap hormon anti diuretik. Kondisi berikut dapat mempermudah terjadinya kerusakan dan diperkirakan menjadi faktor resiko untuk terjadinya diabetes insipidus.

Kondisi yang dimaksud adalah :

  • Infeksi selaput pembungkus otak
  • Infeksi otak
  • Penyumbatan aliran darah ke otak
  • Tuberkulosis
  • Sifilis
  • Tumor otak
  • Benturan kepala yang menyebabkan patahnya dasar tengkorak
  • Multiple mieloma
  • Konsumsi air yang berlebihan
  • Gagal ginjal
  • Infeksi ginjal
  • Kista ginjal
  • Beberapa obat-obatan
Diagnosis

Diagnosis dapat ditentukan oleh dokter dengan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Setelah mencari tahu adanya gejala banyak frekuensi urine dalam jumlah dan volume yang besar serta rasa haus yang terjadi terus-menerus disertai faktor-faktor risiko yang menyebabkan kerentanan kerusakan struktur otak ataupun struktur ginjal lewat wawancara medis dengan pemeriksaan fisik adanya kecenderungan dehidrasi.

Diagnosis pun dapat ditentukan berdasarkan pemeriksaan laboratorium urine yang menunjukkan adanya berat jenis urine menjadi rendah, yaitu berkisar antara 1001-1005. Tidak kalah penting, pemeriksaan rontgen, usg, serta CT-scan pun terkadang perlu di lakukan.

Terdapat tes khusus untuk mendiagnosis diabetes insipidus, yaitu test FLUID DEPRIVATION. Tes ini mengukur berat badan, volume urine, berat jenis urine, kekentalan darah serta tensi darah pasien.  Segera jika tensi darah turun, denyut jantung meningkat, atau terjadi penurunan lebih dari 5% berat badan dari angka awal maka diagnosis diabetes insipidus dapat dibuat.

Penanganan

Pada pasien yang telah didiagnosis menderita diabetes insipidus, maka harus segera mendapatkan infus cairan agar mencegah terjadinya dehidrasi. Bila memungkinkan dan penderita mau, berikan minum cairan dalam jumlah yang cukup dan sesering mungkin untuk mencegah timbulnya tubuh merasakan haus.

Adapun beberapa obat-obatan yang dapat diberikan untuk menangani kondisi ini adalah obat golongan diuretik tiazid yang berguna untuk menarik air agar lebih sedikit yang dikeluarkan, klorpropamid dan klofibrat yang berguna untuk merangsang pengeluaran hormon anti diuretik.

Komplikasi

Seperti telah dijelaskan bahwa diabetes insipidus dapat menyebabkan pengeluaran cairan tubuh dalam jumlah yang banyak, maka hal ini dapat beresiko untuk terjadinya kondisi dehidrasi secara menyeluruh dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi lanjutan berupa elektrolit tubuh tidak stabil dan mengganggu seluruh metabolisme tubuh dan dapat akibatkan kematian.

Prognosis

Karena kondisinya berlangsung terus menerus dan melibatkan berbagai sistem organ maka diabetes insipidus termasuk kelompok penyakit berbahaya yang harus segera dikenali serta diatasi secara cepat dan tepat. Jika terlambat diatasi maka akan timbul komplikasi berat dan menyebabkan kematian.

 

Baca juga:

 

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi kesehatan Go Dok, di sini.

 

HW/PJ/TP

Referensi