Diabetes Foot ; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Diabetes  Foot

Diabetes  Foot adalah kelainan kaki pada pasien dengan diabetes mellitus yang mengalami perubahan akibat perlukaan atau kerusakan jaringan yang dalam, atau infeksi yang berhubungan dengan abnormalitas saraf dan/atau pembuluh darah dengan derajat yang bervariasi.

 

Go DokBagi Anda penderita Diabetes, pernahkah anda mengeluhkan luka yang tak kunjung sembuh? Jika pernah, bisa saja Anda mengalami diabetes foot. Untuk mengetahuinya, mari simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, dan penanganannya berikut ini.

Mengenal Diabetes Foot

Diabetes melitus adalah suatu penyakit pada seseorang yang disebabkan peningkatan kadar glukosa di dalam darah akibat gangguan pada sekresi insulin atau gangguan kerja insulin atau keduanya. Penyakit ini merupakan penyakit metabolik, yang dikaitkan dengan genetik atau keturunan.

Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien diabetes adalah diabetes foot ulcer atau ulkus kaki diabetes. Kaki diabetes adalah kelainan kaki pada pasien dengan diabetes mellitus yang mengalami perubahan akibat perlukaan atau kerusakan jaringan yang dalam, atau infeksi yang berhubungan dengan abnormalitas saraf dan/atau pembuluh darah dengan derajat yang bervariasi. Pasien diabetes memiliki kecendrungan alami luka di kaki yang sulit sembuh dan berisiko amputasi. Data menunjukkan 15-25% dari pasien DM akan mengalami ulkus di kaki didalam hidup mereka, sebanyak 14-24% memerlukan amputasi

Penyebab

Beberapa faktor penyebab pasien diabetes melitus dapat memiliki luka pada bagian kaki yaitu:

Pertama, berkurangnya sensasi rasa nyeri setempat (neuropati) yang membuat kulit menjadi kurang sensitif sehingga tidak menyadari jika ada luka yang terjadi. Selain itu, luka muncul spontan karena trauma minimal misalnya kemasukan pasir, tertusuk duri, lecet akibat pemakaian sepatu/sandal yang sempit dan bahan yang keras. Luka akan menjadi borok dan menimbulkan bau.

Kedua, sirkulasi darah pada kaki menurun karena terjadi penyempitan, penyumbatan, dan kerusakan pembuluh darah. Berkurangnya aliran darah mengakibatkan pembentukan retakan pada permukaan kulit yang menyebabkan bakteri dengan mudah masuk dan menyebabkan infeksi, yang pada akhirnya menimbulkan luka yang luas hingga terjadi pembusukan.

Ketiga, berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi karena sel darah putih tidak berkerja optimal pada kadar gula darah diatas 200 mg/dL. Di samping itu, akibat gula darah yang tinggi, bakteri lebih mudah berkembang cepat, menyebar ke seluruh tubuh dan berakibat fatal hingga kematian.

Faktor risiko

Ulkus kaki merupakan komplikasi yang signifikan pada diabetes melitus dan paling sering menjadi faktor utama terjadinya amputasi pada ekstremitas bawah pada pasien ini. Faktor risiko terjadinya kaki diabetes adalah :

  • Perokok
  • Menderita diabetes lebih dari 10 tahun
  • Riwayat kontrol gula yang buruk
  • Neuropati perifer
  • Penyakit vaskular
  • Mobilitas sendi yang terbatas
  • Deformitas pada kaki
  • Peningkatan tekanan kaki
  • Mengalami trauma minor
  • Berat badan berlebih
  • Kondisi kuku dan kulit yang lembap
  • Riwayat ulkus atau amputasi sebelumnya.
Diagnosis

Diagnosis ditegakkan oleh dokter dengan wawancara medis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pasien DM dengan komplikasi luka pada kaki mengeluh luka yang tidak kunjung sembuh. Luka awalnya kecil, kemudian membengkak dan meluas. Bagian luka tersebut kehilangan kemampuan merasakan sensasi nyeri. Luka berbau busuk dan membuat tidak nyaman. Pada pemeriksaan fisik bentuk normal kaki berubah. Kulit yang kering, tidak berkeringat, hal ini menimbulkan fisura, kerak kulit, kulit mudah mengelupas dan mengalami infeksi. Selain hal tersebut, perlu pula dilakukan pemeriksaan kultur dan sensitifitas kuman terhadap antibiotik untuk mengetahui jenis kuman atau bakteri yang menginfeksi.

Penanganan

Secara umum, penanganan penyakit ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dilakukan pengendalian kadar glukosa darah dan pengelolaan pasien secara komprehensif. Bila perlu konsumsi obat sesuai dosis/jadwal dari dokter dan lakukan pemantauan gula darah yang yang rutin.

Apabila sudah terjadi luka pada kaki orang dengan diabetes maka harus dilakukan pembersihan luka atau disebut dengan debridement. Kegiatan ini dilakukan untuk menghilangkan nanah, menghilangkan jaringan yang mati, merangsang penyembuhan luka, dan untuk menilai beratnya infeksi. Debridement pada umumnya harus dikombinasi dengan antibiotika. Selain perawatan luka, perlu diberikan sepatu khusus untuk mencegah perlukaan yang baru. Jika ada infeksi jaringan lunak yang luas atau adanya infeksi tulang maka tindakan amputasi harus dilakukan.

Panduan perawatan kaki pasien diabetes

Untuk mengindari komplikasi lebih lanjut, perlu dilakukan perawatan pada kaki pasien DM baik tanpa atau dengan ulkus.

  1. Periksa kaki setiap hari, cek apakah ada atau tidak kulit retak, melepuh, luka, maupun perdarahan.
  2. Bersihkan kaki setiap haridengan air bersih dan sabun. Keringkan kaki dengan handuk bersih, lembut, yakinkan kering benar terutama pada sela jari.
  3. Berikan pelembap(lotion) pada daerah kaki yang kering.
  4. Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal kaki, tidak terlalu pendek. Gunakan kikir agar kuku tidak tajam.
  5. Pakai alas kaki (sandal atau sepatu) untuk melindungi kaki, juga saat di rumah.
  6. Gunakan sepatu atau sandal yang baik sesuai ukuran kaki dan enak dipakai.
  7. Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil atau benda tajam.
  8. Lepas sepatu selang 4-6 jam, gerakkan pergelangan dan jari kaki agar sirkulasi darah baik.
  9. Segera periksakan ke dokter bila kaki mengalami luka.
  10. Hindari merokok, karena dapat menurunkan aliran darah ke kaki.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

 

HW/PJ/MA

Referensi