Dampak Kritikan pada Orang Dewasa dan Anak-Anak

Dampak kritikan

Dampak kritikan ; Sebagian orang percaya bahwa kritikan merupakan hal yang bagus dan bisa mendorong seseorang melakukan hal yang lebih baik. Sebenarnya, apakah kritikan merupakan hal yang baik untuk diterapkan? Atau justru harus dihindari?

 

Go DokPernahkah Anda mengkritik, ataupun dikritik orang lain? Biasanya, dalam dunia kerja orang dewasa, kritikan digunakan oleh atasan terhadap bawahannya, guna membangun kinerja yang lebih baik dari mereka. Tentunya, banyak orang yang percaya bahwa kritikan adalah hal yang bagus dan bisa mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu lebih baik lagi. Bahkan, efeknya dipercaya melebihi efek pujian.

Dewasa ini, bahkan setiap orang merasa berhak menjadi pengkritik terhadap orang lain yang bahkan tidak dikenalnya, melalui media sosial. Nah, apakah kritikan memang sesuatu yang baik untuk diterapkan? Atau justru merupakan sesuatu yang harusnya dihindari? Untuk menjawabnya, mari simak penjelasan lengkap tentang dampak kritikan berikut ini!

Dampak kritikan pada  anak-anak

Anak-anak, dengan rentang usia 1 tahun hingga ia beranjak dewasa, biasanya menjadi salah satu objek kritikan favorit orangtuanya. Umumnya, kritikan terhadap si anak akan disertai ancaman atau pemberian hukuman yang justru akan membuat anak Anda lebih suka menarik diri dan menjadi serba-rahasia, tak lagi terbuka terhadap orangtuanya. Banyak dari Anda yang tidak sadar bahwa kata-kata layaknya “Kenapa kamu keluar rumah sampai malam, kayak anak nggak bener,” dan “Kalau kamu bolos sekolah lagi, Ibu nggak bakal kasih kamu uang jajan seminggu,”, justru akan membuat anak takut untuk bercerita mengenai hal-hal dan penyebab ia berbuat seperti itu. Sikap yang seperti ini, justru akan menyulitkan Anda dalam mendidiknya lebih lanjut.

Kebanyakan orangtua mengkritik tindakan anak hanya karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan apa yang mereka anggap benar. Hal ini tidak baik, karena tanpa kritikan terus-menerus, sebetulnya seorang anak selalu ingin berkembang dan berbuat yang terbaik. Hanya saja, terkadang kritikan dalam cara yang salah justru menghalangi dan membuat mereka jadi kecil hati. Jadi, meskipun Anda selalu berpikir bahwa kritikan Anda bertujuan baik dan membangun, namun percayalah, mendengarkan keluhan dan kisah si anak serta memberikan saran padanya merupakan solusi yang jauh lebih baik.

Dampak kritikan terhadap orang dewasa

Berbeda dengan kepercayaan akan “kritik yang membangun”, dampak kritikan terhadap orang dewasa justru seringkali bersifat negatif. Sejatinya, hal ini tergantung pada si pemberi kritik sendiri, dan bagaimana caranya menyampaikan kritikan tersebut. Kebanyakan kritikan dalam dunia orang dewasa disampaikan antara rekan kerja, atau di antara pasangan (laki-laki dan wanita). Dalam hal ini, sebagian besar pihak pemberi kritikan menerapkan cara yang salah dalam menyampaikannya, dan justru menunggu terlalu lama untuk menyampaikan kritik sehingga justru penyampaiannya dibarengi emosi.

Dalam sebuah artikel yang dimuat dalam Journal of Applied Psychology, dijelaskan bahwa sebuah eksperimen dilakukan untuk menguji dampak kritikan terhadap beberapa orang (sampel). Hasilnya menunjukkan bahwa cara penyampaian kritikan yang salah dari atasan kepada rekan kerjanya, justru menyebabkan konflik di tempat kerja, timbulnya ketidakpercayaan, dan perselisihan kekuasaan. Dalam studi lainnya, yang juga bertujuan untuk menguji reaksi orang terhadap kritik, ditemukan bahwa mereka yang menerima kritik keras justru menjadi tidak ingin bekerja lebih baik. Orang-orang ini justru cenderung ingin menghindari si pemberi kritik, dan menjadi malas untuk bekerja sama dengannya di kemudian hari. Hal ini terkait dengan kritik keras yang diberikan dengan cara yang salah dan hanya fokus pada kesalahan personal, sehingga orang yang dikritik justru menjadi lebih malas dalam melakukan pekerjaan mereka.

Sebaliknya, terdapat dampak kritikan terhadap orang dewasa dalam jenis kritik yang berbeda. Kritik jenis ini, yang disampaikan tanpa emosi, dijelaskan secara spesifik dan tepat, serta menggunakan penuh perhatian, justru bisa membuat seseorang terpacu untuk bekerja lebih baik.

Jadi, bagaimanakah kritik yang baik?

Dampak kritikan terhadap orang dewasa memang bergantung dalam cara penyampaiannya. Biasanya, kritik yang membuat seseorang menjadi malas adalah yang bersifat menyalahkan secara personal, hanya fokus pada kesalahan, disampaikan dengan emosi berlebih, menyerang kepribadian seseorang, serta memaksakan salah satu sudut pandang. Sebaliknya, kritik yang bagus tidak akan fokus pada kesalahan itu sendiri, dan tidak akan bersifat menyalahkan, melainkan fokus kepada solusi dan bagaimana cara agar situasi berkembang menjadi lebih baik. Kritik yang bisa diterima tidak disampaikan dengan emosi, melainkan dengan penuh perhatian, dan fokus terhadap kinerja, bukan kepribadian seseorang. Dibandingkan memaksa, kritik yang baik justru sifatnya mengajak, dan bukan memerintah atau menegaskan kontrol seseorang terhadap orang lain.

Nah, itu dia dampak kritikan terhadap anak-anak dan orang dewasa yang harus Anda pahami. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

SF/PJ/MA

Referensi