Dampak Anak Menghisap Jempol dan Pencegahannya

Dampak anak menghisap jempol

Dampak anak menghisap jempol atau ibu jarinya dapat memengaruhi mulut dan rahang anak balita dari umur 2 tahun. Tingkat keparahan masalah fisik yang berasal dari kebiasaan itu tergantung pada seberapa kerasnya seorang anak mengisap ibu jarinya.

Go Dok Bayi Anda mungkin mulai mengisap ibu jarinya di dalam rahim — dan kemudian menyempurnakan kebiasaan itu saat ia lahir. Ketika seorang anak masih kecil, itu merupakan kondisi yang normal sebagai cara untuk menenangkan diri atau tidur.

Pada usia itu, tidak ada yang salah dengan kebiasaan ini. Namun, jika si kecil melakukan ini terus-terusan sampai umur 4-5 tahun, pertimbangkan untuk mengganti kebiasaan tersebut dengan dot. Meskipun dot dapat menyebabkan masalah yang sama, tetapi dot merupakan kebiasaan yang lebih mudah untuk dihentikan.

Begitu seorang anak mencapai balita, menghisap jempol biasanya hilang dengan sendirinya. Meskipun beberapa anak yang lebih tua dapat menggantinya dengan kebiasaan lain, seperti menggigit kuku.  Jika perilaku berlanjut hingga anak sudah memasuki usia sekolah, itu harus segera di atasi karena akan berdampak buruk terhadap perkembangannya baik di mulut maupun ucapan.

Meskipun tekanan teman sebaya di sekolah biasanya membatasi kebiasaan tersebut begitu seorang anak mencapai usia 5 atau 6 tahun, orang tua mungkin ingin mengambil tindakan untuk menghentikan mengisap jempol jauh sebelum waktu itu.

Tapi dampak apa yang dapat disebabkan oleh kebiasaan ini sehingga membuat kebiasaan ini tidak baik bagi balita? Dan bagaimana cara mengatasinya? Dibawah ini kami ringkas secara jelas tentang apa dampak anak menghisap jempol dan bagaimana cara menanggulangi kebiasaan ini.

Apa dampak anak menghisap jempol?

Dampak anak menghisap jempol dan  jari dapat memengaruhi mulut dan rahang anak balita dari umur 2 tahun. Mengisap memberi tekanan pada jaringan lunak atap mulut anak, serta di sisi rahang atas. Ketika ini terjadi, rahang atas dapat menyempit, yang mana mencegah gigi bertemu dengan benar ketika rahang tertutup. Mempersempit rahang juga bisa menyebabkan masalah bicara, seperti cadel.

Tingkat keparahan masalah fisik yang berasal dari kebiasaan itu tergantung pada seberapa kerasnya seorang anak mengisap ibu jarinya. Jika dia hanya meletakkan ibu jarinya di mulut tanpa benar-benar menyedotnya terlalu banyak, kemungkinan akan ada lebih sedikit masalah. Awasi terus bagaimana anak Anda mengisap jempolnya, dan segera untuk membatasi kebiasaan itu lebih awal jika anak Anda mengisap secara berlebihan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa ketika anak-anak berhenti menghisap jempol pada usia empat tahun, masalah rahang atau gigi dapat sembuh sendiri. Jadi penting untuk memberi tahu dokter dan dokter gigi anak Anda jika anak mengisap ibu jarinya. Identifikasi masalah awal dapat menjadi kunci untuk menyelesaikannya.

Bagaimana cara menanganinya?

  • Buat pengalihan. Ketika melihat anak mengisap jempolnya, beri dia sesuatu untuk dilakukan dengan tangannya. Jika dia sering mengisap jempolnya ketika dia gugup, beri dia bola stres untuk ditekan. Jika dia mengisap jempolnya ketika dia bosan, dorong dia untuk mewarnai gambar, bermain bola, atau apa pun yang membuat tangannya sibuk.
  • Berilah pujian. Setiap kali Anda melihat anak mengeluarkan ibu jari dari mulutnya atas kemauannya sendiri, berilah pujian kepadanya.
  • Menerapkan rasa tidak enak.Ada banyak cerita tentang orang tua meletakkan cabai rawit atau saus pedas di jari-jari anak-anak mereka dalam upaya putus asa untuk membuat mereka berhenti mengisap jempol. Tetapi mengambil tindakan ekstrem bukanlah ide yang baik dan bisa sangat mengecewakan bagi anak-anak. Anda dapat mencoba sedikit cuka di jempol anak untuk membuatnya terasa berbeda tanpa membahayakannya.

Nah, itu dia beberapa dampak menghisap ibu jari dan bagaimana cara menghentikanya. Tetapi selalu ingat bunda, bahwa peran orang tua dalam membimbing kebiasaan anak tentulah merupakan cara yang paling manjur untuk menghentikan kebiasaan ini. Stay healthy, keep loving!

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.