Clavus ; Gejala, Penyebab dan penanganan

Clavus

 

 

Clavus atau yang biasa disebut sebagai mata ikan, merupakan sebuah proses dari mengerasnya lapisan kulit karena kulit mencoba melindungi diri dari gesekan dan tekanan. Penyebab utama dari penyakit ini adalah tekanan dan gesekan berulang sehingga menyebabkan clavus berkembang.

 

Mengenal Clavus

Clavus atau yang biasa disebut sebagai mata ikan, merupakan sebuah proses dari mengerasnya lapisan kulit karena kulit mencoba melindungi diri dari gesekan dan tekanan. Penyakit ini umumnya menyerang kaki dan tangan serta jari kaki dan jari tangan.

Clavus sering dijumpai pada atlet dan pada populasi pasien yang terpapar dengan gesekan yang tidak merata oleh karena alas kaki atau gaya berjalan, termasuk orang tua maupun pasien diabetes. Pergerakan kaki yang tidak normal, kelainan bentuk kaki, tingkat aktivitas yang tinggi, dan kondisi yang lebih serius seperti neuropati perifer juga berkontribusi pada pembentukan penyakit ini.

Penyebab

Penyebab utama dari clavus adalah tekanan dan gesekan berulang sehingga menyebabkannya berkembang. Beberapa sumber tekanan dan gesekan di antaranya:

1. Menggunakan sepatu yang tidak pas

Pemakaian sepatu yang terlalu sempit dan sepatu hak tinggi dapat menekan area kaki. Sebaliknya, ketika alas kaki terlalu longgar, kaki berulang kali meleset dari tempat seharusnya dan bergesekan dengan sepatu. Kaki juga mungkin  bergesekan dengan jahitan di dalam sepatu. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kondisi ini.

2. Tidak menggunakan kaus kaki

Mengenakan sepatu dan sandal tanpa kaus kaki dapat menyebabkan gesekan pada kaki. Kaus kaki yang tidak pas (baik terlalu sempit maupun terlalu longgar) juga bisa menjadi penyebab timbulnya kondisi ini.

3. Clavus di tangan dapat dihasilkan dari tekanan berulang akibat menggunakan alat-alat yang dioperasikan menggunakan tangan atau bahkan menulis.

Faktor Risiko

Faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko clavus, yaitu:

  1. Bunion adalah benjolan tulang abnormal yang terbentuk pada sendi di pangkal jempol kaki.
  2. Hammertoe adalah kelainan bentuk di mana jari kaki berbentuk seperti cakar.
  3. Kelainan bentuk kaki lainnya. Kondisi tertentu, seperti tulang yang menonjol, dapat menyebabkan gosokan konstan (terus-menerus) di dalam sepatu.
  4. Tidak menggunakan pelindung tangan. Menggunakan alat-alat tanpa mengenakan sarung tangan akan membuat kulit terkena gesekan berlebih.
  5. Usia yang lebih tua. Pada pasien usia tua,  jaringan lemak di kulit mulai berkurang, yang berarti risiko lebih tinggi mengalami clavus, terutama pada bagian kaki yang menonjol.
Gejala

Clavus biasanya terletak di antara celah kaki, di sisi kaki bagian luar dan di bawah sendi jari kaki. Gaya berjalan pasien harus diamati untuk mengidentifikasi pergerakan yang tidak teratur. Selain itu, kemerahan dan panas di sekitar kulit akan terjadi bila clavus mengalami radang akut.

Gejala dan tanda yang mungkin muncul sebagai pertanda adalah:

  1. Tonjolan yang mengeras
  2. Daerah kulit terasa tebal dan kasar
  3. Muncul kulit yang terkelupas dan kering atau bersisik
  4. Rasa nyeri di bawah kulit.
Diagnosis

Dokter akan memeriksa daerah yang mengalami keluhan dan menyingkirkan penyebab lain dari kulit yang menebal, seperti kutil dan kista. Tidak diperlukan tes laboratorium rutin untuk mengevaluasi pasiennya. Tes gula darah diperlukan ketika clavus menyebabkan ulkus atau pasien dicurigai menderita diabetes melitus. Pemeriksaan rontgen diperlukan pada pasien hanya untuk mendeteksi kelainan tulang yang mendasari terjadinya kondisi ini.

Penanganan

Perawatan untuk clavus biasanya menghindari paparan berulang yang menyebabkannya berkembang. Jika clavus menetap atau menjadi sakit meskipun ada upaya perawatan sendiri, dapat pula diberikan perawatan medis seperti:

  1. Memotong kulit yang berlebih. Dokter dapat menghilangkan kulit yang menebal dengan menggunakan pisau bedah.
  2. Obat pengangkat clavus. Dokter akan memberikan patchyang mengandung 40 persen asam salisilat. Dokter juga bisa memberikan resep untuk asam salisilat dalam bentuk gel untuk digunakan pada ukuran clavus yang lebih besar.
  3. Bantalan sepatu. Jika pasien memiliki kelainan bentuk kaki yang mendasari, dokter mungkin akan meresepkan bantalan sepatu yang dibuat khusus (orthotics) untuk mencegahpenyakit ini
  4. Dalam kasus yang jarang, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk memperbaiki keselarasan tulang yang menyebabkan gesekan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, adalah:

  • Memakai kaus kaki dan alas kaki yang pas yang tidak menggosok kulit.
  • Oleskan krim kaki pelembab khusus setelah mencuci dan mengeringkannya dengan baik. Jangan gunakan body lotion.
  • Saat memotong kuku jari kaki, potong lurus ke seberang, dan jangan ke bawah pada sudut atau di atas tepi.
  • Gunakan batu apung secara teratur, dan bersihkan kulit keras dengan lembut.
  • Pakailah kaus kaki bersih setiap hari dan gunakan bedak untuk mencegah keringat
  • Lindungi tangan saat menggunakan alat, baik dengan sarung tangan berlapis atau dengan melapisi pegangan alat.
Komplikasi

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah infeksi bakteri atau jamur pada pasien dengan diabetes atau pada pasien dengan sistem imun yang menurun. Apabila terjadi pengelupasan yang mendalam, waspadai risiko perdarahan dan infeksi.

Penyakit ini sering terbentuk dekat dengan sendi dan tulang, sehingga meningkatkan kemungkinan untuk infeksi pada sendi atau infeksi pada tulang jika tidak ditangani.

Pasien, terutama pasien dengan diabetes, mungkin mengalami ulkus akibat mendapat tekanan kronis. Hal ini dapat menyebabkan infeksi dan selulitis.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

PJ/MA

Referensi