Carpal Tunnel Syndrome ; Gejala – Penanganan

Carpal Tunnel Syndrome

Carpal Tunnel Syndrome merupakan kumpulan gejala berupa kesemutan, mati rasa, serta gejala lain yang disebabkan oleh tertekannya saraf median di daerah terowongan karpal (pada sisi pergelangan tangan). Disebabkan oleh tekanan pada saraf median. Biasanya gejalanya mulai secara bertahap.

Mengenal Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Carpal Tunnel Syndrome merupakan kumpulan gejala berupa kesemutan, mati rasa, serta gejala lain yang disebabkan oleh tertekannya saraf median di daerah terowongan karpal (pada sisi pergelangan tangan).

Saraf median dimulai dari lengan bawah lalu masuk ke daerah jari-jari melalui sebuah terowongan karpal yang berada di pergelangan tangan. Saraf median berfungsi untuk memberikan kemampuan rasa pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis serta memberikan sinyal saraf untuk menggerakkan otot di sekitar pangkal ibu jari. Sindrom ini dapat menyerang kedua tangan ataupun salah satunya.

Sindrom ini umumnya menyerang wanita lebih banyak daripada pria dengan perbandingan 10:1. Inidividu dengan kulit terang dikabarkan menderita sindrom ini lebih banyak daripada orang berkulit gelap.

Penyebab

Carpal Tunnel Syndrome disebabkan oleh tekanan pada saraf median. Apapun yang menekan atau mengiritasi saraf median di ruang terowongan karpal dapat menyebabkan kondisi ini. Tidak ada penyebab tunggal dalam banyak kasus. Fraktur pergelangan tangan dapat mempersempit terowongan karpal dan mengiritasi saraf, pembengkakan dan peradangan akibat rheumatoid arthritis juga bisa menjadi penyebabnya.

Faktor Risiko

Sejumlah faktor telah dikaitkan dengan Carpal Tunnel Syndrome. Meskipun beberapa faktor tidak secara langsung menjadi penyebab, namun dapat meningkatkan risiko Carpal Tunnel Syndrome. Beberapa faktor resiko tersebut adalah :

1. Faktor anatomi

Fraktur pergelangan tangan, dislokasi, atau radang sendi yang merusak tulang kecil di pergelangan tangan dapat mengubah ruang di dalam terowongan karpal dan memberi tekanan pada saraf median.Individu yang memiliki terowongan karpal yang lebih kecil berisiko lebih tinggi menderita Carpal Tunnel Syndrome.

2. Jenis Kelamin

Carpal Tunnel Syndrome umumnya lebih sering terjadi pada wanita. Ini mungkin karena area terowongan karpal wanita relatif lebih kecil daripada pria.

3. Kondisi medis yang merusak saraf

Beberapa penyakit kronis, seperti diabetes dapat meningkatkan risiko kerusakan saraf, termasuk kerusakan saraf median.

4. Radang

Penyakit yang ditandai dengan peradangan, seperti rheumatoid arthritis, dapat mempengaruhi lapisan di sekitar tendon di pergelangan tangan dan memberikan tekanan pada saraf median.

5. Kegemukan

Menjadi gemuk adalah faktor risiko yang signifikan untuk Carpal Tunnel Syndrome.

6. Perubahan keseimbangan cairan tubuh

Retensi cairan dapat meningkatkan tekanan di dalam terowongan karpal lalu mengiritasi saraf median. Ini biasa terjadi selama kehamilan dan menopause. Carpal Tunnel Syndrome yang berhubungan dengan kehamilan umumnya hilang dengan sendirinya setelah kehamilan.

7. Kondisi medis tertentu

Kondisi medis seperti menopause, obesitas, gangguan tiroid, dan gagal ginjal dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit ini.

8. Faktor pekerjaan

Bekerja dengan alat bergetar atau di perusahaan perakitan yang membutuhkan kelenturan pergelangan tangan dan penggunaan pergelangan tangan yang lama dan berebihan.

Gejala

Gejala Carpal Tunnel Syndrome biasanya mulai secara bertahap. Beberapa gejala yang paling sering dirasakan adalah :

  • Mati rasa, kesemutan, dan nyeri di ibu jari, telunjuk, jari tengah dan sebagian jari manis.
  • Rasa sakit dan rasa panas yang menjalar ke lengan.
  • Sakit pergelangan tangan di malam hari yang mengganggu tidur.
  • Kelemahan pada otot-otot tangan.
Diagnosis

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait keluhan yang dirasakan lalu akan melakukan pemerikaan pada area sekitar tangan dengan cara menekuk pergelangan tangan dan menekan saraf. Bila dirasa perlu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti di bawah ini :

1. Foto rontgen

Foto rontgen dilakukan pada pergelangan tangan yang terkena untuk menyingkirkan penyebab lain dari nyeri pergelangan tangan, seperti radang sendi atau patah tulang.

2. Elektromiogram

Tes ini bertujuan untuk mengukur pengeluaran listrik kecil yang dihasilkan di otot. Selama tes ini, dokter memasukkan elektroda jarum tipis ke otot-otot tertentu untuk mengevaluasi aktivitas listrik ketika otot berkontraksi dan beristirahat

3. Tes konduksi saraf

Dua elektroda ditempelkan ke kulit, lalu suatu kejutan kecil dilewatkan melalui saraf median untuk melihat apakah hantaran impuls listrik terlambat di terowongan karpal.

Penanganan

Penanganan Carpal Tunnel Syndrome tergantung pada seberapa parah rasa sakit, gejala, dan kelemahan yang dirasakan. Penanganannya dapat dibagi menjadi penanganan non bedah dan pembedahan.

  1. Penanganan non-bedah meliputi :
  • Hindari posisi yang memberatkan pergelangan tangan.
  • Balut pergelangan tangan agar tetap dalam posisi netral, terutama di malam hari.
  • Pemberian obat anti nyeri dan obat-obatan untuk mengurangi peradangan (steroid).
  • Mengobati kondisi medis yang mendasari, seperti diabetes atau radang sendi.
  • Pemberian steroid injeksi ke area terowongan karpal untuk mengurangi peradangan.
  1. Pembedahan

Pembedahan mungkin diperlukan jika ada kerusakan parah pada saraf median. Pembedahan dilakukan dengan pemotongan jaringan di pergelangan tangan yang melintasi saraf median sehingga dapat mengurangi tekanan pada saraf tersebut. Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan operasi adalah usia pasien, lamanya gejala, ada atau tidaknya penyakit penyerta diabetes melitus, dan ada atau tidaknya kelemahan pada gerakan tangan (yang biasanya mengarah pada keterlambatan).

Komplikasi

Pengobatan Carpal Tunnel Syndrome secara dini dengan terapi fisik dan perubahan gaya hidup dapat menghilangkan gejala dan  mengarah ke perbaikan yang signifikan. Tidak menutup kemungkinan bahwa Carpal Tunnel Syndrome yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kecacatan, dan kehilangan fungsi tangan.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

PJ/MA

Referensi