Cara Menyimpan Obat yang Tepat Agar Tetap Berkhasiat

cara menyimpan obat

Cara menyimpan obat memang masih belum menjadi perhatian banyak orang. Padahal, jika obat disimpan di wadah yang terbuka dan sering terkena sinar matahari langsung, dapat menurunkan fungsi obat, baik obat yang bersifat generik maupun obat khusus dengan resep dokter.

Go Dok Seperti menyimpan perhiasan dan barang berharga lainnya, obat pun memerlukan perhatian khusus ketika hendak disimpan untuk konsumsi selanjutnya. Sebab, jika cara menyimpan obat yang Anda pilih kurang tepat, bisa jadi kemampuan obat tersebut akan menurun dan kurang efektif untuk melawan penyakit yang sedang diderita.

Banyak faktor yang dapat merusak obat-obatan yang Anda simpan, seperti panas, udara, cahaya, dan kelembapan yang tinggi. Terpaparnya obat-obatan Anda terhadap keadaan tersebut dapat mengakibatkan menurunnya fungsi obat, atau mungkin lebih parah, obat Anda dapat menjadi berbahaya apabila dikonsumsi.

Lalu, seperti apa cara menyimpan obat yang tepat agar bisa mempertahankan fungsinya?

Pada dasarnya, setiap obat yang ada di rumah memiliki cara penyimpanan tersendiri. Sebagai contoh, ada obat yang harus disimpan pada suhu kamar, ada obat yang dilarang terkena sinar matahari langsung, sampai obat yang haus diletakkan di dalam lemari es. Anda dapat membacanya sendiri di bagian belakang bungkus obat, atau bertanya pada apoteker Anda soal bagaimana cara terbaik menyimpan obat yang Anda beli.

Namun secara umum, ada beberapa cara menyimpan obat yang paling direkomendasikan oleh para praktisi kesehatan. Berikut daftarnya!

  • Simpanlah di tempat kering, bersuhu kamar, dan jauhi dari sinar matahari langsung. Umumnya, suhu terbaik dalam menyimpan obat adalah sekitar 15 sampai 26 derajat Celsius.
  • Jangan menyimpan obat di tempat lembap dan panas. Jauhi obat dari dapur, kamar mandi, atau wastafel.
  • Obat berbentuk pil dan tablet sangat mudah rusak karena panas. Seperti aspirin, apabila terkena panas selama beberapa waktu akan berubah menjadi asam dan dapat menyebabkan iritasi pada lambung Anda.
  • Selalu simpan obat pada wadah bawaannya. Disarankan untuk tidak memindahkan obat sembarangan di luar wadah aslinya.
  • Apabila di wadah obat yang Anda beli terdapat bola kapas, singkirkanlah bola kapas itu karena akan menyerap kelembapan.
  • Jauhkan obat-obatan Anda dari jangkauan anak-anak.

Kalau Anda sudah mempraktikkan metode penyimpanan di atas, seharusnya obat-obatan Anda akan aman dan tidak akan berubah khasiatnya. Namun, Anda harus tetap memperhatikan kondisi obat-obatan Anda sendiri. Apabila sudah rusak, jangan memaksakan diri untuk mengonsumsinya.

Biasanya, ciri-ciri obat yang sudah rusak adalah terjadi perubahan warna, tekstur, bau, bahkan sebelum obat itu kedaluwarsa. Untuk obat berbentuk pil dan tablet, hindari yang sudah menempel satu sama lain, atau teksturnya berubah menjadi lebih keras atau lembek.

Nah, bagi Anda yang ingin bepergian dengan membawa obat-obatan pribadi, hal penting yang harus Anda perhatikan adalah memastikan obat yang Anda bawa adalah obat yang akan berguna selama perjalanan Anda.

Pastikan obat yang Anda bawa diberi label untuk memudahkan Anda. Lebih bagus lagi apabila adan membawa resep yang diberikan oleh dokter Anda untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan Anda. Juga, selalu bawa obat-obatan Anda di tas carry on agar tidak menyulitkan Anda ketika sewaktu-waktu Anda membutuhkan obat tersebut.

Begitulah beberapa cara menyimpan obat yang umum dilakukan agar kualitas dan fungsinya tetap terjaga. Harap diingat, untuk selalu mengecek secara berkala kondisi obat-obatan Anda. Jangan sampai Anda meminum obat yang telah kedaluwarsa atau melewati batas aman konsumsi, ya! Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

PE/PJ/TP

Referensi