Cara Menyimpan ASI yang Tepat Untuk Ibu Menyusui

Cara menyimpan ASI

Cara menyimpan ASI ; Sebelum mengetahui cara menyimpan ASI, ada baiknya Anda juga mempelajari cara serta tips dalam memompa ASI. Cara menyimpan ASI yang paling umum adalah dengan menempatkannya dalam suatu botol kaca atau plastik yang memiliki tutup.

 

Go Dok – Masa-masa menyusui merupakan saat yang penting, baik bagi seorang ibu maupun bagi bayinya. Nah, untuk Anda yang tengah menjalani peran ini, namun sudah harus menyudahi cuti hamil yang berharga, tentunya menyimpan ASI bukanlah perkara mudah. Anda harus bangun lebih awal untuk menyusui sekalis memompa ASI serta membotolkannya. Namun, sudah yakinkah Anda bahwa cara menyimpan ASI yang dilakukan benar? Apa saja cara-cara tepat untuk memompa serta menyimpan ASI agar tetap segar untuk si buah hati?

Berikut adalah beberapa cara menyimpan ASI yang tepat yang bisa Anda terapkan :

Bagaimana cara yang tepat memompa ASI?

Sebelum mengetahui cara menyimpan ASI, ada baiknya Anda juga mempelajari cara serta tips dalam memompa ASI. Anda dapat melakukan hal ini dengan menggunakan pompa ASI yang banyak dijual di pasaran (dengan daya baterei ataupun elektrik) atau dengan menggunakan tangan Anda.

Meskipun cara yang pertama lebih mudah, namun cara kedua akan membuat Anda merasa lebih nyaman pada minggu-minggu pertama menyusui. Selain itu, memompa dengan tangan bisa membantu ASI keluar lebih lancar jika salah satu puting Anda tersumbat.

Untuk memompa ASI dengan tangan, Anda bisa melingkarkan ibu jari dan telunjuk di sekitar puting, lalu mulai memijat payudara Anda dengan lembut. Gunakan wadah untuk menampung ASI yang keluar, dan pompalah ASI di kedua payudara secara bergantian. Ingat, hindari memijat atau memencet puting Anda saat melakukan hal ini, karena dapat menyebabkan puting terasa sakit dan nyeri.

Lalu, wadah apa yang tepat untuk menyimpan ASI?

Cara menyimpan ASI yang paling umum adalah dengan menempatkannya dalam suatu botol kaca atau plastik yang memiliki tutup. Atau, Anda bisa pula menggunakan kantung plastik khusus ASI dengan penutup yang juga banyak dijual pasaran. Namun, plastik kadangkala bisa robek dan rentan bocor, dibandingkan dengan botol kaca dan plastik. Hindari menggunakan botol bekas air minum kemasan atau kantung plastik yang biasa digunakan untuk membungkus makanan pada umumnya.

Di mana sebaiknya ASI disimpan?

Cara menyimpan ASI selanjutnya adalah dengan menempatkan botol atau plastik yang telah terisi ke dalam freezer. Letakkan wadah ASI di bagian paling belakang pada kulkas atau freezer, yang mana memiliki suhu paling dingin. Pastikan kulkas Anda bersuhu lebih rendah dari 4 derajat Celcius. Jika Anda tidak memiliki kulkas atau freezer yang tepat untuk hal ini, atau keduanya sudah penuh, Anda dapat menggunakan kotak pendingin terisolasi sementara waktu.

Isi kotak pendingin dengan ASI yang akan diperlukan si buah hati untuk sekali menyusui. Anda mungkin bisa mencoba sekitar 59 – 118 milimeter  ASI untuk awalnya, dan menyesuaikan dengan kebutuhan si kecil untuk selanjutnya. Simpan pula porsi yang lebih sedikit dari itu, untuk berjaga-jaga jika ASI diperlukan secara tidak terduga (tumpah atau basi). Ingat, saat menyimpan di dalam freezer, jangan tempatkan satu plastik terlalu rapat dengan plastik lain, karena ASI akan menggembung saat membeku.

Berapa lama Anda bisa menyimpan ASI tanpa menjadi basi?

Untuk ini, keawetan kualitas ASI Anda akan bergantung pada tempat dan metode penyimpanan yang Anda gunakan :

  • Suhu ruang (tanpa freezer, kulkas, atau pendingin lain) : ASI segar dapat bertahan hanya untuk beberapa jam, maksimal 6 jam. Jika ruangan yang Anda gunakan untuk menaruh ASI bersuhu hangat, maka waktu bertahannya akan lebih pendek, yaitu sekitar 4 jam.

  • Kotak pendingin terisolasi : ASI segar dapat bertahan hingga satu hari di dalam kotak penyimpanan yang diisi kantung batu es.

  • Kulkas :Di dalam kulkas, ASI segar dapat bertahan hingga 5 hari dalam kondisi yang bersih. Meski begitu, batas penyimpanan yang baik adalah 3 hari.

  • Freezer: Di dalam suhu yang lebih dingin lagi, ASI segar dapat bertahan hingga 12 bulan. Meski begitu, batas waktu penyimpanan yang baik, optimal, dan dianjurkan adalah maksimal 6 bulan.

Meskipun sudah ada batas-batas waktu tertentu untuk setiap metode penyimpanan ASI, namun Anda harus ingat bahwa beberapa hasil studi terbaru menduga bahwa semakin lama Anda menyimpan ASI di dalam pendingin, semakin besar ASI yang disimpan kehilangan kandungan vitamin C-nya.

Terakhir, bagaimana cara menghangatkan atau mencairkan ASI?

Cara menyimpan ASI yang terakhir adalah metode penghangatan atau pencairannya. Tips pertama, cairkan atau dinginkan ASI yang paling lama disimpan terlebih dulu. Jika ASI disimpan dalam freezer dan membeku, pindahkan ASI ke dalam kulkas semalam sebelum digunakan.

Selain itu, Anda juga bisa menghangatkan atau mencairkannya dengan menempatkan wadah ASI di bawah air hangat yang mengalir, atau merendamnya di dalam baskom berisi air hangat. Ingat, jangan panaskan botol ASI yang membeku di dalam oven, microwave, atau di atas kompor. Pasalnya, beberapa penelitian menduga bahwa pemanasan yang terlalu cepat dapat mempengaruhi antibodi yang terkandung dalam ASI.

Nah, itu dia serba-serbi cara menyimpan ASI yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

SF/PJ/MA

Referensi