Cara Menghitung Usia Kehamilan, Bagaimanakah?

cara menghitung usia kehamilan

Cara menghitung usia kehamilan untuk mendapatkan prediksi waktu kelahiran si buah hati, Bagaimanakah? Dengan menggunakan rumus yang dikenal dengan Naegel’s Rule untuk memprediksi kapan bayi dapat lahir keluar dari perut sang ibu.

 

Go DokSiapa sih yang tidak sabar menunggu kelahiran anak pertama? Makanya, bagi sepasang suami istri, mendapati sang istri telat menstruasi pasti menjadi kabar gembira, karena ada kemungkinan akan segera hadir buah hati dalam keluarga.

Segala kebutuhan tentunya dipersiapkan oleh segenap keluarga, mulai dari peralatan makan, perlengkapan tidur, dan tentunya nama si calon bayi.

Sambil menunggu kehamilan, semua mata tertuju pada ukuran perut dari sang ibu. Semakin dewasa usia kehamilan, tentunya semakin besar pula perutnya, disertai dengan gejala lain yang menyertai kondisi kehamilan.

Tapi, tahukah Anda, ada cara menghitung usia kehamilan untuk mendapatkan prediksi waktu kelahiran si buah hati?  Mungkin sebagian dari Anda ada yang sudah pernah mendengarnya, namun sebagian lainnya, terutama pria, mungkin masih awam untuk mengetahuinya.

Berikut cara menghitung usia kehamilan untuk memprediksi waktu kelahiran bayi

Pada dasarnya, setiap wanita memiliki usia kehamilan sekitar 40 minggu atau 280 hari sejak hari pertama siklus haid terakhir. Sebenarnya, setiap wanita memiliki siklus haid yang berbeda, namun idealnya siklus tersebut terjadi setiap 28 hari. Walaupun tidak sedikit perempuan yang memiliki siklus haid setiap 35 hari.

Ada sebuah rumus yang dikenal dengan Naegel’s Rule untuk memprediksi kapan sang bayi dapat lahir keluar dari perut sang ibu, lho. Caranya termasuk mudah. Pertama, kenali kapan hari pertama siklus haid terakhir Anda. Setelah itu, tambahkan tujuh hari, kurangi tiga bulan, dan tambahkan setahun, deh.

Jika hari pertama siklus haid terakhir Anda pada 1 Mei 2018, maka bayi Anda diprediksi akan lahir pada 8 Februari 2019. Mudah, kan?

Namun nyatanya, hanya 5% bayi yang lahir sesuai dengan perhitungan tersebut, sisanya bayi bisa saja lahir pada bulan ke-37 dan 42. Apakah hal tersebut wajar? Tentu saja, jadi jangan khawatir jika Anda melahirkan terlalu cepat atau lambat, ya!

Selain menggunakan rumus seperti perhitungan di atas, Anda juga bisa mengetahui usia kehamilan dengan memeriksa ukuran janin di dalam kandungan. Dengan mengetahui usia kehamilan, waktu kelahiran pun bisa diprediksi, bukan?

Misalnya, ketika usia kehamilan beranjak 12 minggu, rahim akan berada di atas area pinggul. Lau, pada usia 20 minggu, janin akan berada sama tinggi dengan posisi pusar Anda. Memang sih, usia kehamilan bisa saja salah karena faktor-faktor seperti kehamilan kembar, obesitas, tumor rahim, maupun posisi janin yang terlalu tinggi atau rendah.

Nah, Anda juga bisa mengetahui usia kehamilan dengan metode tes USG. Kalau yang satu ini mungkin yang paling mudah dan populer dilakukan, ya. Tes kehamilan menggunakan USG cenderung dapat memberikan prediksi yang valid karena memanfaatkan gelombang radio untuk mengetahui posisi maupun usia janin Anda.

Biasanya, tes USG yang dilakukan sebelum usia kehamilan menginjak 20 minggu dapat memberikan prediksi yang tepat kapan Anda akan segera melahirkan.

Nah, seperti itulah beberapa pilihan cara menghitung usia kehamilan yang bisa Anda coba. Selain mempersiapkan kelahiran si buah hati, jangan lupa untuk juga menjaga kesehatan sang ibu. Karena, pada dasarnya bayi yang sehat lahir dari ibu yang sehat pula, bukan?

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

TP/PJ/MA

Referensi