Cara Mengatasi Stereotip Gender yang bisa Anda Coba

Cara Mengatasi Stereotip Gender

Cara Mengatasi Stereotip Gender ; Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak perlakuan yang tidak seimbang pada perempuan, baik di ranah kerja, pendidikan, maupun masyarakat pada umumnya. Nah, apa saja yang dapat Anda perbuat untuk mengatasi stereotip gender tersebut?

 

Go DokPerbedaan gender, alias perbedaan jenis kelamin dan peran keduanya (laki-laki dan perempuan) di dalam masyarakat merupakan suatu permasalahan yang sudah sejak lama diperdebatkan. Pasalnya, sudah banyak pergerakan feminis dan anti-patriarki yang memperjuangkan hak-hak perempuan, bahkan sejak awal abad ke-20. Pergerakan ini lebih banyak membahas mengenai peran, kesempatan, serta pendidikan yang harusnya bisa didapatkan oleh wanita, pada level yang setara dengan yang didapatkan oleh laki-laki. Hari ini, pergerakan-pergerakan tersebut sudah sampai pada tingkat yang berbeda, di mana perempuan sudah bisa mendapatkan pendidikan, perlakuan, bahkan pekerjaan yang setara dengan laki-laki.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak perlakuan yang tidak seimbang pada perempuan, baik di ranah kerja, pendidikan, maupun masyarakat pada umumnya. Nah, apa saja yang dapat Anda perbuat untuk mengatasi stereotip gender tersebut?

Berikut adalah cara mengatasi stereotip gender dan penjelasan lengkapnya :

1. Jangan terpancing emosi dan balas dengan rasa humor

Cara mengatasi stereotip gender yang pertama adalah membalas argumen rekan Anda dengan rasa humor. Baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan kerja, masih banyak terdapat komentar yang digunakan laki-laki, seperti “Sensi banget kayak cewek,” atau “Cewek apaan nggak bisa masak?”. Jika Anda seorang feminis, tentu panas rasanya telinga mendengar komentar-komentar ini.

Cara menanggapinya? Jangan terpancing emosi, dan tanggapi komentar tersebut dengan rasa humor, seperti “Sensi itu bukannya tekanan darah ya? Eh itu tensi ding,” .

Jangan membuat mereka berpikir Anda akan menanggapinya serius, dan jangan pula menanggapinya dengan komentar tentang laki-laki. Pasalnya, hal tersebut justru akan menimbulkan kesan bahwa komentar seperti itu sah-sah saja dilakukan, hingga akhirnya menjadi kebiasaan.

2. Fokus terhadap tujuan dan ambisi Anda

Cara mengatasi stereotip gender yang kedua adalah dengan mengabaikan komentar dan tetap fokus pada tujuan dan kinerja Anda. Sekarang ini, masih banyak yang beranggapan bahwa wanita tidak memerlukan pendidikan maupun jabatan dan gaji setinggi laki-laki. Alasannya sederhana saja, masyarakat masih menganggap laki-laki haruslah diberi kesempatan lebih karena mereka bertanggungjawab terhadap hidup perempuan dan keluarganya, dan merupakan pencari uang utama. Tentu saat ini kenyataannya berbeda, karena banyak perempuan lebih senang menghidupi dirinya sendiri. Jika komentar ini muncul, ada baiknya Anda mengabaikan dan tetap fokus terhadap tujuan karir Anda. Jangan dengarkan komentar yang bisa menjatuhkan kemauan Anda untuk mendapatkan hak-hak yang setara dengan laki-laki.

3. Beranilah untuk mengungkapkan ketidaknyamanan Anda

Jika ada rekan Anda yang terus-menerus melontarkan hal-hal seksis yang tidak menyenangkan dan membuat Anda tidak nyaman, beranilah untuk berbicara. Ingat, kesampingkan emosi Anda dan ajak orang tersebut bicara baik-baik, dan ungkapkan keresahan Anda dengan kata-kata yang cerdas. Hal ini penting agar orang tersebut tidak merasa tersinggung ataupun mengejek gender Anda lebih lanjut. Cara ini juga berlaku apabila Anda merasa mendapatkan perlakuan tidak adil dari kantor. Pasalnya, masih banyak perusahaan yang mengesampingkan wanita dan memberi mereka gaji lebih rendah karena banyak alasan, seperti wanita butuh cuti setiap bulan saat sedang menstruasi atau butuh cuti hamil cukup lama dan karenanya harus digaji lebih rendah. Hal ini tidak bagus, dan tunjukkan pada atasan bahwa Anda bekerja sama kerasnya dengan para lelaki, atau bahkan lebih baik, dan karenanya berhak mendapatkan gaji layak, kenaikan gaji, maupun promosi.

4. Dengarkan kritik dan saran yang membangun

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa seorang wanita tidak layak menjadi pemimpin, karena sifat dasar wanita yang seringkali emosi dan sensitif. Hal ini, menurut laki-laki, membuat wanita tidak bisa berpikir jernih saat mengambil keputusan dalam posisi kepemimpinannya. Jika ini terjadi, tanyakan langsung apa yang membuat para lelaki bawahan Anda tidak nyaman, dan ambil cara cerdas dengan menginstropeksi diri. Tunjukkan bahwa Anda bisa memiliki kualitas yang sama dengan mereka, dan keresahan mereka semata-mata hanya ilusi.

5. Tunjukkan dukungan terhadap sesama perempuan

Terdapat anggapan pada masyarakat, bahwa sesama perempuan seringkali menusuk perempuan lain dari belakang, karena sifat cemburu, iri hati, dan mau menang sendiri yang dimiliki mereka. Anggapan ini jelas salah, karena kualitas tersebut pun banyak terdapat pada laki-laki. Cara mengatasi stereotip gender ini mudah saja, berhentilah membicarakan atau menggosipkan sesama perempuan di belakang mereka, dan tunjukkan dukungan satu sama lain. Hal ini akan membuat Anda serta kaum perempuan di lingkungan Anda lebih solid dan kuat. Jika Anda bersikap begitu, tentu anggapan masyarakat akan hilang dengan sendirinya.

Nah, itu dia5 cara mengatasi stereotip gender di lingkugan Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi