Cantengan ; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Cantengan

Cantengan (ingrown toenails) adalah sebuah kondisi dimana kuku kaki tumbuh masuk ke dalam kulit. Hal ini terjadi ketika tepi atau sudut kuku tumbuh ke kulit di samping kuku; jempol kaki merupakan bagian yang paling sering mengalami hal ini. Apa saja gejala, penyebab dan penanganannya?

 

Go Dok Pernahkah Anda mendapati jempol kaki tiba-tiba bengkak dan bernanah disertai rasa nyeri? Mungkin saja yang Anda alami itu cantengan, lho. Penasaran apa sih cantengan itu dan bagaimana mengatasinya? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Mengenal Cantengan

Cantengan (ingrown toenails) adalah sebuah kondisi dimana kuku kaki tumbuh masuk ke dalam kulit. Hal ini terjadi ketika tepi atau sudut kuku tumbuh ke kulit di samping kuku; jempol kaki merupakan bagian yang paling sering mengalami hal ini.  Cantengan biasanya terjadi pada remaja dan dewasa (usia 20 atau 30 tahun), jarang pada anak-anak dan bayi.

Umumnya, gejala awal yang dialami oleh penderita adalah rasa nyeri dan timbulnya peradangan pada kuku yang terkena. Lambat laun, di daerah tersebut bisa juga tumbuh jaringan baru sehingga muncul cairan kekuningan dan jika keadaan ini tidak diobati, kuku yang tumbuh ke dalam bisa berkembang menjadi infeksi atau bahkan timbul benjolan berisi nanah (abses) sehingga memerlukan tindakan bedah.

Penyebab

Beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya cantengan, antara lain :

  • Tekanan yang berlebihan pada kuku kaki.

Seringnya menggunakan sepatu yang terlalu sempit atau sepatu berhak tinggi (high heel) merupakan faktor terjadinya tekanan yang berlebihan pada kuku.

  • Kesalahan dalam memotong  kuku kaki.

Pemotongan kuku kaki yang terlalu pendek dan tidak benar dapat menyebabkan sudut kuku masuk ke kulit. Oleh sebab itu, kuku perlu dipotong lurus, bukan melengkung.

Infeksi jamur pada kuku bisa menyebabkan kuku menebal atau melebar.

  • Luka dan benturan pada daerah sekitar kuku.
Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko cantengan, di antaranya adalah:

  • Keturunan, jika ada anggota keluarga memiliki riwayat cantengan, kemungkinan untuk mengalami cantengan lebih tinggi.
  • Bentuk kuku, Bentuk kuku yang lebih bulat atau melengkung, dapat meningkatkan risiko cantengan.
  • Aktivitas, yang menggunakan kaki secara berulang dan berlebihan untuk jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan kuku dan meningkatkan risiko cantengan.
Gejala

Pada gejala awal, biasanya ujung jari kaki menjadi merah dan terasa nyeri disertai dengan pembengkakan ringan. Namun, pada fase awal umumnya tidak ada nanah atau cairan kekuningan dan kulit di sekitar kuku akan terasa hangat saat disentuh.

Saat gejala berkembang ke fase berikutnya, akan tumbuh kulit tambahan dan jaringan di sekitar pinggiran kuku. Setelah itu, akan muncul cairan kekuningan; yang memang merupakan respons tubuh terhadap cedera kuku yang mengiritasi kulit (perlu diingat belum tentu hal ini merupakan sebuah infeksi).

Jika memang terjadi infeksi, biasanya akan ditandai dengan adanya nanah di daerah tersebut. Selain itu, daerah kulit yang terinfeksi akan nampak berwarna lebih terang namun di sekelilingnya kulit berwarna lebih kemerahan.

Diagnosis

Dokter umumnya bisa mendiagnosis cantengan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik kuku serta kulit di sekitarnya. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen jika dirasa perlu untuk mencari tahu seberapa dalam kuku yang menusuk ke jaringan atau bila dicurigai ada infeksi lain/kemungkinan luka lain yang mendasari.

Penanganan

Penanganan awal yang dapat dilakukan untuk pasien cantengan adalah :

  • Rendam kaki dalam air hangat selama sekitar 15-20 menit sebanyak 3-4 kali per hari. Ini bertujuan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak.
  • Hindari menyentuh kulit di sekitar kuku, apalagi mencoba mengeluarkan kuku yang tumbuh ke dalam; karena hal ini dapat memicu infeksi.
  • Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

Bila tidak ada respon terhadap perawatan di rumah atau jika memang sudah terinfeksi, ada kemungkinan pasien memerlukan tindakan bedah. Jika memang terbukti sudah terinfeksi, hentikan semua perawatan di rumah dan segeralah berobat ke dokter. Beberapa tindakan yang mungkin akan dilakukan oleh dokter adalah :

  • Mengangkat kuku. Untuk kuku yang sedikit tumbuh ke dalam (kemerahan, nyeri tetapi tidak ada nanah), dokter biasanya mengangkat ujung kuku yang tumbuh dengan hati-hati lalu menempatkan kapas, benang gigi, atau penyangga di bawahnya. Tindakan ini sebagai upaya memisahkan kuku dari kulit di atasnya dan membantu kuku tumbuh di atas tepi kulit. Sebagai lanjutan dari tindakan ini, saat di rumah pasien disarankan merendam jari kaki dan mengganti bahannya setiap hari.

  • Melepas kuku sebagian. Untuk kuku kaki yang tumbuh lebih dalam (kemerahan, nyeri dan disertai nanah), dokter mungkin akan melepaskan bagian kuku yang tertanam. Sebelum prosedur ini dilakukan, dokter akan menyuntikkan obat bius untuk mengurangi rasa sakit.

  • Melepas kuku dan jaringan di bawah kuku. Jika muncul cantengan berulang kali pada jari kaki yang sama, dokter mungkin menyarankan untuk melepaskan kuku beserta jaringan di bawahnya (alas kuku). Prosedur ini dapat mencegah bagian kuku tumbuh kembali. Dokter akan menyuntikan obat bius lokal di sekitar kuku dan kemudian melepas keseluruhan kuku.

Selain itu, dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan antibiotik krim atau tablet, terutama jika jari kaki terinfeksi atau berisiko terinfeksi.

Komplikasi

Komplikasi cantengan berasal dari infeksi pada kuku dan jaringan di sekitarnya. Jika infeksi tidak diobati, infeksi bisa meluas ke tulang di jari kaki. Infeksi kuku kaki juga bisa menyebabkan “borok” pada kaki dan/atau hilangnya aliran darah ke daerah yang terinfeksi. Pembusukan jaringan dan kematian jaringan di tempat infeksi sangat mungkin terjadi. Infeksi kaki ini bisa lebih serius jika ada penyakit lain yang menyertai seperti diabetes.

Demikian seputar cantengan. Setelah menyimak penjelasan diatas, jangan pernah remehkan cantengan, ya! Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

 

AQ/PJ/MA

Referensi