Bunda, Mari Ketahui Pola Menstruasi Setelah Melahirkan

Menstruasi  setelah melahirkan

Menstruasi  setelah melahirkan pada setiap wanita memiliki pola yang berbeda. Beberapa wanita mungkin mengalami datang bulan tepat satu bulan setelah melahirkan, dan wanita lain tidak menstruasi hingga bahkan setahun setelah melahirkan. Menstruasi setelah melahirkan umumnya lebih banyak dan tidak teratur.

Go DokKetika tengah mengandung, para calon ibu akan terbebas dari menstruasi, selama sembilan bulan. Namun, bagaimana setelah melahirkan? Menstruasi setelah melahirkan terkadang bergantung kepada keputusan Anda untuk menyusui atau tidak.

Selain itu, pola menstruasi setelah melahirkan juga akan cukup berbeda dari sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, yuk, mengenal pola menstruasi setelah melahirkan lewat ulasan berikut ini!

Menstruasi pertama setelah melahirkan

Setiap wanita pada dasarnya memiliki pola menstruasi yang berbeda, termasuk setelah melahirkan. Jika Anda memutuskan untuk tidak menyusui bayi dengan ASI, terdapat 80% kemungkinan menstruasi akan datang 10 minggu setelah melahirkan.

Menyusui dapat memperlambat datangnya menstruasi dan ovulasi selama 20 minggu atau lebih. Akan tetapi, masih memungkinkan jika menstruasi tiba lebih cepat atau lebih lambat dari 20 minggu.

Tingkat hormon setiap wanita berbeda-beda. Beberapa wanita mungkin mengalami datang bulan tepat satu bulan setelah melahirkan, dan wanita lain tidak menstruasi hingga bahkan setahun setelah melahirkan.

Menstruasi setelah melahirkan umumnya lebih banyak dan tidak teratur. Terkadang hal ini berlangsung selama berbulan-bulan. Bahkan, banyak wanita yang membutuhkan pembalut berkali lipat dari biasanya karena darah yang membanjir.

Menstruasi pertama setelah melahirkan mungkin akan terasa berbeda dari sebelumnya. Selain datangnya yang tidak teratur dan volumenya yang lebih besar, Anda juga akan mengalami kram yang lebih buruk atau lebih baik dari kram menstruasi sebelum melahirkan.

Selain itu, sering kali darah menstruasi juga akan menyertakan gumpalan darah kecil. Namun, jika gumpalan dalam darah menstruasi tersebut terus berlanjut selama satu minggu, atau darah menstruasi berkali-kali lebih banyak dari sebelumnya, segera konsultasikan kepada bidan atau dokter.

Pola menstruasi setelah melahirkan

Menurut Dr. Young, pola menstruasi setelah melahirkan normalnya setiap 21 hingga 35 hari, berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Pola menstruasi normal ini biasanya tergantung masa sebelum kehamilan.

Contohnya, jika sebelum hamil Anda menggunakan pil KB untuk kontrasepsi, biasanya pola menstruasi akan lompat-lompat (tidak teratur), lebih singkat, lebih sedikit, dan tidak terasa begitu sakit. Jika setelah melahirkan penggunaan pil KB dilanjutkan, pola menstruasi yang lebih ringan tersebut akan berlanjut. Jika tidak dilanjutkan, biasanya pola menstruasi kembali normal.

Di samping itu, jika Anda memiliki endometriosis atau menstruasi yang menyakitkan, menstruasi setelah melahirkan mungkin akan lebih baik dari menstruasi biasanya sebelum melahirkan.

Progesteron yang meningkat semasa kehamilan dapat menyebabkan penempelan endometrium menjadi lebih sedikit. Alhasil, menstruasi akan terasa tidak begitu menyakitkan. Namun, hal ini hanya berlangsung temporer saja. Menstruasi yang menyakitkan biasanya akan kembali berlanjut seperti semula.

Jangan khawatir jika pola menstruasi tidak teratur, terutama jika Anda memutuskan untuk memberikan ASI kepada buah hati. Jika bayi mulai tidur malam di usianya yang ketiga bulan, sang ibu dapat menstruasi kembali.

Akan tetapi, jika pola tidur bayi berubah, produksi susu dan hormon ibu akan berubah juga. Menstruasi pun akan terhenti sementara, dan akan kembali lagi ketika bayi mulai tidur lebih lama di malam hari.

Cara natural untuk mengatur pola menstruasi

Ada beberapa cara yang bisa membantu untuk mengatur pola menstruasi setelah melahirkan:

  • Kendalikan pola makan. Pastikan pola makan Anda sehat, karena hal tersebut dapat membantu meningkatkan fungsi tubuh. Utamakan makanan organik.
  • Konsumsi magnesium dan zinc yang cukup. Magnesium mengurangi gejalapramenstrual layaknya sakit punggung atau nyeri pada perut bagian bawah. Sementara itu, zinc dapat meredakan kram menstruasi.
  • Konsumsi suplemen. Suplemen dengan minyak hati ikan kod yang mengandung asam lemak omega-3 dapat meningkatkan kesuburan dan bahkan membantu perkembangan bayi. Selain itu, suplemen yang kaya akan vitamin C juga dapat membantu mengatur menstruasi.
  • Kurangi tingkat stres Anda. Cobalah berolahraga. Lakukan yoga dan meditasi rutin untuk membantu menenangkan pikiran dan merilekskan tubuh.

Nah, itu dia ulasan tentang pola menstruasi  setelah melahirkan. Semoga bermanfaat, ya!

 

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.

VD/JJ/MA

Referensi